Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Archive for the ‘FILSAFAT’ Category

Bisnis Online, Kejujuran dan Saling Percaya

Posted by wahyuancol pada November25, 2017

Perkembangan teknolologi telah memungkinkan orang untuk bertransaksi secara online. Dengan bisnis online, seseorang bisa bertransaksi dimanapun dia berada. Sebagai contoh, untuk berbelanja seseorang tidak harus keluar rumah untuk mendatangi toko dan melihat barang dan bertransaksi secara langsung, tetapi bisa dilakukan dari manapun dia berada. Barang-barang bisa dicari dengan mengunjungi situs-situs tertentu, bisa dilihat tampilan fisiknya, diketahui spesifikasi, kualitas dan harganya, dan pembayaran bisa dilakukan segera setelah barang ditemukan dan harganya dirasa cocok. Setelah pemesanan dan pembayaran dilakukan, kita tinggal menunggu kiriman barang dalam rentang waktu yang dijanjikan. Sederhana bukan?

Uraian di atas memberikan gambaran bahwa bertransaksi secara online sangat sederhana dan mudah. Pengalaman berbelanja yang demikian sederhana dan mudah ini saya gambarkan berdasarkan pengalaman pribadi dari beberapa kali melakukan belanja online. Tentu kemudian timbul pertanyaan, mengapa bisa sedemikian mudah dan sederhana?

Kejujuran dan saling percaya adalah kuncinya.

Bagi kita sebagai pembeli, ketika kita melihat barang yang ditawarkan, kita melihat fisiknya, membaca keterangannya, dan kemudian tentu membayangkan kualitasnya. Selanjutnya, kita percaya bahwa tampilan barang itu tidak menipu. Keterangan tentang barang itu juga tidak menipu. Juga, kita percaya bahwa setelah pembayaran kita lakukan barang segera dikirimkan.

Di pihak lain, bila kita sebagai penjual, ketika kita menawarkan barang secara online, maka disitulah kita dituntut untuk jujur. Kita dituntut untuk jujur tentang kualitas dan spesifikasi barang yang kita tawarkan. Kita dituntut untuk jujur dengan janji untuk segera melakukan pengiriman setelah mengetahui pembayaran telah dilakukan sesuai dengan harga barang.

Dalam sistem transasisi online, kejujuran dan saling percaya bisa membuat segalanya menjadi sangat sederhana dan mudah. Apabila tidak ada kejujuran dan saling percaya, maka transaksi online menjadi hal yang tidak menyenangkan. Bisa kita bayangkan betapa kecewanya kita selaku pembeli bila ternyata barang yang telah kita beli ternyata tidak sesuai kualitasnya dengan spesifikasi yang dijelaskan. Barang yang tidak sesuai itu mungkin tidak bisa dipakai sama sekali. Dengan kata lain, kita telah tertipu.

Komplain? Bisa kita lakukan, tetapi itu mungkin tidak mudah. Banyak waktu, tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan ketika melakukan komplain, apalagi bila barang yang dibeli itu dikirim dari tempat yang jauh. Bila keadaan seperti ini terus terjadi, maka belanja online menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya bila hal itu terjadi. Aktifitas transaksi akan berhenti.

Ilustrasi yang telah saya berikan itu memberikan gambaran bahwa di zaman dengan teknologi yang telah demikian maju ini, kejujuran dan saling percaya merupakan kunci penting bagi berkembangnya kehidupan manusia.

Salam,

WBS

Iklan

Posted in FILSAFAT, Manusia | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Gerakan Tanah 01 (Definisi dan Arti)

Posted by wahyuancol pada Desember14, 2014

(Penulisan artikel ini terinspirasi oleh peristiwa longsor di Kabupaten Banjarnegara yang menimbun Dusun Jimblung, 14 Desember 2014)

Definisi dan Pengertian Gerakan Tanah

Gerakan Tanah adalah pergerakan atau perpindahan material di permukaan bumi dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah karena gaya gravitasi.

Kata “Gerakan Tanah” adalah terjemahan dari kata dalam Bahasa Inggris “Mass Movement” atau “Mass Wasting“.

Material yang yang bergerak dapat berupa tanah, bongkah batuan atau hancuran batuan.

Gerakan material yang menuruni lereng tersebut berkisar dari sangat cepat sampai sangat lambat.

Gerakan tanah dapat melibatkan komponen air, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Maksudnya, air yang terlibat tidak menjadi media yang membawa material yang bergerak itu, seperti air pada aliran sungai.

Di Indonesia, gerakan tanah yang paling dikenal adalah “tanah longsor“.

Arti Gerakan Tanah

Gerakan tanah adalah salah satu proses yang penting di permukaan bumi. Dengan gerakan tanah, permukaan bumi diukir atau dikupas, dan material dipemukaan bumi berpindah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Lebih jauh lagi, dengan gerakan tanah material di permukaan bumi yang berada di tempat-tempat yang tinggi dapat lebih cepat masuk ke dalam sistem aliran sungai, sehingga dapat ditransportasikan ke laut melalui aliran sungai, untuk akhirnya diendapkan di laut.

Arti penting dari gerakan tanah akan terlihat jelas bila kita melihat sistem sedimentasi dari sudut pandang atau dengan pendekatan “sumber dan tempat pengendapan” (the source-to-sink) (Gambar 1), atau dari sudut pandang sistem aliran sungai (Gambar 2).

Gambar 1. Sistem sedimentasi dilihat melalui pendekatan “sumber dan tempat pengendapan”. Sumber gambar: G. Bertotti, TU Delft OpenCourseWare. Dalam sistem ini, gerakan tanah banyak terjadi di daerah sumber.

Gambar 2. Sistem aliran sungai. Sumber gambar: Lyle C. Begay, Fluvial Geomorphology. Dalam sistem ini, gerakan tanah terutama terjadi di daerah hulu.

 

 

Posted in Cara Bumi di Hidupkan, FILSAFAT, Gerakan Tanah, PROSES (BENCANA) ALAM | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

Erupsi Sinabung 2013-2014: zona bahaya bukan untuk dilanggar!

Posted by wahyuancol pada Januari22, 2014

Sampai bulan Januari 2014 Gunung Sinabung masih terus aktif menyemburkan material dari dalam perutnya. Erupsi gunungapi tersebut telah berlangsung selama 4 bulan lamanya, dan belum ada indikasi kapan erupsi itu akan berhenti. Ada hal yang menarik untuk dicatat terkait dengan erupsi Gunung Sinabung ini, yaitu tidak ada korban jiwa karena erupsi gunung tersebut. Hal ini perlu mendapat perhatian karena ini merupakan suatu prestasi yang pantas dicermati.

Tidak adanya korban jiwa dalam erupsi gunungapi dapat karena berbagai hal, antara lain:

  1. Pemerintah yang sigap menangani masalah ini. Termasuk dalam kategori ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan: (a) sistem peringatan dini terhadap bahaya erupsi gunungapi, (b) cara penyampaian informasi yang baik sehingga dapat diterima oleh masyarakat, (c) proses pengungsian yang baik, dan (d) manajemen pengungsi yang baik di lokasi pengungsian. Erupsi gunungapi yang sulit diperkirakan kondisinya sering menjadi masalah ketika menyampaikan anjuran kepada masyarakat di sekitar kawasan gunungapi untuk mengungsi.
  2. Masyarakat patuh terhadap anjuran untuk mengungsi. Kepatuhan masyarakat untuk memenuhi anjuran untuk mengungsi merupakan hal yang sangat penting. Dalam kasus pengungsian terkait dengan erupsi gungapi, meraih kepercayaan masyarakat sehingga mereka mau untuk mengungsi merupakan hal yang sering tidak mudah. Banyak alasan yang bisa dipakai untuk menolak anjuran untuk mengungsi, mulai dari keyakinan  bahwa bencana erupsi tidak akan mengenainya hingga kekhawatiran akan keselamatan harta benda yang ditinggalkan.

Hal lain yang rasanya perlu disampaikan di sini adalah bahwa kita dapat memandang erupsi Gunung Sinabung sebagai hal yang patut disambut dengan kegembiraan atau disyukuri. Tentu ada yang bertanya, mengapa demikian?

Perlu di ketahui bahwa kawasan lereng Gunung Sinabung yang sekarang ini sedang diselimuti oleh debu volkanik adalah daerah pertanian yang penting di Sumatera bagian utara. Hasil-hasil pertaniannya dirasakan manfaatnya hingga Banda Aceh di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, di ujung barat Pulau Sumatera. Aktifitas pertanian di kawasan Gunung Sinabung yang telah berlangsung sekian lama hingga sebelum eruposi di bulan September 2013 ternyata telah menyebabkan turunnya kesuburan lahan-lahan pertanian dan telah meningkatkan penggunaan pupuk. Saat ini, lahan pertanian yang telah turun kesuburan alamiahnya sedang diselimuti debu volkanik. Pada saatnya nanti, setelah erupsi berakhir dan material debu volkanik itu mengalami pelapukan, maka akan hadir tanah yang sangat subur di daerah tersebut. Dengan pola pikir yang demikian ini, maka pantaslah bila kita bersyukur dengan terjadinya erupsi gunungapi tersebut, karena erupsi tersebut menunjukkan Tuhan sedang memperbaiki lahan pertanian kita yang telah turun kesuburannya. Yang diperlukan sekarang ini hanyalah bersabar menunggu proses penyuburan lahan itu selesai.

————————–

Selasa 4 Februari 2014

Catatan lebih dari empat bulan erupsi yang tidak memakan korban jiwa dari erupsi Gunung Sinabung ternyata harus berakhir di hari Sabtu 1 Februari 2014. Erupsi yang meluncurkan awan panas di hari itu telah menewaskan 14 orang.  Dari jumlah tersebut, 4 orang korban adalah pelajar SMK, 4 orang mahasiswa, 4 orang warga luar daerah, 1 orang guru, dan 1 orang warga Kabanjahe (Inilah.com).  Disebutkan juga,  2 orang mahasiswa yang tewas adalah dari  Sekolah Tinggi Komunikasi Pembangunan Medan (Vivanews). Warga setempat yang tewas diduga adalah pemandu para pelajar/mahasiswa (Tempo). Selain itu, ada pula yang menyebutkan bahwa 7 orang dari 14 orang yang tewas itu adalah para relawan GMKI yang tewas di dalam tugas (Metrotvnews).

Berkaitan dengan korban jiwa tersebut, perlu kita ketahui siapa mereka dan bagaimana mereka bisa menjadi korban. Memang belum jelas diberitakan siapa sesungguhnya mereka yang tewas, tetapi yang pasti ternyata mereka sebagian besar adalah bukan penduduk setempat yang tidak mau mengungsi, melainkan warga luar daerah yang masuk ke zona bahaya dengan panduan penduduk setempat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa telah terjadi pelanggaran zona bahaya. Kesimpulan ini diketahui dari berita yang menyebutkan masih ada yang masuk ke zona bahaya (Metrotvnews), berita yang menyebutkan TNI AD dan Brimob menjaga perlintasan agar warga tidak masuk ke zona bahaya (Okezone).

Apapun yang kemudian dilakukan setelah jatuh korban jiwa memang tidak dapat mengembalikan para korban, tetapi peristiwa ini menjadi pelajaran bahaya penetapan zona bahaya bukan pernyataan isapan jempol yang bila dilanggar tidak mendatangkan resiko.

Salam,

Wahyu 

Posted in Cara Bumi di Hidupkan, FILSAFAT, HUMANIORA, Manusia dan Alam, Memahami Pengaturan, PROSES (BENCANA) ALAM, TUHAN, Volkanisme | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

Banjir 2014 di Pulau Jawa

Posted by wahyuancol pada Januari21, 2014

Musim hujan di awal tahun 2014 ini menyebabkan banjir di berbagai wilayah di Indonesia. Khusus di Pulau Jawa banjir terjadi menyeluruh di kawasan pesisir utara mulai dari daerah Serang, Banten di bagian barat hingga Rembang di bagian timur. Banyak kerugian materil yang timbul karena banjir tersebut, baik karena pemukiman yang terendam air maupun lumpuhnya transportasi. Pada kesempatan ini kita tidak membicarakan tentang berbagai kerugian tersebut atau penyebab banjir, tetapi akan kita lihat banjir tersebut dari sudut pandang yang lain, yaitu banjir sebagai proses geomorfologi.

Air adalah salah satu agen geomorfologi yang penting di bumi ini. Dengan aktifitas air, permukaan bumi diukir dan berbagai bentang alam dibentuk. Kita yang hidup di permukaan bumi ini, khususnya di Indonesia, sebagian besar hakekatnya adalah hidup di atas bentang alam hasil bentukan oleh proses geomorfologi yang dikerjakan oleh air, baik itu yang tinggal di daerah pegunungan, perbukitan maupun di dataran rendah.

Melalui proses erosi, air mengukir pegunungan atau perbukitan menghasilkan lereng-lereng, punggungan-punggungan dan lembah-lembah. Sementara itu, melalui proses sedimentasi air membentuk dataran.

Aliran air di daerah pegunungan atau perbukitan mengukir pegunungan atau perbukitan tersebut. Rempah-rempah batuan hasil ukiran tersebut kemudian ditransportasikan ke daerah yang lebih rendah untuk kemudian diendapkan. Maka terbentuklah berbagai lahan datar. Melalui mekanisme seperti itulah sebagian besar bagian Pulau Jawa ini diukir dan dibentuk oleh air.

Kawasan pesisir utara Pulau Jawa yang sekarang ini tergenang air banjir terbentuk dengan cara seperti itu. Air banjir yang turun dari daerah pegunungan atau perbukitan di bagian tengah pulan hakekatnya saat ini sedang bekerja dalam skala besar mengukir pegunungan dan perbukitan, mentranspor rempah-rempah hasil ukiran ke laut. Dalam perjalanannya ke laut, sebagian dari rempah-rempah tersebut diendapkan di dataran rendah.

Rempah-rempah atau material atau sedimen yang ditranportasikan oleh aliran air tersebut kaya akan zat hara. Oleh karena itu, mudah dimengerti kalau dataran rendah yang ada di pesisir utara Pulau Jawa itu adalah lahan yang subur. Di lapangan kita melihat bahwa dataran pesisir di utara Pulau Jawa tersebut adalah daerah pertanian yang subur. Dengan pola pikir seperti itu, maka dapat dikatakan bahwa banjir yang berulang terjadi di daerah tersebut hakekatnya adalah cara Tuhan untuk menjaga kelangsungan hidup kita, yaitu dengan memperbaiki kesuburan lahan terus menerus tanpa kita memintanya.

Jadi, banjir yang terjadi sekarang ini menunjukkan Tuhan sedang memperbaiki lahan agar kita dapat memanfaatkannya lagi setelah banjir berakhir. Selain itu, peristiwa ini juga mengingatkan kita bahwa lahan yang sekarang ini mengalami banjir adalah lahan pertanian yang subur. Mengingatkan kembali tentang hal ini penting karena sekarang banyak lahan pertanian yang telah dikonversi untuk penggunaan lain, termasuk pemukiman.

Kemudian, banjir yang merupakan rahmat Tuhan itu sekarang menjadi bencana. Ini mengingatkan agar kita manusia menyesuaikan diri dengan sistem alam yang diciptakan Tuhan dengan mempergunakan akal dan pikiran yang juga telah diberikan kepada kita.

Salam,

WBS

Posted in Air, Banjir, Cara Bumi di Hidupkan, Erosi, FILSAFAT, HIDROSFER, HUMANIORA, Manusia dan Alam, PROSES (BENCANA) ALAM, Sedimentasi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Kawasan Zoogeografi (Wallace, 1876)

Posted by wahyuancol pada Oktober31, 2011

Zoogeografi adalah ilmu tentang penyebaran hewan hidup di Bumi (di darat maupun di laut), dan pendahulunya (dalam ruang dan waktu). Ilmu ini adalah cabang dari ilmu zoologi, dan berkaitan dengan geografi dan geologi.

Fakta sekarang adalah bahwa tempat yang berbeda di permukaan bumi (di daratan) dihuni oleh hewan yang berbeda atau oleh fauna yang berbeda. Perbedaan itu bukan karena perbedaan temperatur atau iklim, dan bukan karena jarak antara satu tempat dengan tempat lain. Sebagai contoh antara Pulau Bali dan Pulau Lombok yang berjarak 20 mil. Di antara kedua pulau itu diletakkan garis batas karena dihuni oleh falimi mammalia dan burung yang berbeda.  Untuk memahami dan menjelaskan penyebaran hewan darat hidup sekarang perlu memperhitungkan pendapat ilmu geologi yang mengajarkan bahwa telah terjadi perubahan konfigurasi massa daratan di Bumi yang ditunjukkan oleh sisa-sisa fosil hewan.

Untuk memahami fakta tentang distribusi fauna sekarang penting dilakukan studi tentang fosil. Meskipun demikian, dengan mempelajari fauna-fauna yang ada juga dapat dipetakan kawasan zoogeografi.

Pioner penelitian zoogeografi adalah Dr. P.L. Sclater. Ia menulis tentang distribusi geografi burung yang dipublikasikan di dalam Journal of Linnean Society of London tahun 1858. Ia memetakan dan memberi nama enam kawasan zoologi. Dua tahun kemudian Dr. A. Russel Wallace di dalam jurnal yang sama mendiskusikan denga lebih mendetil tentang penyebaran hewan di Malay Archipelago dan Australasia. Kemudian tahun 1876 muncul makalahnya “Geographical Distribution of Animals”, yang pertama kali meletakkan studi distribusi geografi hewan secara umum dan menyeluruh dan atas dasar ilmiah. Dengan sedikit melakukan modifikasi, nama-nama enam kawasan zoologi dari Dr. Sclater diadopsi oler Dr. Wallace yang mempergunakan mammalia sebagai dasar.

Enam kawasan zoogeografi menurut Dr. A.R. Wallace tahun 1876 adalah (Gambar):

  1. Palaearctic: meliputi kawasan Eropa sampai Eslandia, Afrika bagian utara tropik Cancer, kawasan utara Jazirah Arabia, Persia, Indus, China bagian utara sampai Jepang.
  2. Ethiopian: meliputi kawasan Afrika sebelah selatan tropik Cancer, Jazirah Arab bagian selatan, Madagaskar dan pulau-pulau disekitarnya.
  3. Oriental atau Indo-Malay: meliputi kawasan India, Sri Lanka, Indo-China, China bagian selatan, Malay-Archipelago yang mencakup Filipina, Kalimantan dan Jawa. Kawasan ini dibedakan lagi menjadi empat kawasan yang lebih kecil, yaitu: Indo-Malay, Indo-China, India, dan Sri Lanka (Gambar)
  4. Australasia: meliputi kawasan Malay-Archipelago bagian timur, Australia, Selandia Baru, dan pulau-pulau tropis di Pasifik.
  5. Neotropical: meliputi kawasan Amerika Selatan dan pulau-pulau disekitarnya, Hindia Barat atau Antiles, Amerika tengah, dan Meksiko.
  6. Neartic: meliputi kawasan Amerika Utara dan Greenland.

Batas-batas kawasan zoogeografi tidak dapat ditentukan secara tepat, karena distribusi geografi suatu kelompok hewan tidak sama dengan distribusi kelompok hewan yang lainnya. Salah satu contohnya adalah Garis Wallace yang telah digeser beberapa kali posisinya, dan juga beberapa peneliti meletakkan batas antara kawasan Oriental dan Australasia di tempat yang berbeda (Gambar).

Dengan makin berkembangnya kegiatan penelitian, maka perubahan-perubahan pun dilakukan. Peta zoogeografi sekarang tentu berbeda dari peta zoogeografi yang pertama kali dipublikasikan oleh Dr. Wallace.

Semoga bermanfaat.

Salam,

WBS

Sumber:

Zoological Distribution (http://www.scricciolo.com/zoological_distribution.htm),

Zoogeographic Province (http://www.radford.edu/~swoodwar/CLASSES/GEOG235/zoogeog/zooreg.html)

Posted in Cara Bumi di Hidupkan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »