Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Posts Tagged ‘Tuhan’

Volkanisme 3 (hakekat, kerugian dan manfaat)

Posted by wahyuancol pada November6, 2010

Hakekat Volkanisme

Apabila kita memandang volkanisme sebagai suatu proses alam, maka kita akan dapat melihat bahwa:

  1. Volkanisme sesungguhnya adalah pergerakan material dari dalam bumi ke permukaan bumi. Melalui volkanisme magma yang berada di dalam bumi keluar ke permukaan bumi.
  2. Melalui volkanisme, terjadi suplai material (batuan) ke permukaan bumi. Hal ini terlihat dari munculnya material baru dari dalam bumi yang menyertai volkanisme. Dengan demikian, volkanisme dapat dikatakan sebagai salah satu mekanisme untuk menyeimbangkan keberadaan batuan di permukaan bumi. Apabila tidak ada volkanisme, maka batuan yang tererosi oleh proses erosi tidak dapat terbarukan.
  3. Melalui volkanisme, tidak hanya terjadi suplai batuan, tetapi juga terjadi suplai mineral-mineral dari dalam bumi ke permukaan bumi. Perlu disadari bahwa deposit mineral di dalam bumi yang primer terjadi melalui aktifitas magma yang naik ke permukaan bumi ini.

Demikian hakekat volkanisme.

Kerugian karena Volkanisme

Dari sudut pandang manusia, volkanisme dapat menimbulkan kerugian bagi manusia apabila berbagai fenomena yang timbul yang berkaitan dengan volkanisme ini menimpa manusia. Kerugian dapat terjadi dalam bentuk kehilangan nyawa dan harta benda.

Tulisan ini dibuat ketika Gunung Merapi di perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bererupsi (Sabtu, 6 Nopember 2010). Drama erupsi Merapi itu memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kerugian volkanisme bagi manusia. Telah lebih dari 100 orang meninggal dunia, ribuan orang menjadi pengungsi. Tidak terhitung berapa jumlah  hewan ternak yang mati dan berapa luas areal perkebunan dan pertanian yang rusak. Juga belum terhitung berapa rumah yang rusak dan harta benda bergerak yang rusak atau hilang. Debu tersebar ke mana-mana menebarkan ancaman masalah kesehatan. Sementara itu endapan pasir di lereng gunung tesedia dan siap meluncur ke bawah sebagai banjir lahar yang dalam meratakan apapun yang dilaluinya. Belum terhitung berapa panjang jalan yang rusak dan jembatan yang putus. Pelabuhan udara di Yogyakarta dan Solo ditutup sehingga banyak orang yang tidak dapan datang atau pergi memaluinya.

Demikian gambaran kerugian karena volkanisme.

Manfaat Volkanisme

Sekarang mari kita lihat gunung yang menjulang tinggi dengan lereng yang menghijau karena tanaman yang menumbuhinya. Siapapun akan mengatakan itu pemandangan yang indah (Pemandangan Indah). Kemudian, morfologi yang menjulang tinggi dari gunungapi memberikan hawa yang sejuk, sehingga banyak lokasi wisata berada di lingkungan aktifitas volkanisme ini (Tempat berhawa sejuk).

Volkanisme menghasilkan endapan debu dan pasir serta batu (Bahan Galian Golongan C, Bahan Bangunan). Sebelum mengalami pelapukan, semua material itu adalah bahan bangunan yang baik dan diidamkan manusia. Banyak orang menggantungkan hidupnya dengan menambang batu dan pasir di lingkungan gunungapi. Kemudian, apabila semua material itu lapuk, maka akan menghasilkan lahan pertanian yang subur (Lahan yang Subur). Kita banyak melihat sawah, ladang, kebun dan hutang berada di lereng gunungapi. Banyak pemukiman berkembang di lereng gunungapi karena kehidupan yang dijanjikannya melalui tanah yang subur dan air yang melimpah (Sumber air tawar).

Dari sisi yang lain, volkanisme menyebabkan mineral-mineral dari magma terendapkan ke dekat atau di permukaan bumi sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia (Bahan Galian Mineral, Bahan Tambang). Tanpa volkanisme, manusia tidak akan bisa mendapatkan mineral-mineral yang ada di dalam magma. Manusia tidak akan mendapatkan besi, emas, perak, tembaga, nikel, timah dan sebagainya yang ada di dalam magma apabila tanpa volkanisme. Tanpa logam-logam itu, tidak terbayangkan manusia bisa membuat pesawat terbang seperti sekarang ini.

Volkanisme juga memberikan energi bagi manusia (Energi Panas Bumi, Energi Geothermal). Banyak pembangkit listrik yang digerakkan oleh energi dari panas bumi di lingkungan volkanisme. Selain itu, ada pula sumber air panas atau mata air panas di lingkungan volkanisme (Air Panas).

Demikianlah gambaran manfaat volkanisme.

Penutup

Setelah mengatahui hakekat, kerugian dan manfaat volkanisme, satu hal utama yang patut dipahami adalah bahwa volkanisme adalah salah satu cara Tuhan menghidupkan bumi ini. Dengan volkanisme, Tuhan memberikan bahan-bahan atau perangkat untuk kehidupan manusia. Kepada manusia, Tuhan memberikan akal sehingga manusia dapat memanfaatkan sumber-sumber kehidupan itu, dan menghindar dari bahaya yang mengancamnya.

Perlu juga diketahui bahwa dalam jangka panjang, Jangka Waktu Geologi, volkanisme juga mendaur ulang Lithosfer, Hidrosfer dan Atmosfer. Dengan sistem bersiklus inilah Tuhan menghidupkan Bumi kita ini.

Artikel terkait: Magma

Volkanisme 1 (Volkanisme: pengertian dan fenomena)

Volkanisme 2 (Erupsi Gunungapi: proses geologi berdampak global)

Iklan

Posted in Cara Bumi di Hidupkan, FILSAFAT, PROSES (BENCANA) ALAM, V, Volkanisme | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Untung Tuhan Tidak Mengikuti Kehendak Manusia

Posted by wahyuancol pada Februari22, 2009

Bumi ini diciptakan relatif bulat. Memiliki satelit bernama Bulan. Keduanya diberi putaran yang berselisih sedikit, 50 menit.

Bumi dan Bulan bersama-sama mengelilingi matahari dalam lintasan berbentuk elip. Sumbu rotasi Bumi dibuat sedikit menyudut terhadap bidang orbit Bumi.

Semua itu dibuat agar di Bumi terjadi pergantian musim dan pergeseran serta variasi pasang surut. Agar air dan panas tersebar bergantian. Agar terjadi perubahan musim angin yang dengannya hujan ditebarkan. Agar arus laut bersirkulasi. Dengan angin dan arus benih-benih kehidupan di tebarkan di Bumi

Musim panas, dingin, semi dan gugur; Pasang dan surut; Hujan dan kering; Bulan purnama dan bulan mati; semuanya adalah cara rezeki ditebarkan di Bumi ini.

Tetapi inilah manusia.

Tanyakanlah arti empat musim pada penduduk Inggris atau Belanda atau Jepang atau China; Tanyakanlah arti pasang surut, purnama dan bulan mati pada Suku Bajo dan nelayan; Tanyakanlah arti hujan dan kekeringan kepada penduduk daerah tropis. Tanya arti panas pada petani tembakau; tanya arti hujan pada pak Tani di sawah.

Ketika kedinginan di musim dingin, kita menginkan panas; Ketika banjir di musim hujan kita mendambakan panas.

Sebaliknya, ketika panas kita merindukan dingin; ketika kering kerontang kita merindukan hujan yang lebat.

Untung Tuhan tidak mengikuti kehendak manusia.

Posted in Alam Semesta, Cara Bumi di Hidupkan, FILSAFAT, Memahami Pengaturan, TUHAN | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | 1 Comment »

Tuhan Menggerakkan Alam Semesta (jangan katakan bencana)

Posted by wahyuancol pada Mei18, 2008

Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk Bumi dan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya, termasuk manusia.

Energi-penggerak Dasar

Untuk “menghidupkan” ciptaannya, Tuhan memberikan kepada semua ciptaannya suatu “kondisi” yang membuat semuanya dapat bergerak secara otomatis. Semua itu dimulai dari partikel-partikel subatomik. Partikel-partikel subatomik menyusun apa yang kita kenal sebagai tiga komponen atom, yaitu: proton, neutron dan elektron. Selanjutnya, atom-atom menyusun apa yang disebut sebagai unsur. Kita mengenal 92 unsur alamiah (lihat Tabel Periodik).

Unsur-unsur alamiah kemudian membentuk mineral-mineral, dan mineral-mineral berkombinasi membentuk berbagai jenis batuan.

Tuhan memberikan kekuatan kepada partikel-partikel subatomik, dan demikian pula kepada ketiga komponen atom. Dengan kekuatan-kekuatan tersebut semuanya bergerak, alam semesta, termasuk menggerakkan kehidupan di Bumi.

Proses alam berlangsung sesuai dengan ketetapan penciptanya. Partikel-partikel subatomik terus berinteraksi tanpa bisa diganggu oleh manusia. Demikian pula dengan elektron yang selalu bergerak mengelilingi inti atom. Reaksi fission (“fission”, the splitting of a nucleus into two “daughter” nuclei), fusion (“fusion” of two “parent” nuclei into one daughter nucleus), penangkapan neutron (“neutron capture”, used to create radioactive isotopes), dan peluruhan (various “decay modes”, in which nuclei “spontaneously” eject one or more particles and lose energy to become nuclei of lighter atoms), semua terus berlangsung di alam semesta, termasuk di Bumi yang kita diami ini. Kelanjutannya adalah semua proses alam terus berlangsung, baik disukai maupun tidak oleh manusia, mengikuti ketentuan penciptanya.

Pada tahapan yang lebih jauh, Bumi, dihidupkan dengan gerakan lempeng-lempeng kerak bumi, volkanisme, tiupan angin, hujan, sinar matahari, fotosintesis, metabolisme sel. Disukai atau tidak disukai oleh manusia, semua proses itu terus berjalan sesuai dengan ketetapan Tuhannya. Semua itu tidak terlepas dari proses-proses dasar yang berlangsung pada tingkat atomik.

Akal untuk memahami Proses Alam

Manusia diberi pikiran dan akal oleh Tuhan untuk dapat memahami alam, termasuk proses-prosesnya. Pemahaman manusia akan alam dan kemampauan memanfaatkannya dengan bijaksana menentukan tingkat kesejahteraan manusia itu sendiri. Sebaliknya, kegagalan manusia dalam memahami alam akan menyebabkan manusia mengalami hal yang sebaliknya. Manusia akan sengsara. Contoh yang sederhana adalah api. Pembakaran api yang terkendali telah terbukti memberikan manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan manusia. Mulai dari memasak di dapur, sampai meluncurkan pesawat ke ruang angkasa. Sebaliknya, pembakaran yang tidak dikendalikan juga telah terbukti menimbulka kerugian, seperti kebakaran rumah atau bangunan, kebakaran atau pembakaran hutan.

Ketika proses-proses alam itu berlangsung dan mengenai manusia, manusia mengatakan itu sebagai bencana, seakan-akan proses itu memang ditujukan untuk membuat manusia menderita, sengsara atau mengalami kerugian. Tulisan ini memberikan gambaran tentang berbagai proses alam tersebut berkaitan dengan berlangsungnya kehidupan di Bumi ini.

Posted in Cara Bumi di Hidupkan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Keterbatasan Sains

Posted by wahyuancol pada Mei17, 2008

Tulisan ini menanggapi ceramah tentang Asal Usul Alam Semesta dari Stephen Hawking.

Teks ceramah itu adalah teks dari Kuliah Fisika J. Robert Oppenheimer, dibawakan tanggal 13 Maret 2007 oleh Stephen Hawking, professor Lucasian matematika di Universitas Cambridge. Hawking berbicara di Gedung Zellerbach di kampus Universitas California, Berkeley.

Terjemahan teks kuliah dalam Bahasa Indonesia belum dapat saya tampilkan karena sedang menunggu izin dari penterjemahnya.

Intinya, ceramah itu menegaskan bahwa alam semesta memiliki awal dan kemudian berkembang dan akan mempunyai akhir.

==============

Mengapa kita di sini? Dari mana kita berasal?

Apa yang terjadi sebelum permulaan? Apakah yang Tuhan lakukan sebelum Dia menciptakan dunia?

Apakah membutuhkan sesosok Pencipta untuk menfirmankan bagaimana alam semesta bermula?

Apakah keadaan awal alam semesta, ditentukan oleh sebuah hukum sains?

Di mana alam semesta bermula?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul berkaitan dengan penciptaan alam semesta atau asal-usul alam semesta yang dicoba berikan jawabannya melalui kuliah tersebut.

——–

Ada satu hal kunci yang tidak disinggung, yaitu bahwa materi dan hukum-hukum yang mengatur karakternya adalah satu kesatuan yang muncul secara bersamaan. Dengan kata lain, hukum-hukum alam atau sains mulai berlaku bersamaan dengan saat munculnya materi. Demikian pulan dengan ruang dan waktu, ruang dan waktu mulai ada bersamaan dengan mulai beradanya materi dan hukum-hukum yang menyertainya. Konsekuansi dari hal tersebut dalah bahwa materi, sains, ruang dan waktu seperti yang kita alami sekarang hanya berlaku pada kondisi kesatuan mereka itu. Bila kita dapat menerima hal ini, maka adalah tidak relevan bila kita mempertanyakan: Apa yang ada sebelum alam semesta ini ada? Tidak relevan juga mempertanyakan di mana alam semesta ini diciptakan? Tidak relevan pula mempertanyakan adakah waktu sebelum alam semesta ini diciptakan? Demikian pula tidak relevan mempertanyakan bagaimana sains sebelum alam semesta ini ada?.

Pemikiran di atas bukan lah pemikiran sederhana yang dapat dengan mudah diterima oleh semua orang. Dengan menerima konsep di atas maka kita harus menerim adanya Tuhan yang Maha Menciptakan. Sebagaimana kita ketahui, tidak semua orang mau menerima adanya Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta isinya ini.

Manusia tidak terlibat dalam proses penciptaan alam semesta. Manusia adalah bagian dari alam semesta itu sendiri. Oleh karena itu, adalah mustahil manusia menjawab hal-hal di luar lam semesta seperti: Mengapa alam semesta ini diciptakan? Mengapa alam semesta berkembang seperti sekarang? Kemana arah perkembangan alam semeta?

Contoh yang paling sederhana adalah seperti pada diri manusia itu sendiri. Manusia mulai menyedari eksistensinya ketika manusia mulai dapat mengingat dan berpikir. Sebelum dapat mengingat dan berpikir, manusia belum menyadari dirinya ada. Kita lihat perkembangan manusia. Kita tidak mengetahui dari mana asal kita dan mengapa kita ada dan nantipun kita tidak akan tahu kemana kita akan pergi bila kita hanya mengandalkan kemampuan mengingat dan berpikir kita sendiri. Mari kita coba kembali ke memori masal lalu kita. Kapan kita mulai menyadari diri kita ada? Mungkin kita hanya dapat mengingat ketika kita mulai bersekolah di SD kelas satu, atau TK? Bila hanya mengandalkan pikiran kita pribadi, kita tidak akan tahu dimana kita lahir dan dari mana kita lahir serta mengapa kita lahir. Kemudian, ketika kita menjadi tua nanti, sebelum mati kita mungkin mengalami masa tidak-sadarkan diri atau pikun. Ketika itu kita tidak akan tahu lagi kemana kita akan pergi. Pengetahuan kia tentang dimana kita lahir, kapan kita lahir, dan mengapa kita lahir hanya dapat kita ketahui melalui catatan-catatan atau pemberitahuan dari orang tua kita atu orang-orang disekeliling kita. Intinya, segala informasi tentang diri kita sebelum kesadaran kita muncul hanya dapat kita ketahui dari sumber-sumber informasi di luar diri atau pikiran kita. Saya kira, demikian pula dengan alam semesta yang di dalamnya mencakup materi, sains, waktu dan ruang.

Dengan pimikiran di atas, kita dapat mengatakan bahwa sains tidak akan mampu memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: Mengapa alam semesta lahir?, Di mana alam semesta lahir? dan Kapan alam semesta lahir? dan Kapan pula alam semesta akan berakhir?. Kita hanya bisa tahu bahwa segala sesuatu pasti ada awalnya dan ada pula akhirnya. Sains hanya dapat menjelaskan proses-proses yang berlangsung di alam semesta ini.

Posted in Cara Bumi di Hidupkan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »