Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Siklon Tropis, Gelombang Tinggi dan Arus Rip

Posted by wahyuancol pada Januari27, 2012

Pada hari Kamis tanggal 26 Januari 2012 dilaporkan bahwa telah aktif sebuah siklon tropis di Samudera Hindia. Kehadiran siklon tersebut dapat dilihat di situs BMKG maupun Biro Meteorologi Australia. Siklon tersebut bergerak ke arah tenggara mendekati Australia. Prediksi lintasan  siklon tersebut terhadap Indonesia dan Australia juga diberikan. Siklon tersebut akan hadir selama 72 jam.

Prediksi dampak siklin tersebut terhadap kawasan pesisir Indonesia diberikan oleh BMKG.

Berkaitan dengan kehadiran IGGY, BMKG memberikan catatan sebagai berikut:

Perhatian:

Siklon Tropis IGGY ini memberikan dampak berupa :

  • Hujan dengan intensitas ringan – sedang berpotensi terjadi di Sumatera bagian selatan, Pesisir barat Sumatera , Jawa bagian Barat , NTB, dan NTT
  • Angin dengan kecepatan lebih dari 36 km/jam berpotensi terjadi di Jawa, Bali, NTB, NTT, Sumatera bagian selatan, Laut Jawa, Samudera Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
  • Gelombang dengan ketinggian 3.0 – 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan Bengkulu – barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, perairan Selatan Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat, perairan Selatan Pulau Sumba – Pulau Sau – Pulau Rote – Kupang, Laut Jawa Bagain Tengah dan Timur, Laut Flores Bagian Barat, Laut Banda bagian Selatan, perairan Kepulauan Leti – Kepulauan Sermata – Kepulauan Babar – Kepulauan Tanimbar – Kepulauan Kai – Kepulauan Aru.
  • Gelombang dengan ketinggian 4.0 – 6.0 meter berpeluang terjadi di Perairan Selatan Banten hingga jawa Barat, Samudera Hindia Selatan Lampung hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Timor, Laut Cina Selatan, Laut Bali – Laut Sumbawa, Laut Arafuru.

Mengenai dampak siklon tersebut perlu dicatat bahwa Indonesia tidak akan terkena dampak langsung dari siklon tropis. Adapun yang akan sampai ke Indonesia adalah angin dan gelombang laut yang bergerak menyebar dari pusat pusaran siklon tersebut. Siklon itu sendiri bergerak ke arah tenggara mendekati benua Australia.

Bagi masyarakat yang tinggal atau beraktifitas di kawasan pesisir di Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, perlu waspada terhgadap hadirnya angin kencang, dan gelombang tinggi (1 dan 2).

Khusus untuk masyarakat yang beriwisata di pantai yang berlokasi di pesisir selatan Pulau Jawa (seperti Pangandaran, Cilacap, Parangtritis, Binuangeun, Pacitan dan lainnya di Jawa Timur), Bali dan Nusa Tenggara, disarankan untuk waspada terhadap bahaya arus rip.

Semoga bermanfaat.

Salam

 

Ditulis dalam Arus, Banjir, Erosi, Siklon Tropis Samudera Hindia, Wilayah Pesisir | Bertanda: , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Junghuhn: Kecintaan dan Antusiasme

Posted by wahyuancol pada Januari10, 2012

APA YANG TERJADI BILA KECINTAAN DAN ANTUSIASME BERGABUNG MENJADI SATU?

Mari kita simak cerita dari seorang rekan berikut ini.

=====================

Sabtu 7 Januari 2012 kemarin, bersama sekitar 80 orang dari suatu komunitas yang senang jalan-jalan sambil belajar di lapangan, saya mengunjungi makam Junghuhn di Jayagiri Lembang.

Di depan nisannya yang ditinggikan seperti obelisk, saya membentang poster berisi foto diri Junghuhn, biografi singkat, miniatur peta Jawanya yang monumental, lukisan-lukisan beberapa gunung yang didakinya, dan tentu saja ilmu yang “dimuliakannya”: botani, termasuk dua spesies kina dan geografi/ekologi tumbuhan.

Para peserta yang sangat beragam latar belakang profesi dan pekerjaannya dan umurnya, dari bayi yang masih digendong ibunya sampai seorang kakek berusia 78 tahun menyimak dengan khidmat diselingi decak kagum atas karya2 Junghuhn, duduk di pelataran makam Junghuhn atau berdiri mendekati poster dan nisan.

Mengapa memilih Junghuhn, sebab ia bukan hanya perintis budidaya kina di Indonesia, tetapi jauh dari itu, ia adalah perintis penelitian geologi, kartografi/geodesi, geografi, botani, bahkan antropologi di Jawa. Dan, hal ini tak banyak diketahui masyarakat umum. Umumnya, mereka tahu Junghuhn dengan kata kunci kina, padahal bukan hanya kina.

Saya pernah menulis beberapa kali tentang Junghuhn buat milis2, saya tak akan mengulangi menjelaskan kiprahnya sebab itu pernah saya tulis, juga pernah ditulis di beberapa majalah. Tetapi ada beberapa hal yang belum diketahui selama ini, yaitu tentang kepribadian dan kutipan2 pernyataan Junghuhn yang berguna buat kita, itulah yang saya bagikan Sabtu kemarin itu.

Saya menggali lebih jauh kepribadian Junghuhn dari buku tulisan Rudiger Siebert (2002), “Deutsche Spuren in Indonesien” (Horleman Verlag, Bad Honnef). Dalam buku berbahasa Jerman ini, Siebert mengulas biografi 10 tokoh Jerman yang berkarya di Indonesia, antara lain Junghuhn.

Saya cantumkan kata-kata Junghuhn yang penting di poster, dan membacakannya untuk semua yang mendengar:

“Di sana aku menghargai dan memelihara ilmuku bagaikan benda keramat, selama 12 tahun aku menjelajahi gunung-gunung dan hutan-hutan Kepulauan Sunda yang mempesonakan itu. Dengan sengaja aku mengikuti jalan setapak yang sepi, dan tidak ada petunjuk jalan lain yang menemaniku kecuali KECINTAAN pada pekerjaan itu dan ANTUSIASME.” (dikutip dan diterjemahkan dari kata pengantar buku magnum opusnya, “Java, seine Gestalt, Pflanzendecke und innere Bauart”, 1854) (Jawa: Bentuknya, Flora dan Struktur-Dalamnya).

Junghuhn melalukan semua yang dilakukannya terhadap Jawa tanpa berbekal pendidikan formal. Pendidikan formalnya adalah dokter medis dan ia menjalani profesi sebagai dokter militer di Indonesia selama 3 tahun 7 bulan, sementara ia memetakan Jawa, mendaki semua gunungnya, meneliti geologi dan tumbuhan-tumbuhannya termasuk pembudidayaan kina selama sekitar 21 tahun, dengan diselingi 2 tahun bekerja memetakan sebagian Sumatra Utara. Lalu saat cuti sakit di Belanda, ia mengerjakan semua datanya menjadi buku-bukunya yang terkenal, magnum opusnya, dan peta Jawanya yang luar biasa, selama 7 tahun. Maka total hampir 30 tahun hidupnya, dari 54 tahun umurnya, didayagunakan untuk Jawa sampai akhir hayatnya. Semuanya bermodalkan dua hal ini: KECINTAAN dan ANTUSIASME, bukan latar belakang akademik.

Junghuhn tergila-gila oleh keinginannya melakukan riset. Ia laki-laki penuh energi, berwajah serius, dengan pandangan mata yang skeptis. Walaupun Junghuhn mengagumi alam, bahkan seperti orang yang menjadikan alam sebagai agamanya, ia bukanlah penghayal. ia ingin mencari fakta mengenai sifat-sifat alam, dan ia mengharapkan agar data dan catatannya akan disimpan untuk penggunaan generasi selanjutnya, maka ia sangat mementingkan publikasi dan ia marah besar ketika intrik politik dan iri hati dari kalangan ilmuwan dan akademikus hampir membuat magnum opus Junghuhn tentang Jawa tidak dipublikasikan.

Pulau Jawa menantang segala kekuatan dan kreativitas Junghuhn, menguras energinya. Pulau Jawa juga yang melemahkan tubuhnya sehingga berkali-kali membuatnya mesti mengambil cuti sakit yang lama. Ia menjadi orang pertama yang menjelajahi pulau ini secara sistematis. Alam Jawa ditelitinya dalam keadaan serba sulit dan penuh pengorbanan. Ia menyusahkan dirinya sendiri, tetapi juga menyusahkan orang-orang lain, yaitu para pembantunya di lapangan, orang-orang Jawa. Orang2 Jawa tak mengerti kemauan Junghuhn yang dianggapnya gila, mendaki semua puncak gunung yang kala itu diyakini orang2 Jawa sebagai tempat yang berbahaya, tempat jin, dedemit, dan sebangsanya. Tetapi Junghuhn adalah orang dengan disiplin diri yang luar biasa.

Junghuhn tidak pernah mengambil jalan yang paling gampang. Ia menyusahkan dirinya sendiri dan para pembantunya. pasti Junghuhn telah dengan keras bertindak kepada dirinya sendiri dan kepada orang lain. Tetapi kekerasannya menghasilkan semua magnum opusnya tentang Jawa. Kita menyaksikan seorang ilmuwan otodidak yang berpikir lugas dan yang mengumpulkan fakta dalam jumlah yang sangat besar. Dan Junghuhn melakukan semua yang dihasilkannya sendirian, tanpa teman ilmuwan lain, tanpa dibantu organisasi apa pun. Pekerjaan yang telah dilakukan Junghuhn selama 30 tahun untuk Jawa benar2 pekerjaan raksasa yang dilakukannya sendiri, hanya dengan teman2 orang Jawa para pembantunya yang suka dipaksanya untuk tidak takut mendaki puncak2 gunung.

Sebenarnya yang dikerjakan Junghuhn di lapangan melebihi Charles Darwin, pengembang teori evolusi. Tetapi mengapa Junghuhn tak dikenal dunia internasional seluas Darwin? Sebab Darwin mengeluarkan suatu teori alam yang menghebohkan pada zamannya, sementara Junghuhn menampilkan lukisan alam yang ada, sekalipun sangat detail. Tiga volume buku Junghuhn tentang Jawa, lebih tebal 3x dari semua karya Charles Darwin yang termuat di compendiumnya.

————–

Begitulah, siang itu di makam Junghuhn yang pada tahun 1919 kemudian dijadikan cagar alam dan area plasma nutfah kina, saya berusaha memberitahukan sumbangsih apa yang sebenarnya diberikan Junghuhn untuk Indonesia, untuk pengetahuan Jawa, agar kita mengenalnya dengan lebih baik. Karya para spesialis selanjutnya berdiri di atas karya raksasa yang diletakkan junghuhn. Di makamnya, di suatu pojok tumbuh pohon-pohon kina yang budidayanya pernah dirintis Junghuhn. Pohon-pohon itu adalah kenangan hidup seorang lelaki yang luar biasa, tipe peneliti tunggal yang sudah hilang dari dunia kita ini, yang kini dipenuhi para spesialis…

Nisannya dan obelisknya kini dijadikan sasaran vandalists yang meninggalkan corat-coretnya. Mereka tak menghargai orang luar biasa yang kini terbaring sisa debu tanah dan serpihan tulang di bawahnya: Junghuhn, tetapi karyanya tetap abadi dan bersejarah.

Ke arah belakang dari makam Junghuhn, ada makam lain yang tak bernama, yang rusak berat, tanpa nisan, dan penuh coretan, kotor tak terurus, padahal itu adalah makam Johann de Vrij, pada masanya ahli kimia paling unggul di Hindia Belanda, yang ditugaskan Pemerintah Belanda membantu junghuhn membudidayakan kina. Tanpa Johann de Vrij, Indonesia tak akan pernah mencapai predikat penghasil kina no 1 di dunia sebelum Perang Dunia ke-2. Tokh kini, ia seolah tidak dihargai, bahkan jarang orang mengenal itu makam siapa, selain dipakai duduk-duduk pasangan muda-mudi…

Harus dikagumi apa yang dapat dicapai oleh seseorang dalam keadaan historis tertentu – apabila orang itu adalah tokoh yang luar biasa seperti Junghuhn !

Semoga penjelasan saya siang itu di makam Junghuhn dipahami dan menginsipirasi sekitar 80 orang anggota komunitas, dan semoga tulisan ini juga menginspirasi kita semua.

Tak ada karya besar dihasilkan tanpa KECINTAAN dan ANTUSIASME.

salam,
Awang

===================

Demikian kisah yang saya kutip dari seorang teman, mendahului izinnya.

Terima kasih Pak Awang.

Salam,

Wahyu

Ditulis dalam PARA PERINTIS, Sejarah | Bertanda: , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

2011 in review

Posted by wahyuancol pada Januari3, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 110,000 times in 2011. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 5 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Ditulis dalam Review Tahunan | Bertanda: , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hampir Bangkrut karena Korupsi: Pelajaran dari Yunani

Posted by wahyuancol pada Desember22, 2011

Dalam sejarah lama, Yunani dikenal sebagai tempat lahirnya Ilmu Filsafat, dan menjadi “tanah suci” bagi filsafat dan etika, serta menjadi referensi bagi kiblat pengajaran dan referensi etika. Bahkan sampai para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia pada tahun 2010 sempat berkeinginan kuat untuk belajar ke Yunani. Katanya: “ingin belajar langsung ke tempat lahirnya ilmu etika”. Mau tahu berita itu? Klin ini, ini dan ini.

Sejarah lama Yunani memang harum. Tetapi sekang, Yunani menjadi lahan yang subur bagi budaya korup dan suap. Bahkan, keadaan tersebut membuat negara tersebut hampir bangkrut. Negara itu bisa selamat dari kebangkrutan karena diselamatkan oleh masyarakat Eropa.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang persoalan Korupsi yang hampir membangkrutkan Yunani itu, mari kita simak naskah yang saya kutip dari Kaontor Berita Antara di bawah ini:

——————————-

Jakarta (ANTARA News) – Uni Eropa mulanya terlihat enggan membantu Yunani, tapi karena dikhawatirkan menulari seisi benua, Uni Eropa akhirnya turun tangan menangani krisis utang Yunani yang memuncak pada April 2010.

Tiga atau empat tahun lalu, saya sudah tahu bahwa salah satu dari karakteristik Yunani adalah korupsi. Krisis Yunani sebenarnya bisa dihindari jika negerit itu memulai segala sesuatu dengan cara yang sama sekali berbeda sejak dekade-dekade lalu,” kata Jean Claude Juncker, Presiden Uni Eropa yang juga Perdana Menteri Luksemburg, seperti dikutip Irish Times (9/10).

Pernyataan Juncker mewakili pandangan umum Eropa bahwa Yunani memang korup. Sulit dipercaya, negeri dari mana filsuf-filsuf agung peletak dasar etika berasal itu, malah menenggak kultur korup.

Rakyat Yunani sendiri mengakui negerinya terperangkap budaya korup dan juga suap, seperti terungkap dalam laporan Wall Street Journal pada 15 April 2010.

Ketika orang Yunani ditanya mengapa negara mereka demikian boros, namun di sisi lain begitu susah mengumpulkan kekayaan pajak, mereka akan menjawab dengan dua kata,fakelaki dan rousfeti.

Fakelaki artinya “amplop kecil,” yaitu simbol suap yang mengharu biru Yunani, sementararousfeti berarti upeti mahal yang juga merembes ke semua hal.

Budaya korup dan praktik kroni yang akut membuat Yunani nyaris bangkrut dan hampir meracuni Eropa.

Menurut Brookings Institution, Washington, suap, patronase dan korupsi lainnya adalah penyebab utama menggunungnya utang Yunani, dan membuat anggaran bocor 8 persen dari PDB setiap tahun.

Masalah dasar kami adalah korupsi yang sistemik,” aku Perdana Menteri George Papandreou.

Defisit anggaran Yunani lima tahun terakhir rata-rata 6,5 persen dari PDB. Tahun 2009 angka itu amblas hingga 13 persen.

“Andai korupsi Yunani ditangani lebih baik, setidaknya selevel dengan Spanyol, negeri ini bisa menekan defisit sampai 4 persen dari PDB,” kata peneliti senior Brookings, Daniel Kaufmann.

Yunani menempati urutan buncit dari 16 negara anggota zona euro dalam hal memerangi korupsi, sedangkan Transparency International mendudukkannya di terbawah dari 27 negara anggota Uni Eropa dalam praktik suap.

Bayangkan, 13,5 persen rumah tangga Yunani harus mengeluarkan suap rata-rata 1.355 euro (Rp16,8 juta).

Orang Yunani terbiasa mengeluarkan sogokan untuk mendapatkan SIM, pelayanan kesehatan, izin mendirikan bangunan, atau demi mengakali pajak.

Tidak madani

Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah politisi senior didakwa menerima suap diantararanya akibat penggelembungan harga obligasi untuk dana pensiun.

Pada 2008 para pejabat senior pemerintah terbukti membantu satu gereja Ortodoks Yunani dalam mendapatkan hak kepemilikan tanah dengan melipatgandakan nilai klaim tanah sehingga negara dirugikan 100 juta euro.

Skandal itu membuat pemerintahan konservatif Yunani jatuh pada 2009.

Korupsi juga ditempuh dengan mengakali pajak. Pemerintah pun menjadi tidak berwibawa di mata wajib pajak.

“Inti masalahnya adalah kami tidak mempunyai kultur masyarakat madani,”kata profesor Universitas Ionian, Stavros Katsios. “Di Yunani, Anda disebut bodoh jika taat aturan.”

PM Papandreou bukannya tak serius memerangi suap, tapi langkah-langkahnya seperti sentralisasi data pajak dan penghematan anggaran, dianggap tak akan berbuah banyak.

Di Yunani, korupsi jarang bisa diungkap karena pengadilan tak serius menanganinya, bahka para saksi disuap untuk tak bersaksi, sementara para politisi bebas dari tuduhan karena mendapat kekebalan.

Pada 2007, miliaran euro sekuritas yang dijual ke dana pensiun kedapatan digelembungkan harganya. Kerugian dana pensiun ini ditalangi pemerintah, dan itu memperburuk defisit anggaran.

Komisi anti pencucian utang lalu menyelidiki sejumlah transaksi, kemudian menyimpulkan ada suap dan penggelapan pajak oleh pejabat-pejabat pemerintah. Anehnya, jaksa mencampakkan temuan ini dengan alasan laporan hanya ditandatangani kepala komisi anti pencucian uang, bukan oleh semua anggota komisi.

Kasus suap justru sering terungkap ketika peradilan asing memperkarakan perusahaan-perusahaan mereka yang berhubungan dengan Yunani.

Pengadilan Inggris memenjarakan mantan eksekutif perusahaan pemasok alat kesehatan DePuy International Ltd karena menyuap para dokter bedah Yunani dengan 7 juta dolar AS.

Suap ini membuat DePuy memperoleh kontrak pengadaan alat-alat ortopedis dengan harga dua kali lipat pasar Eropa.

Pada 2008, giliran raksasa Jerman, Siemens AG, dituduh menyuap sejumlah pejabat Yunani. Siemens bersalah telah menyuap para pejabat partai-partai utama Yunani. Ironisnya, tak satu pun pejabat Yunani diadili pengadilan Yunani.

Terus, ada kebiasan aneh di Yunani, yaitu parpol kerap membuat pos baru di kantor-kantor pemerintah untuk pendukung setianya. Misalnya, sebulan sebelum pemilu lalu, pemerintah merekrut 27 ribu orang baru untuk menempati pos-pos dadakan di berbagai kantor pemerintah.

Rekrutmen pegawai yang tak transparan membuat suap dan perkoncoan menghisap uang negara. Ini ditambah pembukuan yang buruk di kantor-kantor pelayanan publik. Rakyat pun menjadi ogah membayar pajak.

4-4-2

Jika para politisi saja korup, mengapa saya harus membayar pajak?” kata PM Papandreou menirukan keluhan rakyatnya.

Tak heran, seperempat pajak Yunani tidak bisa ditagih, kata Friedrich Schneider, ekonom Universitas Linz, Austria. Sepertiga lainnya menguap karena suap. “Anda kongkolikong dengan pengawas pajak, maka Anda mendapat diskon,” kata Schneider.

Penggelapan pajak di Yunani memakai taktik ala sepakbola “4-4-2″. Jika wajib pajak memiliki tagihan pajak Rp10 miliar, maka Rp4 miliar untuk pengawas pajak, Rp4 miliar tetap dikantong wajib pajak, sedangkan negara cuma kebagian Rp2 miliar.

Fakta ini menjelaskan mengapa di negara maju berpenduduk 11 juta orang ini hanya ada 15 ribu orang berpenghasilan di atas 100 ribu euro, kata Menteri Keuangan Yunani.

Biasanya jumlah pajak turun drastis menjelang pemilu, sebagian karena politisi perlu dana kampanye.

“Naiknya defisit anggaran dari 6 persen menjadi 13 persen Oktober tahun lalu bertepatan dengan masa pemilu dan turun drastisnya setoran pajak,” kata ekonom Nikos Christodoulakis.

Yunani juga aneh karena sekolah-sekolahnya kelebihan pengajar. Sampai-sampai, ada sekolah kecil yang mempunyai 15 guru olah raga, sementara di sekolah lain jumlah guru lebih banyak dari murid.

Masyarakat yang memilih melawan korupsi sering menemui jalan terjal, misalnya keluarga George Theodoridis yang berbisnis impor ikan segar dari Turki.

Selama bertahun-tahun mereka harus mengeluarkan suap agar ikan impornya memenuhi standard kelayakan. Januari tahun lalu, mereka mengadukan perkara ini ke Kementerian Pertanian, tapi tak ditanggapi.

November, Wakil Menteri Pertanian baru yang adalah aktivis antikorupsi, Michael Karchimakis, membuka kasus Theoridisi. Penerima suap akhirnya didenda.

Theodoridis beruntung karena istrinya bekerja di Kementerian Pertanian sehingga beroleh akses ke orang yang benar. “Bayangkan apa yang terjadi pada orang yang tak punya koneksi?” katanya seperti dikutip Wall Street Journal. 

Itulah Yunani. Tak heran, meski menjadi “tanah suci” untuk filsafat dan etika, kiblat pengajaran dan referensi etika justru telah lama hijrah dari negeri itu ke Jerman, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. (*)

ANT/B010

Sumber: http://www.antaranews.com/print/1287878344/tentang-yunani

——————-

Negara kita, Republik Indonesia, dikenal sebagai negara para koruptor. Korupsi terjadi di setiap lapisan masyarakat, dan korupsi dilakukan berjamaah.

Pertanyaannya adalah Akankah kita mengikuti jalan Yunani?

Semoga bermanfaat dan ada pelajaran yang kita ambil dari Yunani.

Salam,

WBS

Ditulis dalam BELAJAR DARI, Yunani | Bertanda: , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Rob 2 (Rob [masalah lingkungan khas] di Kota Pesisir)

Posted by wahyuancol pada Desember17, 2011

Rob sudah sejak lama sangat akrab dengan kota Semarang. Dalam dua dekade terakhir ini, rob juga menjadi akrab dengan Jakarta. Sementara itu, tahap awal perkembangan fenomena rob dapat kita lihat di bagian barat Kota Tegal, tepatnya di Desa Muarareja.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah rob (banjir pasang surut) merupakan bencana yang spesifik untuk kawasan pesisir berpemukiman?

Jawabannya adalah ya, karena di daerah pesisir yang tidak berpenghuni tidak dikenal rob. Fenomena penggenangan kawasan pesisir tak berpenghuni yang masih dalam kondisi alamiah oleh air laut ketika pasang adalah fenomena yang alamiah, dan daerah itu merupakan daerah rawa atau daerah pasang surut. Jadi, dengan pemikiran demikian, kalau kita memilih tinggi di daerah pasang surut, maka kita tidak bisa mengatakan bahwa kita terkena rob.

Lalu, bagaimana rob bisa terjadi di Kota Pesisir?

Terjadinya rob di kota pesisir dapat dipastikan memiliki sejarah panjang yang panjangnya hampir sama dengan sejarah perkembangan kota pesisir yang bersangkutan. Secara sederhana dapat kita katakan bahwa orang yang tinggal atau bermukim di kawasan kota pesisir yang terkena rob adalah orang-orang yang terjebak. Dapat kita pastikan bahwa pada awalnya mereka datang dan bermukim di kawasan rob itu, di daerah tersebut belum terjadi rob. Logika sederhana, bahwa orang akan memilih lokasi tempat tinggal yang aman dan nyaman. Tidak ada orang yang mau atau sengaja untuk tinggal di daerah rob. Orang yang akan tinggal di daerah rawa pun akan menimbun rawa itu sebelum mendirikan bangunan sehingga diperoleh lahan kering.

Rob 1, Rob 3, Rob 4.

Ditulis dalam Banjir, Pasang surut, PROSES (BENCANA) ALAM, Rob, Wilayah Pesisir | Bertanda: , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.