Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Posts Tagged ‘Atom’

Memahami Proses Penciptaan 3: Partikel elementer dan material organik

Posted by wahyuancol pada September3, 2009

Pada kesempatan sebelumnya, kita telah berbicara tentang partikel elementer dan alam semesta. Sekarang kita coba berbicara tentang partikel elementer dan material organik.

————————-

Material Organik

Di dalam ilmu kimia, orang membedakan antara senyawa organik dan inorganik. Perbedaan awal antara senyawa organik dan inorganik itu didasarkan pada kepercayaan bahwa molekul-molekul dari sistem yang hidup (living system, organisme) adalah unik dan tidak dapat disintesis atau diciptakan di dalam laboratorium. Sekarang, pendapat itu tidak dapat diterima, karena sekarang di dalam industri manufaktur menghasilkan senyawa organik baik dalam riset maupun industri obat-obatan adalah hal yang rutin dilakukan. Memang, secara alamiah, molekul-molekul organik dihasilkan oleh sistem yang hidup.

Senyawa organik adalah senyawa kimia yang mengandung karbon yang memiliki kelompok fungsional.

Di dalam ilmu kimia, sejumlah kecil atom di dalam suatu susunan dapat menentukan sifat-sifat kimia dari suatu kelompok senyawa kimia dan sifat-sifat molekul dimana atom itu bergabung. Kelompok senyawa itu adalah kelompok fungsional (functional groups). Misalnya, group carboxyl COOH, atau group amine NH2.

Material organik dapat didefinisikan sebagai senyawa kimia yang merupakan rantai karbon dan mengandung hidrogen dengan atau tanpa oksigen, nitrogen atau unsur-unsur lain.

Penyusun Tubuh Manusia

Tubuh manusia terutama tersusun oleh empat unsur atau elemen utama, yaitu hidrogen (H), oksigen (O), karbon (C), dan nitrogen (N). Kombinasi dari unsur-unsur kimia itulah yang menentukan atau membentuk berbagai komponen tubuh manusia.

Komponen penyusun tubuh manusia adalah:

  1. Air (H2O), sebanyak 98-99%.
  2. Lemak atau Lipid, dominan tersusun oleh H dan C.
  3. Protein, merupakan senyawa yang tersusun oleh C, H, O, N, S dan unsur-unsur lain.
  4. Karbohidrat, pemberi energi bagi sel, tersusun oleh C, H dan O.
  5. Nucleic Acid adalah penyimpan, penyalur dan pengekspresi informasi genetik. Nucleic acid tersusun oleh sub-unit yang disebut nucleotide yang mengandung satu group fosfat, satu gula dan satu ring atau rantai karbon dan atom nitrogen.

Uraian tentang tubuh manusia ini juga mewakili gambaran tentang hewan.

Penyusun Tumbuhan

Kayu bukan senyawa kimia tunggal, tetapi memiliki berbagai struktur. Semua struktur tersebut dikenal sebagai senyawa organik yang sebagian besar adalah karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O).

Kayu sebagian besar adalah selulose. Selulose adalah karbohidrat yang tersusun oleh C, H dan O.

———————————

Dari uraian di atas jelas bahwa, senyawa organik atau material organik penyusun tubuh manusia dan hewan serta tumbuhan tersusun oleh unsur-unsur atom yang merupakan bagian unsur-unsur atom yang kita kenal dalam Sistem Periodik atau Susunan Berkala unsur kimia. Unsur-unsur yang dominan adalah C, H, O, N, S dan P.

Dengan demikian, kita pun dapat mengatakan bahwa tumbuhan, hewan dan manusia juga berasal dari partikel elementer, sebagaimana halnya dengan mineral dan batuan serta Bumi yang telah kita bicarakan sebelumnya.

Akhirnya, kembali kita dapat bertanya: siapa yang memberikan potensi kepada atom-atom itu dan mengendalikannya untuk membentuk senyawa organik? Tidak mungkin kan semua itu terjadi secara kebetulan?

Demikian hubungan antara partikel elementer dan material organik.

Semoga bermanfaat.

Selamat berpuasa.

Salam,

Wahyu

Posted in Alam Semesta, Penciptaan, TUHAN | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

Memahami Proses Penciptaan 1: Tuhan Memulai Penciptaan dari Partikel Elementer

Posted by wahyuancol pada Agustus27, 2009

Atom

Di dalam ilmu kimia dan fisika, teori atom adalah teori tentang sifat materi. Teori itu menyebutkan bahwa materi atau benda tersusun oleh unit-unit kecil yang disebut atom.

Di pergantian ke Abad 20, para ahli fisika menemukan bahwa atom merupakan konglomerasi atau gabungan partikel-partikel subatomik, terutama terdiri dari elektron, proton dan neutron.

Partikel Elementer

Sekarang, perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa manusia pada pengetahuan tentang materi elementer meskipun belum memuaskan.

Pada dasarnya, saat ini dikenal ada dua macam pertikel elementer, yaitu Fermion dan Boson. Fermion sering disebut sebagai partikel elementer yang menyusun materi, dan dapat dibedakan menjadi Quark dan Lepton; sedang Boson adalah partikel elementer menimbulkan interaksi atau force carrier atau penyusun radiasi (contituen of radiation).

Quark

Ada 6 macam quark yang terbentuk dalam tiga generasi. Generasi pertama adalah up dan down quark; generasi ke-dua adalah charm dan strange quark; generasi ke-tiga adalah top dan bottom quark. Quark memiliki berbagai sifat bawaan, yaitu muatan listrik, muatan warna, spin dan massa. Kombinasi quark membentuk proton dan neutron.

Neutro tersusun oleh tiga quark, yaitu 1 up quark dan 2 down quark. Proton tersusun oleh tiga quark, yaitu 1 down quark dan 2 up quark. Neutron dapat berubah menjadi proton dengan melepaskan elektron dan elektron antineutrino (antineutrino).

Lepton

Ada 6 macam lepton yang membentuk tiga generasi. Generasi pertama adalah elektronik lepton yang terdiri dari elektron dan elektron neutrino; ke-dua adalah muonik lepton yang terdiri dari muon dan muon neutrinous; ke-tiga adalah tauonik lepton yang terdiri dari tauon dan tauon neutrino.

Lepton yang berupa elektron bersama-sama dengan proton dan neutron membentuk atom.

Boson

Ada 4 macam boson, yaitu photon, W dan Z boson, dan gluon. Photon adalah boson pembawa kekuatan bagi medan elektromagnetik; W dan Z boson adalah pembawa kekuatan bagi tenaga nuklir yang lemah (weak nuclear force); dan gluon adalah boson pembawa kekuatan mendasar bagi tenaga nuklir yang kuat.

Boson selalu hadir di dalam pertikel komposit seperti:

  • Meson, mengandung 2 quark dan boson.
  • Inti atom karbon-12 mengandung 6 proton dan 6 neutron dan boson.
  • Atom helium-4 tersusun oleh 2 proton, 2 neutron dan boson.

Penyusun Dasar Alam Semesta

Di dalam ilmu Fisika Partikel, partikel elementer atau partikel fundamental adalah partikel-partikel yang tidak diketahui memiliki struktur dalam, yaitu partikel-partikel yang tidak diketahui tersusun oleh partikel-partikel yang lebih kecil. Bila partikel elementer benar tidak memiliki substruktur, maka partikel itu adalah dasar bagi alam semesta, yang dari partikel-partikel itu alam semesta diciptakan. Juga diasumsikan bahwa partikel elementer tidak bereaksi sendiri, yaitu aksi mandiri tidak ada di dalam pertikel elementer fisika.

Sementara itu, walaupun bukti-bukti eksperimen mengkonfirmasikan prediksi dari Standard Model, banyak ahli fisika belum puas dengan model ini, karena masih banyak parameter yang belum diketahui.

—————————–

Berawal dari yang satu (Peranan Tuhan)

Berkaitan dengan sifat dasar dari partikel elementer, terlah disebutkan didepan bahwa tidak ada aksi mandiri dari partikel elementer. Selanjutnya, serangkaian pertanyaan dapat kita ajukan sebabagi berikut:

  1. Siapa yang menciptakan partikel elementer?
  2. Siapa yang memberikan sifat dasar partikel elementer?
  3. Siapa yang menetapkan kecenderungan-kecenderungan dari partikel elementer?

Dengan memahami hal tentang partikel elementer, seyogyanya mudah bagi kita untuk memahami bahwa awal penciptaan adalah satu partikel yang ke dalamnya ditamankan serangkaian sifat dasar, kecenderungan-kecenderungan dasar, dan potensi pengembangannya. Materi (Fermion) dan energi (Boson) awalnya adalah satu dan berpasangan.

Dari Fermion dan Boson (ini yang kita kenal sekarang), dengan segala sifat, kecenderungan  dan potensinya (yang berasal dari Tuhan Yang Maha Menciptakan dan Mengendalikan) tercipta proton, neutron dan elektron.

Dari proton, neutron dan elektron terbentuklah unsur-unsur atau atom-atom. Sekarang kita mengenal ada 118 atom unsur (lihat Tabel Periodik).

Sampai uraian tentang Partikel Elementer dan Atom.

Semoga bermanfaat.

Salam dan selamat berpuasa.

Wahyu

Posted in Alam Semesta, Penciptaan, TUHAN | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Tuhan Menggerakkan Alam Semesta (jangan katakan bencana)

Posted by wahyuancol pada Mei18, 2008

Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk Bumi dan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya, termasuk manusia.

Energi-penggerak Dasar

Untuk “menghidupkan” ciptaannya, Tuhan memberikan kepada semua ciptaannya suatu “kondisi” yang membuat semuanya dapat bergerak secara otomatis. Semua itu dimulai dari partikel-partikel subatomik. Partikel-partikel subatomik menyusun apa yang kita kenal sebagai tiga komponen atom, yaitu: proton, neutron dan elektron. Selanjutnya, atom-atom menyusun apa yang disebut sebagai unsur. Kita mengenal 92 unsur alamiah (lihat Tabel Periodik).

Unsur-unsur alamiah kemudian membentuk mineral-mineral, dan mineral-mineral berkombinasi membentuk berbagai jenis batuan.

Tuhan memberikan kekuatan kepada partikel-partikel subatomik, dan demikian pula kepada ketiga komponen atom. Dengan kekuatan-kekuatan tersebut semuanya bergerak, alam semesta, termasuk menggerakkan kehidupan di Bumi.

Proses alam berlangsung sesuai dengan ketetapan penciptanya. Partikel-partikel subatomik terus berinteraksi tanpa bisa diganggu oleh manusia. Demikian pula dengan elektron yang selalu bergerak mengelilingi inti atom. Reaksi fission (“fission”, the splitting of a nucleus into two “daughter” nuclei), fusion (“fusion” of two “parent” nuclei into one daughter nucleus), penangkapan neutron (“neutron capture”, used to create radioactive isotopes), dan peluruhan (various “decay modes”, in which nuclei “spontaneously” eject one or more particles and lose energy to become nuclei of lighter atoms), semua terus berlangsung di alam semesta, termasuk di Bumi yang kita diami ini. Kelanjutannya adalah semua proses alam terus berlangsung, baik disukai maupun tidak oleh manusia, mengikuti ketentuan penciptanya.

Pada tahapan yang lebih jauh, Bumi, dihidupkan dengan gerakan lempeng-lempeng kerak bumi, volkanisme, tiupan angin, hujan, sinar matahari, fotosintesis, metabolisme sel. Disukai atau tidak disukai oleh manusia, semua proses itu terus berjalan sesuai dengan ketetapan Tuhannya. Semua itu tidak terlepas dari proses-proses dasar yang berlangsung pada tingkat atomik.

Akal untuk memahami Proses Alam

Manusia diberi pikiran dan akal oleh Tuhan untuk dapat memahami alam, termasuk proses-prosesnya. Pemahaman manusia akan alam dan kemampauan memanfaatkannya dengan bijaksana menentukan tingkat kesejahteraan manusia itu sendiri. Sebaliknya, kegagalan manusia dalam memahami alam akan menyebabkan manusia mengalami hal yang sebaliknya. Manusia akan sengsara. Contoh yang sederhana adalah api. Pembakaran api yang terkendali telah terbukti memberikan manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan manusia. Mulai dari memasak di dapur, sampai meluncurkan pesawat ke ruang angkasa. Sebaliknya, pembakaran yang tidak dikendalikan juga telah terbukti menimbulka kerugian, seperti kebakaran rumah atau bangunan, kebakaran atau pembakaran hutan.

Ketika proses-proses alam itu berlangsung dan mengenai manusia, manusia mengatakan itu sebagai bencana, seakan-akan proses itu memang ditujukan untuk membuat manusia menderita, sengsara atau mengalami kerugian. Tulisan ini memberikan gambaran tentang berbagai proses alam tersebut berkaitan dengan berlangsungnya kehidupan di Bumi ini.

Posted in Cara Bumi di Hidupkan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »