Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Archive for the ‘Penciptaan’ Category

Ketika Keinginan Manusia Dituruti 1: Kepincangan populasi (Pelajaran dari India)

Posted by wahyuancol pada November3, 2011

Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Dari satu pasangan hasil ciptaan itu, keduanya memang berbeda tetapi perbedaan itu tidak membuat yang satu menjadi lebih tinggi nilainya atau kedudukannya dari yang satunya lagi. Pada suatu pasangan, keduanya yang berbeda itu saling melengkapi satu sama lain dengan kedudukan yang setara.

Demikian pula manusia. Ia diciptakan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki berbeda dari perempuan. Dalam berbagai hal, laki-laki lebih unggul daripada perempuan, tetapi dalam berbagai hal lainnya lagi perempuan lebih unggul daripada laki-laki. Apabila laki-laki dan perempuan berpasangan, maka keduanya menjadi saling melengkapi sehingga banyak hal yang tidak dapat diselesaikan bila sendirian menjadi dapat diselesaikan dengan bersama-sama. Termasuk, dalam hal menyempurnakan kebahagiaan hidup.

Namun demikian, tetap masih ada sekelompok orang yang memandang laki-laki lebih baik daripada perempuan, atau sebaliknya. Mereka menentang kehendak Tuhan yang menciptakan pasangan yang saling berbeda  itu dengan tujuan untuk saling melengkapi. Salah satu contoh adalah apa yang sekarang ini diberitakan terjadi di India. Sekelompok masyarakat memandang lebih anak laki-laki daripada anak perempuan. Sedemikian tinggi penilaian yang mereka berikan kepada anak laki-laki sehingga mereka melakukan pengguguran kandungan yang diketahui akan melahirkan anak perempuan.

Akibat dari pandangan mereka itu adalah terjadi kepincangan populasi di dalam kelompok mereka. Jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Efek susulannya adalah (1) banyak laki-laki yang tidak menikah karena tidak ada perempuan yang dinikahi; dan muncul suatu hal yang aneh bagi kita di sini, yaitu (2) meminjamkan istri kepada orang lain (selain suaminya).

Itulah suatu kenyataan yang benar-benar terjadi di dalam suatu kelompok masyarakat di India.

Semoga bermanfaat.

Salam,

WBS

Ingin tahu lebih jauh silahkan simak naskah asli di bawah ini, atau silahkan klik ini.

Tradisi Pinjam Istri karena Jumlah Perempuan Makin Sedikit

(AN Uyung Pramudiarja – detikHealth)

Warga India cenderung memilih anak lelaki, sehingga populasi perempuan terus menyusut karena sering diaborsi sejak dalam kandungan. Akibatnya muncul praktik saling meminjamkan istri karena tak semua lelaki bisa dapat pasangan sendiri.

Praktik semacam ini bisa ditemui di distrik Baghpat, negara bagian Uttar Pradesh yang terletak di wilayah India bagian utara. Salah satu korbannya adalah Munni, perempuan berusia 40-an tahun yang sehari-hari harus melayani hingga 3 orang lelaki.

Munni bukan seorang pekerja seks, ia adalah ibu rumah tangga biasa seperti halnya para perempuan di belahan dunia lain. Bedanya, selain melayani suaminya sendiri ia juga harus menjadi istri 2 saudara iparnya yang semuanya tidak beruntung mendapatkan istri sendiri.

Sebagai istri pinjaman, Munni juga harus memberikan kepuasan lahir batin kepada kedua saudara iparnya ini dan melayaninya seperti suami sendiri. Karena itu dalam sehari, ia harus berperan sebagai istri dari 3 lelaki sekaligus meski statusnya hanya sebagai pinjaman.

“Suami saya dan orangtuanya menyuruh saya melayani kedua saudara ipar saya, siang malam dan kapanpun mereka mau. Kalau menolak saya dipukul,” ungkap Munni yang telah memiliki 3 anak hasil kerjasama para suaminya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/11/2011).

Diyakini, kasus yang menimpa Munni juga dialami banyak perempuan lain di Baghpat hanya saja tidak ada yang berani melapor karena perempuan di wilayah itu diharamkan keluar rumah sendirian. Munni sendiri baru berani berbagi cerita setelah didatangi para pekerja sosial.

Menurut para pekerja sosial yang kini mendampingi Munni, tradisi meminjamkan istri marak di wilayah miskin seperti Baghpat. Pemicunya adalah populasi perempuan yang makin menyusut, akibat praktik aborsi yang sering dilakukan terhadap janin perempuan.

Dugaan ini diperkuat oleh data sensus terbaru yang dilakukan pemerintah setempat. Pada tahun 2011, perbandingan jenis kelamin di distrik Baghpat tercatat hanya 858 perempuan tiap 1.000 lelaki sementara rasio nasionalnya adalah 940 perempuan tiap 1.000 lelaki.

Angka kelahiran bayi perempuan di wilayah ini juga tercatat semakin sedikit dari tahun ke tahun. Sepanjang tahun 2011 hanya ada 837 kelahiran bayi perempuan, padahal 10 tahun sebelumnya yakni pada 2001 angkanya masih mencapai 850 kelahiran bayi perempuan.

“Kami telah menyaksikan sendiri dampak terburuk dari menyusutnya populasi perempuan di beberapa lingkungan masyarakat,” ungkap Bhagyashri Dengle, direktur eksekutif Plan India, sebuah organisasi sosial yang mendampingi Munni dan korban-korban tradisi meminjamkan istri lainnya.

Dalam tradisi sebagian masyarakat India, kelahiran bayi laki-laki memang dianggap membawa keberuntungan dan berkah bagi orangtua ketika mulai memasuki usia lanjut. Karena itu praktik aborsi ilegal marak dilakukan, khususnya terhadap janin perempuan.

Tak heran jika populasi perempuan di wilayah tersebut makin menyusut. Akibatnya bukan membawa keberuntungan, kondisi ini justru menciptakan penderitaan bagi para lelaki yang tidak mendapat pasangan maupun para perempuan yang terpaksa dijadikan istri pinjaman.

“Di tiap desa paling tidak ada 5-6 bujangan yang tidak mendapat pasangan. Bahkan di wilayah lain, dalam satu keluarga bisa ada 3-4 anak laki-laki yang tidak pernah menikah. Ini masalah yang sangat serius,” tutur Shri Chand (57 tahun), seorang pensiunan polisi di Baghpat.

Iklan

Posted in BELAJAR DARI, India, Penciptaan, TUHAN | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

Memahami Proses Penciptaan 3: Partikel elementer dan material organik

Posted by wahyuancol pada September3, 2009

Pada kesempatan sebelumnya, kita telah berbicara tentang partikel elementer dan alam semesta. Sekarang kita coba berbicara tentang partikel elementer dan material organik.

————————-

Material Organik

Di dalam ilmu kimia, orang membedakan antara senyawa organik dan inorganik. Perbedaan awal antara senyawa organik dan inorganik itu didasarkan pada kepercayaan bahwa molekul-molekul dari sistem yang hidup (living system, organisme) adalah unik dan tidak dapat disintesis atau diciptakan di dalam laboratorium. Sekarang, pendapat itu tidak dapat diterima, karena sekarang di dalam industri manufaktur menghasilkan senyawa organik baik dalam riset maupun industri obat-obatan adalah hal yang rutin dilakukan. Memang, secara alamiah, molekul-molekul organik dihasilkan oleh sistem yang hidup.

Senyawa organik adalah senyawa kimia yang mengandung karbon yang memiliki kelompok fungsional.

Di dalam ilmu kimia, sejumlah kecil atom di dalam suatu susunan dapat menentukan sifat-sifat kimia dari suatu kelompok senyawa kimia dan sifat-sifat molekul dimana atom itu bergabung. Kelompok senyawa itu adalah kelompok fungsional (functional groups). Misalnya, group carboxyl COOH, atau group amine NH2.

Material organik dapat didefinisikan sebagai senyawa kimia yang merupakan rantai karbon dan mengandung hidrogen dengan atau tanpa oksigen, nitrogen atau unsur-unsur lain.

Penyusun Tubuh Manusia

Tubuh manusia terutama tersusun oleh empat unsur atau elemen utama, yaitu hidrogen (H), oksigen (O), karbon (C), dan nitrogen (N). Kombinasi dari unsur-unsur kimia itulah yang menentukan atau membentuk berbagai komponen tubuh manusia.

Komponen penyusun tubuh manusia adalah:

  1. Air (H2O), sebanyak 98-99%.
  2. Lemak atau Lipid, dominan tersusun oleh H dan C.
  3. Protein, merupakan senyawa yang tersusun oleh C, H, O, N, S dan unsur-unsur lain.
  4. Karbohidrat, pemberi energi bagi sel, tersusun oleh C, H dan O.
  5. Nucleic Acid adalah penyimpan, penyalur dan pengekspresi informasi genetik. Nucleic acid tersusun oleh sub-unit yang disebut nucleotide yang mengandung satu group fosfat, satu gula dan satu ring atau rantai karbon dan atom nitrogen.

Uraian tentang tubuh manusia ini juga mewakili gambaran tentang hewan.

Penyusun Tumbuhan

Kayu bukan senyawa kimia tunggal, tetapi memiliki berbagai struktur. Semua struktur tersebut dikenal sebagai senyawa organik yang sebagian besar adalah karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O).

Kayu sebagian besar adalah selulose. Selulose adalah karbohidrat yang tersusun oleh C, H dan O.

———————————

Dari uraian di atas jelas bahwa, senyawa organik atau material organik penyusun tubuh manusia dan hewan serta tumbuhan tersusun oleh unsur-unsur atom yang merupakan bagian unsur-unsur atom yang kita kenal dalam Sistem Periodik atau Susunan Berkala unsur kimia. Unsur-unsur yang dominan adalah C, H, O, N, S dan P.

Dengan demikian, kita pun dapat mengatakan bahwa tumbuhan, hewan dan manusia juga berasal dari partikel elementer, sebagaimana halnya dengan mineral dan batuan serta Bumi yang telah kita bicarakan sebelumnya.

Akhirnya, kembali kita dapat bertanya: siapa yang memberikan potensi kepada atom-atom itu dan mengendalikannya untuk membentuk senyawa organik? Tidak mungkin kan semua itu terjadi secara kebetulan?

Demikian hubungan antara partikel elementer dan material organik.

Semoga bermanfaat.

Selamat berpuasa.

Salam,

Wahyu

Posted in Alam Semesta, Penciptaan, TUHAN | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

Memahami Proses Penciptaan 2: Dari Partikel Elementer menuju ke Alam Semesta

Posted by wahyuancol pada September1, 2009

Pada pembicaraan sebelumnya, kita telah sampai pada pembentukan atom unsur dari partikel-partikel elementer. Sekarang kita lanjutkan lagi dengan bagaimana atom membentuk Bumi.

—————————

Mineral

Di dalam ilmu geologi, mineral didefinisikan sebagai suatu unsur atau senyawa yang umumnya kristalin yang terbentuk oleh proses geologi. Demikian definisi tentang mineral dari International Mineralogical Assosiation tahun 1995. Dari definisi ini jelas bahwa apa yang disebut sebagai mineral dapat terbentuk oleh satu unsur tunggal, atau oleh senyawa kimia. Contoh-contoh mineral dari satu unsur tunggal adalah Emas (Au), Intan (C), Grafit (C), Perak (Ag), tembaga (Cu). Kemudian, contoh-contoh mineral yang tersusun oleh senyawa kimia adalah Kuarsa (SiO2), Albit (NaAl Si3O8), Kalsit (CaCO3), Pirit (FeS). Saat ini dikenal sebanyak 4714 mineral.

Batuan

Batuan adalah kumpulan atau agregat dari satu atau lebih mineral. Berdasarkan genesanya, kita dapat membedakan batuan di Bumi ini menjadi Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan metamorfik.

Apabila kita mencermati sejarah pembentukan Bumi, jelas bagi kita bahwa awal pembentukan batuan adalah pembekuan magma. Magma membeku menghasilkan batuan beku. Batuan beku tererosi dan mengalami pengendapan dan kemusian litifikasi menghasilkan batuan sedimen. Batuan beku dan sedimen yang terkena temperatur dan tekanan yang tinggi dapat menjadi batuan metamorfik, dan dapat terus belanjut kembali menjadi magma.

Menurut para ahli, benda-benda padat yang ada di ruang angkasa juga berasal dari magma yang membeku. Kejadiannya seperti yang yang terjadi di Bumi. Contoh-contoh batuan  beku dari Bulan membuktikan hal tersebut. Misalnya, basalt yang berasal dari Bulan, sama dengan basalt yang ada di Bumi.

———————————

Demikian gambaran ringkas tentang atom unsur, mineral yang tersusun oleh atom unsur, dan batuan yang tersusun oleh mineral-mineral, dan benda ruang angkasa yang tersusun oleh batuan.

Serangkaian pertanyaan berikut dapat kita ajukan:

  1. Siapa yang mengendalikan atom-atom unsur sehingga memiliki sifat-sifat tertentu?
  2. Siapa yang mengendalikan unsur-unsur sehingga cenderung menyatu dengan unsur-unsur tertentu untuk membentuk mineral?
  3. Siapa yang memberikan takaran sehingga kombinasi unsur yang sama dapat menyatu membentuk mineral-mineral yang berbeda seperti mineral dari keluarakan feldspar atau piroksin?
  4. Siapa yang mengendalikan mineral-mineral membentuk batuan?

Apabila kita mempelajari ilmu mineralogi dan ilmu petrologi, maka kita akan tahu bahwa semuanya itu serba teratur. Semua keteraturan itu dapat dijelaskan. Tidak ada yang kebetulan.

Karakter batuan ditentukan oleh mineral. Mineral ditentukan oleh unsur atau senyawa unsur. Senyawa atau unsur ditentukan oleh konfigutasi proton, neutron dan elektron. Dan, karakter konfigutasi ketiganya ditentukan oleh karakter-karakter partikel-partikel elementer. Tuhan yang Maha Menciptakan cukup menciptakan partikel(-partikel) elementer dengan segala potensinya, lalu mengawasi bagaimana semua ciptaan itu mematuhi ketentuannya sehingga terbentuklah Bumi dan benda-benda ruang angkasa lain seisi alam ini.

Dengan mengamati magma dan proses pembentukan batuan, kita dapat katakan bahwa magma adonan Tuhan yang semua unsur di alam ini dimasukkan ke dalamnya.

Sampai di sini tentang partikel elementer dan alam semesta.

Semoga bermanfaat.

Salam dan selamat berpuasa.

Wahyu

Posted in Alam Semesta, Penciptaan, TUHAN | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Memahami Proses Penciptaan 1: Tuhan Memulai Penciptaan dari Partikel Elementer

Posted by wahyuancol pada Agustus27, 2009

Atom

Di dalam ilmu kimia dan fisika, teori atom adalah teori tentang sifat materi. Teori itu menyebutkan bahwa materi atau benda tersusun oleh unit-unit kecil yang disebut atom.

Di pergantian ke Abad 20, para ahli fisika menemukan bahwa atom merupakan konglomerasi atau gabungan partikel-partikel subatomik, terutama terdiri dari elektron, proton dan neutron.

Partikel Elementer

Sekarang, perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa manusia pada pengetahuan tentang materi elementer meskipun belum memuaskan.

Pada dasarnya, saat ini dikenal ada dua macam pertikel elementer, yaitu Fermion dan Boson. Fermion sering disebut sebagai partikel elementer yang menyusun materi, dan dapat dibedakan menjadi Quark dan Lepton; sedang Boson adalah partikel elementer menimbulkan interaksi atau force carrier atau penyusun radiasi (contituen of radiation).

Quark

Ada 6 macam quark yang terbentuk dalam tiga generasi. Generasi pertama adalah up dan down quark; generasi ke-dua adalah charm dan strange quark; generasi ke-tiga adalah top dan bottom quark. Quark memiliki berbagai sifat bawaan, yaitu muatan listrik, muatan warna, spin dan massa. Kombinasi quark membentuk proton dan neutron.

Neutro tersusun oleh tiga quark, yaitu 1 up quark dan 2 down quark. Proton tersusun oleh tiga quark, yaitu 1 down quark dan 2 up quark. Neutron dapat berubah menjadi proton dengan melepaskan elektron dan elektron antineutrino (antineutrino).

Lepton

Ada 6 macam lepton yang membentuk tiga generasi. Generasi pertama adalah elektronik lepton yang terdiri dari elektron dan elektron neutrino; ke-dua adalah muonik lepton yang terdiri dari muon dan muon neutrinous; ke-tiga adalah tauonik lepton yang terdiri dari tauon dan tauon neutrino.

Lepton yang berupa elektron bersama-sama dengan proton dan neutron membentuk atom.

Boson

Ada 4 macam boson, yaitu photon, W dan Z boson, dan gluon. Photon adalah boson pembawa kekuatan bagi medan elektromagnetik; W dan Z boson adalah pembawa kekuatan bagi tenaga nuklir yang lemah (weak nuclear force); dan gluon adalah boson pembawa kekuatan mendasar bagi tenaga nuklir yang kuat.

Boson selalu hadir di dalam pertikel komposit seperti:

  • Meson, mengandung 2 quark dan boson.
  • Inti atom karbon-12 mengandung 6 proton dan 6 neutron dan boson.
  • Atom helium-4 tersusun oleh 2 proton, 2 neutron dan boson.

Penyusun Dasar Alam Semesta

Di dalam ilmu Fisika Partikel, partikel elementer atau partikel fundamental adalah partikel-partikel yang tidak diketahui memiliki struktur dalam, yaitu partikel-partikel yang tidak diketahui tersusun oleh partikel-partikel yang lebih kecil. Bila partikel elementer benar tidak memiliki substruktur, maka partikel itu adalah dasar bagi alam semesta, yang dari partikel-partikel itu alam semesta diciptakan. Juga diasumsikan bahwa partikel elementer tidak bereaksi sendiri, yaitu aksi mandiri tidak ada di dalam pertikel elementer fisika.

Sementara itu, walaupun bukti-bukti eksperimen mengkonfirmasikan prediksi dari Standard Model, banyak ahli fisika belum puas dengan model ini, karena masih banyak parameter yang belum diketahui.

—————————–

Berawal dari yang satu (Peranan Tuhan)

Berkaitan dengan sifat dasar dari partikel elementer, terlah disebutkan didepan bahwa tidak ada aksi mandiri dari partikel elementer. Selanjutnya, serangkaian pertanyaan dapat kita ajukan sebabagi berikut:

  1. Siapa yang menciptakan partikel elementer?
  2. Siapa yang memberikan sifat dasar partikel elementer?
  3. Siapa yang menetapkan kecenderungan-kecenderungan dari partikel elementer?

Dengan memahami hal tentang partikel elementer, seyogyanya mudah bagi kita untuk memahami bahwa awal penciptaan adalah satu partikel yang ke dalamnya ditamankan serangkaian sifat dasar, kecenderungan-kecenderungan dasar, dan potensi pengembangannya. Materi (Fermion) dan energi (Boson) awalnya adalah satu dan berpasangan.

Dari Fermion dan Boson (ini yang kita kenal sekarang), dengan segala sifat, kecenderungan  dan potensinya (yang berasal dari Tuhan Yang Maha Menciptakan dan Mengendalikan) tercipta proton, neutron dan elektron.

Dari proton, neutron dan elektron terbentuklah unsur-unsur atau atom-atom. Sekarang kita mengenal ada 118 atom unsur (lihat Tabel Periodik).

Sampai uraian tentang Partikel Elementer dan Atom.

Semoga bermanfaat.

Salam dan selamat berpuasa.

Wahyu

Posted in Alam Semesta, Penciptaan, TUHAN | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »