Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Posts Tagged ‘Bahasa Indonesia’

Artikulasi Sifat Buruk 01: Jokowi dan Si Sirik

Posted by wahyuancol pada November14, 2014

Transisi pemimpin di Indonesia dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Presiden Joko Widodo di tahun 2014 memberikan pelajaran yang menarik. Membaca tulisan dari Jodhi Yudono yang berjudul “Joko Widodo dan Si Sirik” itu membuat saya teringat kembali akan karakter orang Indonesia yang pernah dikemukakan oleh Muchtar Lubis tahun 1977. Tulisan itu memberikan gambaran bahwa apa yang terjadi pada masa transisi pemimpin kali ini mengartikulasikan salah satu sifat buruk bangsa Indonesia. Mungkin ini artikulasi dari salah satu sifat buruk manusia Indonesia yang dikemukakan Muchtar Lubis, yaitu dengki. Memang mungkin ini sifat dari sebagian yang sangat kecil dari orang Indonesia yang jumlahnya 240 juta jiwa, tetapi gaungnya sangat nyaring di zaman sekarang dimana informasi dapat tersebar sangat cepat dan sangat luas melalui dunia maya atau internet, dan dapat mempengaruhi opini banyak orang.

Inilah tulisan itu selengkapnya yang saya kutip dari Kompas.com.

————————————————

Dahulu, ketika saya masih kanak-kanak, ada komik di majalah Bobo yang saya gemari. Judulnya “Juwita dan Siti Sirik” yang kemudian berganti judul menjadi “Juwita dan Si Sirik”.

Di komik tersebut digambarkan, Juwita adalah sosok perempuan jelita yang baik hati dan suka menolong. Sementara itu, Si Sirik digambarkan sebagai perempuan tua buruk rupa yang jahil, selalu mengenakan topi lancip, hidung bengkok, muka peot-peot, dan senyum mencong seperti habis kena stroke.

Si Sirik yang jahil dan jahat akan berhadapan dengan Juwita yang penolong. Pada tiap akhir cerita, Juwita yang mewakili kebaikan muncul sebagai pemenangnya.

Nah, menyaksikan dan mengamati kunjungan Presiden Joko Widodo di Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2014, yang menjadi primadona di forum tersebut, serta komentar negatif dari sebagian orang yang itu-itu juga di Tanah Air, langsung mengingatkan saya pada komik “Juwita dan Si Sirik” itu.

Sebab, komentar-komentar nyelekit kepada Joko Widodo bukan hanya saat acara APEC ini saja, melainkan juga semenjak ia mencalonkan menjadi presiden hingga telah menjadi presiden. Seolah, komentar miring selalu memburu Jokowi di mana pun dia berada dan apa pun yang dia kerjakan. Pendeknya, maju kena mundur kena.

Para pendukung Jokowi menduga, mereka yang bersikap nyinyir adalah mantan para pendukung Prabowo. Mengapa disebut mantan? Sebab, orang yang mereka dukung sekarang sudah move on, sudah berubah dari semula berseberangan, sekarang secara pribadi Prabowo mendukung pemerintahan Joko Widodo, terbukti dengan kedatangan beliau saat Joko Widodo dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober silam. Selain itu, Prabowo juga telah meminta kepada pendukungnya untuk tidak menyakiti pihak lain, seperti bunyi surat Prabowo seusai bertemu Jokowi menjelang pelantikan presiden.

“Saya mohon semua pendukung saya untuk memahami hal ini. Saya mengerti sebagian dari Saudara-saudara belum bisa menerima sikap saya. Tetapi, percayalah, seorang pendekar, seorang kesatria harus tegar, harus selalu memilih jalan yang baik, jalan yang benar. Menghindari kekerasan sedapat mungkin. Menjauhi permusuhan dan kebencian.”

Karena mereka selalu memandang dari sisi yang buruk terhadap sepak terjang Joko Widodo, sebut saja mereka “Si Sirik”.

Mereka, yang oleh para pendukung Jokowi disebut sebagai “Si Sirik” atau “Si Nyinyir”, pada momen APEC ini menyoroti dua hal. Pertama, pidato Jokowi yang menggunakan bahasa Indonesia. Kedua, karena dalam lawatannya, Presiden membawa serta istri dan anak.

Untuk kenyinyiran pertama, Si Sirik menuduh bahwa Joko Widodo bersembunyi di balik konstitusi yang memerintahkan Presiden RI harus menggunakan bahasa Indonesia. Padahal, menurut Si Sirik, Joko Widodo tidak fasih dalam berbahasa Inggris.

Hal ini bermula dari peringatan pakar hukum Hikmanto yang mengatakan, UU mewajibkan Presiden menggunakan bahasa Indonesia agar bahasa Indonesia dikenal oleh dunia dan semakin kuatnya jati diri bangsa Indonesia. Ini berdasarkan Pasal 28 Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Pasal 28 menyebutkan, “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi presiden, wakil presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri“.

Seseorang yang menyebut dirinya Sarkawi lantas berkomentar, “Sekarang banyak intelektual yang menjual kepandaiannya untuk melegitimasi kekurangan orang. Pidato saja coba direkayasa supaya citra tetap baik. Kalau gak fasih bahasa Inggris bilang apa adanya, toh tiada dosa bagimu.”

Hal pertama ini sudah dipatahkan oleh Joko Widodo yang menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris di depan kalangan CEO pada hari pertama APEC. Namun, tetap saja ada komentar miring mengenai peristiwa tersebut, seperti yang ditulis oleh seorang kawan di media sosial.

Pujian Presiden East-West Center, Charles E Morisson, bahwa Jokowi berpidato dalam bahasa Inggris sederhana sangat bersayap. Sebab, dua keponakan saya (satu kuliah, satunya lagi masih SMA) yang kebetulan kursus di LIA justru berkata sebaliknya, “Aduuuh bahasa Inggris Jokowi sangat memalukan, kita yang dengernya saja ikut malu sendiri,” kata mereka.

Ya, ya, para kritikus itu seperti menutup mata dan hati meski melihat dan mendengar fakta yang ada. Padahal, menurut berita, Jokowi telah membuka hari pertama APEC 2014 dengan presentasi yang elok di hadapan sejumlah pemimpin perusahaan.

Jokowi tampak dalam beberapa foto dilansir oleh kantor berita AFP, Senin (10/11), terlihat mengenakan setelan jas resmi dengan dasi berwarna merah.

Pada video yang diunggah di YouTube juga tampak betapa Jokowi berbicara dalam bahasa Inggris dengan lancar dan tidak memerlukan teks. Tuturannya mengalir, memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang terbuka dan aman untuk berinvestasi.

Yang mengejutkan, sehabis pidato, Presiden Joko Widodo menjadi “magnet” bagi para pemimpin perusahan dunia, yang tengah menghadiri puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Beijing, Tiongkok, Senin 10 November 2014.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini langsung menjadi buruan para CEO yang ingin berkenalan dengannya. Mereka semua berebut berjabat tangan dan foto bersama Jokowi.

Tak cuma itu, akun resmi Twitter APEC CEO Summit 2014 mengunggah foto ketika Jokowi tengah dikerubungi para CEO. Mereka mengaku terkesima dengan presentasi yang disampaikan Jokowi.

Saat di dalam negeri dicemooh oleh sebagian orang, di forum dunia, Joko Widodo justru dihormati sedemikian rupa. Jokowi bersama Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama dan Presiden China Xi Jinping bakal menjadi tiga pembicara utama di perhelatan itu.

Hal kedua adalah keikutsertaan putri Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dalam rombongan, yang dinilai bagian dari pemborosan dan menyalahi aturan. Ada juga yang menyitir pernyataan Ketua KPK Abraham Samad yang mengatakan, “Ketika sedang bertugas ke luar kota dan ingin membawa istrinya, maka fasilitas yang didapatkan seperti tiket pesawat dan kamar hotel tidak boleh dirasakan istrinya juga.”

Tentu saja, pernyataan Abraham bisa langsung dipatahkan jika diterapkan kepada presiden. Sebab, kunjungan presiden dan wakil presiden bersama isteri ada tertera pada Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 8 Tahun 2007 tentang Petunjuk Standar Pelayanan Penyiapan Perjalanan Kunjungan Kerja Presiden, Wakil Presiden, dan/atau Istri/Suami Wakil Presiden ke Luar Negeri.

Sementara itu, mengenai ikut sertanya Kahiyang Ayu dalam rangka kunjungan ke luar negeri, menurut Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, tak ada aturan yang melarang hal ini. Sebab, seorang presiden diperbolehkan untuk membawa serta keluarganya.

“Secara protokoler, presiden bisa mengajak anggota keluarga kalau ada acara-acara lepas. Presiden bisa membawa ibu egara dan keluarga bisa diperkenankan diajak,” kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto saat ditemui seusai makan malam di Hotel Kempinski, Beijing, Sabtu (8/11/2014).

Menurut Andi, Jokowi sebetulnya bisa membawa tiga anaknya. Namun, rupanya hanya Kahiyang yang bisa. Itu pun untuk menemani sang ibunda tercinta, Iriana.

Karena itu, Andi merasa kehadiran Kahiyang tidak perlu dipersoalkan. Terlebih lagi, dalam rombongan Jokowi kali ini, dilakukan perampingan besar-besaran.

“Secara aturan tidak ada yang salah,” jawabnya.

Hmmm, untunglah Presiden Joko Widodo terkenal sebagai penyabar dan murah senyum. Hantaman dan fitnahan yang diterimanya jangan-jangan adalah cara Tuhan untuk menguatkan dirinya sebagai seorang tokoh terkemuka negeri ini, saat ini.

Sementara itu, bagi para pengkritik, bisa jadi mereka memahaminya sebagai bagian dari demokrasi, di mana setiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat. Tapi, bukankah kritik yang sehat harus juga berdasar pada fakta dan juga akal sehat? Jika semua tindakan menjadi bahan kritikan, tentu akan muncul kesan bahwa si pengkritik itu sebagai Si Sirik yang penuh prasangka.

Padahal, semua agama mengajarkan agar kita menjauhi prasangka (kecurigaan) karena sebagian dari prasangka itu dosa. Bukankah kita juga diperintahkan agar jangan mencari-cari keburukan orang dan jangan bergunjing satu sama lain?

Lebih dari itu semua, bukankah kita saudara sebangsa yang seharusnya saling menguatkan?

Tabik!

—————————————————-

Demikianlah salah satu sifat buruk manusia Indonesia yang terartikulasi melalui proses pergantian presiden kali ini.

Sifat-sifat buruk yang lain juga terungkap dari Pemilu 2014 dan telah dipotret oleh Rhenald Kasali.

Salam,

WBS

Iklan

Posted in Ah... Indonesia ku, HUMANIORA, Kualitas Bangsa | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Jakarta Under Water

Posted by wahyuancol pada Januari18, 2013

Kemaren, Kamis 17 Januari 2013, Kota Jakarta dilanda banjir yang menggenangi sebagian besar kawasan kota itu. Banjir bahkan mencapai istana negara, dan acara penerimaan tamu negara, Presiden Argentina, sempat ditunda. Presiden sempat turun ke lapangan meninjau daerah banjir di Kali Ciliwung dengan mempergunakan Sea Rider. Gubernus DKI mengkoordinir kegiatan penanganan dampak banjir langsung dari lapangan. Sekolah-sekolah dan kantor-kantor banyak yang diliburkan. Tanggap darurat banjir diumumkan oleh Gubernur DKI sampai tanggal 27 Januari 2013.

Banjir dimulai dengan siraman hujan lebat yang dimulai sekitar jam 02 dini hari. Setelah itu, air perlahan naik dan menggenangi berbagai kawasan kota Jakarta. Sebelum jam 08 pagi, para pekerja masih dapat mencapai kantor; setelah jam itu, lalu lintas kota lumpuh (Gambar 1). Banyak pegawai atau pekerja yang kembali sebelum sampai ke tempat kerjanya; dan yang sudah sampai berusaha pulang, meskipun dengan berjalan kaki. Ada juga yang memilih menginap di kantor dan pulang di pagi harinya. Militer mengerahkan truknya sebagai alat angkut menggantikan transportasi kota yang lumpuh. Kereta commuter line dari Bekasi hanya sampai Jatinegara, dan yang dari Bogor sampai Manggarai. Sore hari genangan banjir mulai surut, tetapi belum sampai habis semua genangan.

Banjir Bundaran HI Dari Atas Gedung

Gambar 1. Banjir di Bundaran Hotel Indonesia.

(Sumber: http://foto.detik.com/readfoto/2013/01/17/134103/2144944/157/2/banjir-bbanjir-bundaran-hi-dari-atas-gedung)

Banjir tahun ini lebih parah dari pada banjir tahun 2007 dan 2002. Jalan protokol dan istana negara sempat tergenang banjir. Kondisi ini terjadi antara lain karena jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat di Latuharhari sepanjang 10 m. Gubernus DKI mengkoorinir langsung upaya memperbaiki tanggul yang jebol itu. Di malam hari, tersiar kabar bahwa tanggul telah diperbaiki.

Pada banjir kali ini sebuah peristiwa yang dramatis lain terjadi. Air banjir masuk membanjiri basement gedung UOB dan menjebak 4 orang pekerja kebersihan.

Di hari kedua, Jum ‘at 18 Januari 2013, sebagian besar daerah genangan banjir di hari pertama masih ada. Di pagi hari transportasi kota masih belum beroperasi. Menjelang siang, beberapa jalur busway bisa dioperasikan. Untuk kantor-kantor yang tidak tergenang banjir, pegawai-pegawainya adanyang masuk untuk bekerja. Namun, tanggul di Latuharhari jebol kembali dengan bukaan sepanjang 30 m. Gubernus DKI meminta bantuan kepada pihak swasta untuk memperbaiki tanggul itu.

—————————–

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memberitakan bahwa curah hujan yang terjadi di Jakarta pada saat banjir kali ini lebih rendah daripada curah hujan yang terjadi ketika bannir di tahun 2007. Ini artinya bahwa kontribusi curah hujan di tahun 2013 lebih kecil daripada di tahun 2007. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, sebagai penyebab banjir, kontribusi aliran sungai yang berhulu di daerah Bogor lebih besar daripada kontribusi curah hujan. Di lapangan, aliran Kali Ciliwung meluap.

Di Kota Jakarta sendiri bukan tidak ada masalah yang turut menyebabkan banjir lebih parah. Sampah yang tidak tertangani dengan baik dan sistem drainase kota yang buruk tidak disangkal lagi menyumbang bagi buruknya kondisi banjir tahun ini. Selain itu, jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat berkontribusi nyata bagi terjadinya genangan banjir di jalan Thamrin sampai ke istana negara.

—————————-

Ketika musim hujan datang dan banjir seperti sekarang ini, Bendungan Katulampa di Bogor mendapat perhatian yang tinggi (Gambar 2). Ketinggian airnya dipantau 24 jam dan terus menerus dilaporkan perkembangannya kepada khalayak umum. Hal itu karena volume air yang datang dari bendung itu menentukan kondisi banjir di Jakarta. Bagi pengendalian banjir di Jakarta, bendungan tersebut memegang peran yang sangat vital.  Muncul di dalam pikiran, apa yang akan terjadi dengan Kota Jakarta bila bendungan itu jebol di saat seperti sekarang ini? Rasanya sudah waktunya pula kita memikirkan kondisi bendungan tersebut, karena bendung itu adalah buatan Belanda dahulu dan umurnya sudah tua. Bendung Katulampa dibuat oleh Belanda pada tahun 1911 dan diresmikan tahun 1912. Berarti tahun ini genap 100 tahun umur bendung tersebut.

Gambar 2. Bendungan Katulampa. Keselamatan Jakarata dari bencana banjir sangat ditentukan oleh kondisi bendungan ini.

(Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/18/220704/2146941/10/kata-belanda-katulampa-bagian-pengendalian-banjir-batavia?nd772205mr)

—————————

Hari ini, Sabtu 19 Januari 2013, adalah hari ketiga sejak banjir yang melumpuhkan Jakarta. Kota Jakarta terasa hangat meski mendung putih menutupi kota. Cuaca yang cerah sudah terlihat tadi malam. Langit bersih dengan bintang-bintang dan bulan sabit. Sebagian besar angkutan umum, termasuk busway telah beroperasi kembali, menandakan Jakarta telah berdenyut kembali meskipun beberapa kawasan masih tergenang banjir. Pelayanan kereta api masih terganggu. Secara umum, genangan banjir di Jakarta telah surut. Namun di daerah Penjaringan banjir masih tinggi dan ada kecenderungan naik.

Musim hujan masih akan berlangsung sampai Februari. Kondisi bulan purnama akan terjadi pada tanggal 27 Januari 2013. Ada yang memprediksi bahwa pada tanggal tersebut kemungkinan banjir akan datang kembali. Prediksi itu bisa menjadi kenyataan bila tanggal 25 dan 26 Januari 20113 terjadi curah hujan yang tinggi di Bogor dan Jakarta. Apabila tidak ada curah hujan yang tinggi di kedua kawasan tersebut, maka hanya akan terjadi banjir pasang-surut biasa di bagian utara Jakarta.

Semoga prediksi itu tidak menjadi kenyataan. Amin.

——————————

Hari ini, Minggu 20 Januari 2013, daerah Pluit, Penjaringan menjadi fokus perhatian dalam penanganan masalah banjir di Jakarta. Sementara di kawasan lain genangan banjir telah surut, genangan banjir di Penjaringan meningkat ketinggiannya. Hari ini  genangan masih mencapai lebih dari 1,5 m. Bagi kawasan Penjaringan, banjir kali ini adalah yang terburuk dalam sejarah kawasan itu. Untuk mempercepat penanganan masalah banjir di kawasan Pluit, Marinir TNI AL mengerahkan 3 kendaraan angkut amfibi yang dipergunakan untuk evakuasi, dan penyebaran bantuan logistik.

Pada hari ini, perbaikan tanggul di Latuharhary selesai dengan tanggul sementara. Upaya mencari pekerja yang terjebak di basement gedung UOB juga selesai, dengan 2 orang ditemukan selamat dan 2 orang tewas.

Presiden mengunjungi pengungsi banjir di daerah Jatinegara. Saat tulisan ini di-update, Menteri PU sedang memberikan penjelasan tentang program penanganan banjir Jakarta kepada Presiden di lapangan. Di sebutkan beberapa kali bahwa salah satu masalah utama dalam upaya penangulangan banjir adalah masalah pembebasan lahan.

Ada yang menarik, Presiden mengoreksi menterinya dalam berbahasa Indonesia. Pak menteri menyebutkan Banjir Kanal Barat, dan dikoreksi oleh Presiden bahwa dalam Bahasa Indonesia yang benar adalah Kanal Banjir Barat.

Pada penjelasan Menteri PU tersebut disampaikan beberapa rencana: (1) Penyelesaiam Kanal banjir Barat, (2) Sodetan dari Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, (3) Pembuatan Waduk Ciawi, (4) Terowongan bawah tanah serba guna, dan (4) Tanggul lepas pantai di Teluk Jakarta.

Setelah penjelasan Menteri PU, kemudian diadakan rapat tertutup antara Presiden, beberapa menteri terkait, Gubernur DKI, Ketua BNBP. Setelah pertemuan itu, Presiden mengumumkan pada konferensi pers bahwa prioritas upaya mengatasi banjir di Jakarta adalah: (1) Membuat sodetan dari Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur; kegitan ini ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan diharapkan selesai pertengahan 2014, dan (2) Menata aliran Kali Ciliwung; kegiatan ini ditanggung bersama antara Pemerintah Pusat dan Pmda DKI.

Pada kesempatan ini Presiden juga menyinggung masalah sampah. Diperlukan kerjasama masyarakat luas untuk mengatasi masalah sampah ini.

Semoga berhasil.

——————————-

Hari Senin 21 Januari 2013, fokus utama penanganan banjir di daerah Pluit. Air masih menggenangi jalan-jalan di kawasan itu. Selain masalah pertolongan korban banjir, di media massa muncul berita tentang penjarahan meski terbatas, dan orang mulai menghitung-hitung kerugian karena banjir.

Hari Selasa 22 Januari 2013, banyak perhitungan kerugian karena banjir muncul. Menurut Gubernur DKI, kerugian akibat banjir mencapai Rp 20 triluyun. Sedang BNBP menyebutkan 20 korban jiwa dan 50.000 pengungsi (Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/22/182253/2149936/10/jokowi-kerugian-akibat-banjir-jakarta-rp-20-triliun?nd771104bcj). Jalan berlubang yang terjadi karena banjir menyebabkan kecelakaan yang menewaskan pengendara sepeda motor.

Hari Rabu 23 Januari 2013, mulai dilihat dampak banjir terhadap kegiatan industri di Jakarta.

Salam,

WBS

Berikut adalah peta resmi banjir Jakarta:

Peta tanggal 17 januari 2013

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/17/15432676/Ini.Dia..Peta.Digital.Resmi.Banjir.Jakarta

Peta tanggal 18 Januari 2013

(Sumber:http://www.aifdr.org/wp-content/uploads/2013/01/Jakarta_flood_18_1_13_0600.jpg )

Posted in Banjir, PROSES (BENCANA) ALAM | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Tanpa Bahasa Pemersatu Bangsa, Kesenjangan Kaya – Miskin Sangat Berbahaya

Posted by wahyuancol pada April27, 2010

Bahasa adalah alat komunikasi sehari-hari. Bagi kita di Indonesia, masalah bahasa ini terasa biasa saja, karena kita tidak pernah merasakan masalah kebangsaan yang berkaitan dengan bahasa. Kita dapat dengan mudah berjalan dari Sabang sampai Merauke dengan tidak mengalami hambatan bahasa. Karena tidak merasakan masalah berkaitan dengan bahasa, maka kita sering tidak merasa bersyukur atau lupa bersyukur memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Apa yang ada di Indonesia itu, ternyata tidak ada di Belgia. Persoalan bahasa kini mengancam kesatuan negara kecil itu. Tulisan di bawah ini, yang dikutip dari Tajuk Rencana Harian Kompas tanggal 27 April 2010, menggambarkan dengan jelas mengenai hal tersebut. Tulisan dikutip dengan sedikit modifikasi yang tidak merubah substansinya.

Selanjutnya, untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang persoalan itu, dikutipkan juga berita tentang krisis politik di Belgia itu. Dari berita tersebut terlihat jelas bahwa dengan tiadanya bahas persatuan, masalah kesenjangan antara kaya dan miskin menjadi sangat berbahaya. Namun, hal itu tidak berarti bahwa kita (bangsan Indonesia) yang memiliki bahasa persatuan dapat mengabaikan bersoalan jurang kaya dan miskin.

—————————

Tragedi Belgia dari Bahasa

Apakah Belgia, negeri kecil di Eropa berpenduduk 10,6 juta jiwa (2009), dan markas besar NATO dan Uni Eropa, harus pecah gara-gara bahasa?

Krisis politik yang menimpa pemerintahan Perdana Menteri Yves Leterme, dan berujung pada hancurnya pemerintahan koalisi itu Kamis lalu, sebenarnya merupakan cerminan dari masalah lama yang menyelimuti Belgia dan tak pernah terselesaikan.

Masalah utama yang membuat negeri itu terbelah adalah menyangkut bahasa. Belgia terbagi menjadi tiga wilayah federal, yakni Flanders di bagian utara yang berbahasa Belanda, Wallonia di bagian selatan yang berbahasa Perancis (serta minoritas Jerman), dan Brussels, ibu kota negara, campuran.

Orang yang berbahasa Belanda jumlahnya lebih banyak, yakni 6 juta jiwa, yang berbahasa Perancis 3,5 juta jiwa, dan wilayah campuran, Brussels, satu juta jiwa. Penduduk wilayah utara lebih makmur dan angka pengangguran juga lebih rendah dibandingkan dengan wilayah selatan.

Sebenarnya negeri itu sejak semula kelahirannya memiliki masalah dengan bahasa yang digunakan penduduknya. Mereka yang berbahasa Belanda merasa ditindas oleh orang-orang berbahasa Perancis yang memerintah negeri itu selama sekitar 100 tahun setelah revolusi 1830.

Konstitusi Belgia ditulis dalam bahasa Perancis. Versi bahasa Belanda baru ditulis seabad kemudian. Karena itulah mereka yang berbahasa Belanda, yang merupakan kelompok mayoritas, menuntut pengakuan.

Negeri yang pernah diduduki Jerman pada waktu Perang Dunia I dan II, serta menikmati perkembangan ekonomi hebat selama 50 terakhir ini, menjadi model demokrasi liberal di Eropa. Akan tetapi, senyatanya, negeri ini menyimpan bom waktu—masalah bahasa—yang sewaktu-waktu bisa meledak sehingga kerap kali memunculkan gagasan pemecahan Belgia menjadi dua.

Nikmatnya Bangsa Indonesia

Kita tahu bahwa setiap penggunaan bahasa bersifat ideologis. Bahasa adalah ideologi. Bahasa Indonesia pun bersifat ideologis. Ideologi itu mengenai penentuan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928) dan bahasa negara (UUD 1945 Pasal 36).

Saat para tokoh pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda, mereka digerakkan ideologi kebangsaan yang demokratis dan egaliter. Maka, pilihan jatuh pada bahasa Melayu—yang merupakan bahasa dasar bahasa Indonesia, dengan jumlah penutur sedikit—bukan bahasa Jawa atau Sunda, yang penutur aslinya lebih banyak.

Tidak berlebihan kalau bangsa Indonesia lebih beruntung dibanding bangsa Belgia, dan pantas bersyukur, karena kita memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Bahasa ini ibarat mukjizat yang bisa menyatukan seluruh Nusantara.

Itu yang tidak dimiliki Belgia.

————————

“Belanda” Musuhi “Perancis”

Senin, 26 April 2010 | 03:45 WIB

Brussels, minggu. Raja Belgia Albert II akhirnya menggelar rapat darurat yang melibatkan partai-partai ”Flemish” yang memusuhi ”Francophone”, Sabtu (24/4). Raja ingin mencegah pemilihan perdana menteri baru untuk menggantikan Yves Leterne.

PM Leterme mengajukan pengunduran diri, Kamis lalu. Hingga Sabtu, Presiden belum menanggapi surat Leterme. Raja ingin mencegah terjadinya konflik antara partai politik Francophone (warga Belgia pengguna bahasa Perancis) dan Flemish (pengguna bahasa Belanda) yang dikenal tidak akur. Flemish merasa superior atas Francophone.

Leterme mengajukan pengunduran diri setelah partai utama Flemish, VLD Terbuka, mundur dari koalisi lima partai propemerintah, yang juga didukung Francophone.

Sebelumnya sudah terjadi perselisihan tajam antara komunitas berbahasa Belanda dan Perancis tentang aturan pemilu di wilayah strategis dan penting di Brussels. Leterme mengajukan pengunduran diri dua bulan sebelum Belgia akan menempati kursi Presiden Uni Eropa (UE).

Albert belum menanggapi Leterme karena Raja menyadari, koalisi lima partai merupakan benteng tangguh untuk mencegah terjadinya pemisahan wilayah berdasarkan penggunaan bahasa. Jika Raja langsung menyetujui permintaan Leterme, berarti bisa muncul gelombang politik yang berpotensi memecah persatuan Belgia.

Raja sudah menugasi Menteri Keuangan Didier Reynders untuk segera mengorganisasi pertemuan di antara partai-partai yang mewakili dua komunitas utama di negara tersebut. Komunitas berbahasa Belanda yang kaya mendominasi Flanders di wilayah utara Belgia. Komunitas berbahasa Perancis yang miskin mendominasi Wallonia hingga ke wilayah selatan.

Albert II meminta Reynders untuk bisa memastikan terciptanya sebuah kondisi yang baik. Kondisi ini diperlukan untuk pelaksanaan negosiasi yang cepat soal berbagai masalah institusional.

Kesenjangan pendapatan

Menurut sebuah pernyataan di istana kerajaan, Reynders sudah menyanggupi permintaan Raja. Fokus pembicaraan mereka adalah menyangkut hak-hak warga berbahasa Perancis di pinggiran Brussels, ibu kota Belgia.

Pemimpin VLD Terbuka Alexander De Croo menarik partai keluar dari koalisi sebagai reaksi tidak puas atas berbagai persoalan utama, yang sering menjadi pemicu ketegangan di antara dua komunitas utama tersebut. Semua partai ingin mencegah terjadinya krisis politik berkepanjangan.

Warga Brussels sebenarnya bangga akan kedudukan ibu kota itu sebagai ”pusat” Uni Eropa. Krisis politik adalah akibat dari semakin melebarnya jurang pendapatan antara warga kaya dan miskin di negara itu. Krisis ini memang sulit dihadapi Raja, tetapi dia harus bersikap.

Presiden UE Herman van Rompuy mengatakan, ”Akal yang baik akan menang.” Leterme diharapkan bisa bekerja lagi dengan suatu semangat baru.(AFP/AP/REUTERS/CAL)

————————

Demikian pelajaran dari Belgia. Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu

Posted in BELAJAR DARI, Belgia | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 2 Comments »

Lahar

Posted by wahyuancol pada Mei19, 2008

Asal Kata

Istilah “Lahar” berasal dari kata “lahar” dalam Bahasa Indonesia yang berasal dari Bahasa Jawa. Kata “lahar” sekarang merupakan salah satu istilah dalam ilmu volkanologi atau ilmu kegunungapian yang dipakai secara international.

Pengertian Lahar

Lahar adalah campuran yang panas atau dingin dari air dan fragmen batuan yang mengalir menuruni lereng gunungapi dan atau lembah sungai. Material yang tertransportasikan di dalam lahar berkisar dari material berukuran butir lempung sampai bongkah dengan diameter butiran lebih dari 10 m.

Lahar memiliki ukuran dan kecepatan meluncur yang bervariasi. Lahar kecil berukuran lebar beberapa meter dan dalam beberapa senti-meter dan kecepatan alirannya beberapa meter per detik. Lahar besar memiliki ukuran leber beberapa ratus meter dan dalam beberapa puluh meter dan dapat meluncur dengan mengalir dengan kecepatan beberapa puluh meter per detik.

Pemicu Lahar

Lahar dapat terjadi karena beberapa pemicu berikut ini, yaitu:

1) Erupsi gunungapi, dapat memicu lahar secara langsung dengan pencairan salju dan es secara cepat pada suatu tubuh gunungapi atau melontarkan air dari danau kawah.

2) Curah hujan yang tinggi selama atau setelah erupsi gunungapi. Air hujan dapat dengan mudah mengerosi batuan volkanik yang lepas-lepas dan tanah di lereng gunungapi atau bukit, dan di dalam lembah sungai. Cara pembentukan lahar seperti adalah yang paling sering terjadi.

3) Dimulai dari gerakan tanah dari batan jenuh dan mengalami alterasi hidrotermal di lereng gunungapi atau lereng bukit didekatnya. Gerakan tanah dipicu oleh erupsi gunungapi, gempa bumi, hujan, atau peningkatan tarikan gravitasi di gunungapi.

Klasifikasi Lahar

Lahar dapat dibedakan berdasarkan suhunya menjadi dua kategori:

  1. Lahar dingin: bila lahar bersuhu normal seperti suhu udara normal di sekitar kita. Lahar jenis ini melibatkan material volkanik bersuhu dingin yang telah diendapkan di lereng gunungapi.
  2. Lahar panas: bila lahar bersuhu tinggi. Lahar jenis ini melibatkan material volkanik yang baru dihasilkan oleh siuatu proses erupsi gunungapi sehingga masih panas.

Lahar bisa juga dibedakan berdasarkan pemicu terjadinya lahar:

  1. Lahar letusan: bila lahar terjadi karena dipicu oleh peristiwa letusan gunungapi. Pada lahar jenis ini, aliran lahar didahului oleh erupsi letusan gunungapi.
  2. Lahar hujan: bila lahar terjadi karena dipicu oleh curah hujan.

Dampak Aliran Lahar

Aliran lahar yang bergerak cepat menuruni lembah sungai dan kemudian menyebar di dataran banjir di daerah kaki gunungapi dapat menyebabkan kerusakan ekonomi dan lingkungan yang serius.

Dampak langsung dari turbulensi yang terjadi di ujung aliran lahar atau dari bongkah-bongkah batuan dan kayu yang dibawa aliran lahar adalah menghancurkan, menggerus atau menggosok segala sesuatu yang ada di jalan jalur aliran lahar. Bila tidak hancur atau tergerus oleh liran lahar, bangunan-bangunan dan lahan-lahanyang berharga dapat sebagian atau seluruhnya tertimbun oleh endapan lahar. Aliran lahar juga bisa merusak jalan dan jembatan sehingga aliran lahar juga dapat menyebabkan orang-oramng terisolasi atau terkurung di daerah bahaya erupsi gunungapi.

Selain memberikan dampak yang merugikan, aliran lahar juga memberikan dampak yang menguntungkan, yaitu memberikan endapan batuan dan pasir yang sangat banyak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Sebagai contoh, banyak aktifitas penambangan pasir dan batu yang dilakukan di lereng Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu menunjukkan bahwa endapan lahar dapat memberikan dampak positif kepada aktifitas perekonomian masyarakat secara langsung yang tinggal di sekitar gunungapi, dan menyediakan bahan bangunan yang melimpah. Selain itu, setelah bertahun – puluhan sampai ratusan tahun, dan tanah terbentuk di permukaannya, endapan lahar juga dapat menjadi lahan pertanian yang subur.

Sebutan/terminologi lain untuk Lahar

Debris flow: bila lahar mengandung muatan sedimen > 80% berat.

Mudflow: bila lahar dominan tersusun oleh partikel-partikel batuan berukuran halus, dominan berdiameter < 2 mm (pasir dan lanau).

Hyperconcentrated streamflow: bila lahar mengandung mutan sedimen 40-80 %.

Cohesive lahars: bila debris flow atau mudflow mengandung lebih dari 3-5% sedimen berukuran lempung.

Non-cohesive lahars: bila debris flow atau mudflow mengandung kurang dri 3-5% sedimen berukuran lempung.

Referensi

USGS Volcano Hazards Program. Lahar and Their Effects. [URL http://volcanoes.usgs.gov/Hazards/What/Lahars/lahars.html%5D. Akses 12 Mei 2008.

USGS Volcano Hazards Program. Terms often used to refer to lahars. [URL http://volcanoes.usgs.gov/Hazards/What/LaharTerms.html%5D. Akses 12 Mei 2008.

Posted in Dari Indonesia untuk Dunia, L, Volkanisme | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments »