Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Posts Tagged ‘Gunungapi’

Lava

Posted by wahyuancol pada November7, 2010

Pengertian Lava

Lava adalah magma yang muncul di permukaan Bumi. Tempat munculnya magma ini dapat di puncak gunungapi atau di lereng gunungapi, dan diberbagai tempat lain.

Fenomena terkait

Bila lama muncul di kawah gunungapi dan kemudian membeku, maka tubuh yang terbentuk itu disebut Sumbat Gunungapi (volcanic plug).

Bila sumbat itu berbentuk kubah (dom), maka disebut Kubah Volkanik (volcanic dom). Gunung Merapi yang sedang bererupsi sekarang ini terkenal akrab dengan fenomena ini.

Bila lava tersebut keluar dari kawah gunungapi dan kemudian terus mengalir menuruni lereng gunungapi itu, maka disebut Aliran Lava (Lava flow). Bila lava yang keluar ini ternyata mengalir melainkan jatuh dari puncak gunuingapi, maka disebut Guguran Lava.

Bila magma keluar dibawah air atau di dasar laut, maka lava yang mengalir keluar akan membeku dengan membentuk kenampakan seperti bantal sehingga dikenal sebagai Lava Bantal (Pillow Lava).

Artikel terkait: Magma

Iklan

Posted in GLOSARIUM, L | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Volkanisme 3 (hakekat, kerugian dan manfaat)

Posted by wahyuancol pada November6, 2010

Hakekat Volkanisme

Apabila kita memandang volkanisme sebagai suatu proses alam, maka kita akan dapat melihat bahwa:

  1. Volkanisme sesungguhnya adalah pergerakan material dari dalam bumi ke permukaan bumi. Melalui volkanisme magma yang berada di dalam bumi keluar ke permukaan bumi.
  2. Melalui volkanisme, terjadi suplai material (batuan) ke permukaan bumi. Hal ini terlihat dari munculnya material baru dari dalam bumi yang menyertai volkanisme. Dengan demikian, volkanisme dapat dikatakan sebagai salah satu mekanisme untuk menyeimbangkan keberadaan batuan di permukaan bumi. Apabila tidak ada volkanisme, maka batuan yang tererosi oleh proses erosi tidak dapat terbarukan.
  3. Melalui volkanisme, tidak hanya terjadi suplai batuan, tetapi juga terjadi suplai mineral-mineral dari dalam bumi ke permukaan bumi. Perlu disadari bahwa deposit mineral di dalam bumi yang primer terjadi melalui aktifitas magma yang naik ke permukaan bumi ini.

Demikian hakekat volkanisme.

Kerugian karena Volkanisme

Dari sudut pandang manusia, volkanisme dapat menimbulkan kerugian bagi manusia apabila berbagai fenomena yang timbul yang berkaitan dengan volkanisme ini menimpa manusia. Kerugian dapat terjadi dalam bentuk kehilangan nyawa dan harta benda.

Tulisan ini dibuat ketika Gunung Merapi di perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bererupsi (Sabtu, 6 Nopember 2010). Drama erupsi Merapi itu memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kerugian volkanisme bagi manusia. Telah lebih dari 100 orang meninggal dunia, ribuan orang menjadi pengungsi. Tidak terhitung berapa jumlah  hewan ternak yang mati dan berapa luas areal perkebunan dan pertanian yang rusak. Juga belum terhitung berapa rumah yang rusak dan harta benda bergerak yang rusak atau hilang. Debu tersebar ke mana-mana menebarkan ancaman masalah kesehatan. Sementara itu endapan pasir di lereng gunung tesedia dan siap meluncur ke bawah sebagai banjir lahar yang dalam meratakan apapun yang dilaluinya. Belum terhitung berapa panjang jalan yang rusak dan jembatan yang putus. Pelabuhan udara di Yogyakarta dan Solo ditutup sehingga banyak orang yang tidak dapan datang atau pergi memaluinya.

Demikian gambaran kerugian karena volkanisme.

Manfaat Volkanisme

Sekarang mari kita lihat gunung yang menjulang tinggi dengan lereng yang menghijau karena tanaman yang menumbuhinya. Siapapun akan mengatakan itu pemandangan yang indah (Pemandangan Indah). Kemudian, morfologi yang menjulang tinggi dari gunungapi memberikan hawa yang sejuk, sehingga banyak lokasi wisata berada di lingkungan aktifitas volkanisme ini (Tempat berhawa sejuk).

Volkanisme menghasilkan endapan debu dan pasir serta batu (Bahan Galian Golongan C, Bahan Bangunan). Sebelum mengalami pelapukan, semua material itu adalah bahan bangunan yang baik dan diidamkan manusia. Banyak orang menggantungkan hidupnya dengan menambang batu dan pasir di lingkungan gunungapi. Kemudian, apabila semua material itu lapuk, maka akan menghasilkan lahan pertanian yang subur (Lahan yang Subur). Kita banyak melihat sawah, ladang, kebun dan hutang berada di lereng gunungapi. Banyak pemukiman berkembang di lereng gunungapi karena kehidupan yang dijanjikannya melalui tanah yang subur dan air yang melimpah (Sumber air tawar).

Dari sisi yang lain, volkanisme menyebabkan mineral-mineral dari magma terendapkan ke dekat atau di permukaan bumi sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia (Bahan Galian Mineral, Bahan Tambang). Tanpa volkanisme, manusia tidak akan bisa mendapatkan mineral-mineral yang ada di dalam magma. Manusia tidak akan mendapatkan besi, emas, perak, tembaga, nikel, timah dan sebagainya yang ada di dalam magma apabila tanpa volkanisme. Tanpa logam-logam itu, tidak terbayangkan manusia bisa membuat pesawat terbang seperti sekarang ini.

Volkanisme juga memberikan energi bagi manusia (Energi Panas Bumi, Energi Geothermal). Banyak pembangkit listrik yang digerakkan oleh energi dari panas bumi di lingkungan volkanisme. Selain itu, ada pula sumber air panas atau mata air panas di lingkungan volkanisme (Air Panas).

Demikianlah gambaran manfaat volkanisme.

Penutup

Setelah mengatahui hakekat, kerugian dan manfaat volkanisme, satu hal utama yang patut dipahami adalah bahwa volkanisme adalah salah satu cara Tuhan menghidupkan bumi ini. Dengan volkanisme, Tuhan memberikan bahan-bahan atau perangkat untuk kehidupan manusia. Kepada manusia, Tuhan memberikan akal sehingga manusia dapat memanfaatkan sumber-sumber kehidupan itu, dan menghindar dari bahaya yang mengancamnya.

Perlu juga diketahui bahwa dalam jangka panjang, Jangka Waktu Geologi, volkanisme juga mendaur ulang Lithosfer, Hidrosfer dan Atmosfer. Dengan sistem bersiklus inilah Tuhan menghidupkan Bumi kita ini.

Artikel terkait: Magma

Volkanisme 1 (Volkanisme: pengertian dan fenomena)

Volkanisme 2 (Erupsi Gunungapi: proses geologi berdampak global)

Posted in Cara Bumi di Hidupkan, FILSAFAT, PROSES (BENCANA) ALAM, V, Volkanisme | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Volkanisme 1 (pengertian dan fenomena)

Posted by wahyuancol pada Oktober25, 2010

Volkanisme adalah fenomena aktifitas magma dari dalam bumi (dapur magma) yang naik ke permukaan bumi dan muncul di permukaan bumi. Di permukaan bumi, fenomena volkanisme yang paling menonjol dan dominan saat ini adalah, munculnya tubuh gunungapi, seperti yang ada di Indonesia. Di Hawai, aktifitas volkanisme menghasilkan semburan lava yang menyerupai air mancur yang dikenal sebagai lava fountain.

Aktifitas volkanisme ini merupakan penyebab dari hadirnya berbagai fenomena alam yang lain, yaitu gempa bumi (gempa volkanik), letusan gunungapi, semburan debu dan pasir, aliran lava, aliran awan panas, guguran lava, semburan gas (termasuk gas beracun), dan mata air panas.

Gempa volkanik adalah getaran yang terjadi karena proses naiknya magma ke permukaan bumi.

Letusan gunungapi atau erupsi letusan gunungapi adalah fenomena keluarnya magma di permukaan bumi yang diiringi dengan letusan yang melontarkan batuan, pasir,  debu dan gas ke angkasa karena tekanan gas yang sangat tinggi.

Semburan debu dan pasir adalah fenomena keluarnya magma di permukaan bumi yang menyemburkan pasir, debu dan gas. Tekanan gas tidak cukup kuat menimbulkan letusan.

Aliran lava adalah fenomena keluarnya magma dalam bentuk aliran.

Aliran awan panas (glowing clouds) adalah fenomena meluncurnya material panas berupa campuran  batu, kerikil, pasir dan debu dari puncak gunungapi yang menuruni lereng gunungapi. Debu yang berterbangan selama proses luncuran tersebut menyerupai awan.

Guguran lava (glowing avalance) adalah fenomena keluarnya lava dari puncak gunungapi dan kemudian meluncur menurini lereng gunungapi.

Semburan gas volkanik dari dalam bumi di kawasan gunungapi atau komplek gunungapi merupakan salah satu dari indikasi dari periode  akhir dari suatu periode aktifitas volkanisme atau dikenal sebagai Post Volcanic Fenomena. Hadirnya semburan gas volcanik menunjukkan bahwa di daerah tersebut pernah ada aktifitas volkanisme dan aktifitasnya telah mereda. Gas yang disemburkan itu adalah gas yang dilepaskan oleh magma.

Mata air panas (Hot Spring), seperti halnya semburan gas volkanik, juga merupakan indikasi dari akhir dari suatu periode aktifitas volkanisme. Kontak air tanah dengan panas dari magma menyebabkan air muncul sebagai mata air panas.

Selain gunungapi, kenampakan lain di permukaan bumi yang berkaitan dengan aktifitas volkanisme adalah hadirnya danau yang terbentuk karena erupsi letusan gunungapi. Salah satu contohnya adalah Danau Toba di Sumatera Utara. Danau tersebut sesungguhnya adalah sebuah kaldera yang terbentuk karena erupsi letusan gunungapi. Dalam sejarah Indonesia, letusan Gunung Krakatau tahun 1888 merupakan salah satu contoh dari erupsi letusan yang setara sebanding dengan letusan gunungapi purba yang menghasilkan Danau Toba.

Salam,

WBS

Artikel terkait: Magma, Lava

Volkanisme 2 (Erupsi gunungapi: proses geologi berdampak global)

Volkanisme 3 (hakekat, kerugian dan manfaat)

Posted in GLOSARIUM, PROSES (BENCANA) ALAM, V, Volkanisme | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Hidrogen Sulfida

Posted by wahyuancol pada Juli31, 2009

Hidrogen sulfida atau H2S adalah gas beracun.

Sebutan lain untuk gas ini adalah dihidrogen sulfida, dihidrogen monosulfida, sulfur hibrid, hidrogen tersulfurkan (sulfureted hydrogen), atau asam hidrosulfurik (hydrosulfuric acid).

Gas ini tidak berwarna; berbau seperti telur busuk. Densitasnya 1,4 g/L pada 25 derajad Celsius, lebih berat daripada udara (densitas udara = 1). Karena lebih berat daripada udara, maka di alam terbuka gas ini akan terkonsentrasi di tempat-tempat yang rendah.

Faktor konversi: 1 ppm = 1,4 mg/m3 pada 25derajad Celsius.

Sekitar 90% sumber yang melepaskan gas hidrogen sulfida ke udara bersifat alamiah. Hidrogen sulfida terlepas ke udara sebagai hasil dari dekomposisi material organik atau tumbuhan dan hewan yang mati oleh bakteri, khususnya di lingkungan basah dengan kandungan oksigen terbatas.

Gas ini dapat dijumpai terlarut di dalam air laut, danau atau sungai. Di laut atau di danau atau sungai, gas ini berasal dari aktifitas bakteri pereduksi sulfat di lingkungan anaerob atau lingkungan beroksigen rendah. Kondisi yang anaerob di ketiga lingkungan tersebut terdapat di dasarnya, yaitu beberapa senti meter di bawah permukaan sedimen dasar; atau di lingkungan yang memiliki sirkulasi air yang buruk sehingga lingkungan tersebut kekurangan oksigen.

Mata air panas (hot spring), gunungapi, dan sumber panas bumi (geothermal) juga melepaskan gas hidrogen sulfida.

Hidrogen sulfida juga dijumpai di dalam minyak dan gas bumi. Gas atau minyak bumi yang banyak mengandung hidrogen sulfida disebut sour.

Hidrogen sulfida juga dihasilkan oleh proses-proses industri, terutama dari penambangan dan pengolahan minyak dan gas alam, dari industri kertas dan pulp, serta dari instalasi pengolahan air limbah, instalasi pengolahan pupuk organik (manner-handling plant), industri penyamakan kulit, dan industri pengecoran logam.

Bila ingin tahu lebih jauh tentang:

  • sifat racun dari hidrogen sulfida, silahkan klik ini.
  • kaitan dengan lingkungan, silahkan klik ini.
  • kaitannya dengan indrustri minyak dan gas alam, silahkan klik ini.
  • Spesifikasi untuk industri, silahkan klik ini.

Semoda bermanfaat.

Salam.

WBS

Posted in GAS, GLOSARIUM, H | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , | 7 Comments »