Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Posts Tagged ‘posisi silang’

Siklus dan Kalender Bencana Alam

Posted by wahyuancol pada November3, 2009

Bencana alam adalah bencana yang terjadi karena proses-proses alam. Dalam uraian tentang bencana alam yang sebelumnya telah kita bicarakan tentang pengaruh dari letak Kepulauan Indonesia yang diapit oleh dua benua dan dua samudera. Proses-proses atmosfer yang terjadi Kepulauan Indoinesia sangat dipengaruhi oleh kondisi posisi silang tersebut.

Proses-proses yang terjadi di atmosfer sangat ditentukan oleh posisi Matahari terhadap Bumi. Kepulauan Indonesia terletak tepat di Garis Khatulistiwa. Posisi sumbu rotasi Bumi yang membentuk 23,5 derajat terhadap bidang orbit Bumi menyebabkan posisi Matahari terhadap Bumi selalu berubah. Di lihat dari Bumi, Matahari secara berulang bergeser dari garis balik selatan ke khatulistiwa dan berlanjut ke garis balik utara, kemudian kembali lagi ke khatulistiwa dan terus ke garis balik selatan. Demikian terus berulang sepanjang waktu.

Bagi Kepulauan Indonesia, perubahan posisi Matahari tersebut mempengaruhi musim angin yang berlaku. Kita di Indonesia mengenai adanya Musim Angin Barat dan Musim Angin Timur. Musim angin tersebut mempengaruhi kondisi curah hujan di Kepulauan Indonesia sehingga kita juga mengenal adanya Musim Hujan dan Musim Kemarau.

Dari uraian tentang bencana alam di Indonesia sebelumnya, kita mengetahui bahwa banyak bencana alam di Indonesia yang kejadiannya berkaitan dengan kondisi angin dan curtah hujan tersebut. Oleh karena itu, kita dapat mengatahui dengan baik kapan bencana-bencana alam itu kemungkinan besar akan terjadi. Sebagai contoh: bila musim hujan tiba maka tiba pula masanya muncul bencana banjir dan tanah longsor yang tempat kejadiannya dapat kita ketahui dari mempelajari kondisi geologi atau geomorfologi Kepulauan Indonesia.

Jadi, untuk bencana alam yang berkaitan dengan proses-proses di atmosfer di Kepulauan Indonesia, kita dalam membuat kalender kisaran waktu kejadian atau kedatangannya. Upaya pembuatan kalender bencana alam ini penting bagi manajemen bencana alam di Indonesia.

Iklan

Posted in PROSES (BENCANA) ALAM | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 2 Comments »

Bencana Alam di Indonesia 1 (Pencetus)

Posted by wahyuancol pada November3, 2009

Bencana alam didefinisikan sebagai bencana yang menimpa manusia murni karena proses alam. Definisi ini mengisyaratkan ada bencana karena aktifitas manusia dan ada pula bencana alam yang dipicu atau diperhebat  oleh aktifitas manusia. pada kesempatan ini kita hanya membicarakan bencana yang murni karena proses alam.

Proses alam dapat terjadi di geosfer atau lithosfer, hidrosfer atau di air atau di laut, dan atmosfer atau di udara. Proses alam yang terjadi di tiga domain itu dapat saling berkaitan satu sama lain. Dengan demikian, bencana alam yang terjadi di suatu kawasan, termasuk di Indonesia, sangat ditentukan oleh kondisi geologi, oseanografi dan meteorologi kawasan atau daerah tersebut.

Meskipun kita dapat membedakan adanya geosfer, hidrosfer dan atmosfer, namun proses yang terjadi sering sangat berkaitan satu sama lain dan kadang tidak dapat berdiri sendiri.

Bencana terkait Kondisi atau Proses Geologi

Berikut ini kita meninjau bencana alam yang proses utamanya adalah proses geologi. Proses geologi  dapat dibedakan menjadi proses-proses endogen (yang bekerja di dalam Bumi)  dan proses-proses eksogen (yang bekerja di permukaan Bumi).

Proses endogen terdiri dari:

  1. Gerak Tektonik – menyebabkan gempa. Gempa dapat mengebabkan terjadinya patahan di kerak bumi. Guncangan gempa dapat mencetuskan Longsor atau Gerakan Tanah seperti yang terjadi di Padang Pariaman. Adapun patahan yang terjadi di dasar laut dapat memicu terjadinya Tsunami (proses terjadi di laut atau hidrosfer), seperti yang terjadi ketika gempa 26 Desember 2004 di Samudera Hindia. Sementara itu, longsor yang terjadi di palung-palung laut dalam juga dapat menimbulkan Tsunami.
  2. Magmatisme – menimbulkan gunungapi – menyebabkan letusan gunungapi yang menimbulkan aliran Awan Panas atau Lahar Panas bila ada danau kawah yang ikut jebol. Kemudian, endapan pasir di lereng gunungapi bila terkena hujan lebat (proses atmosfer) dapat menimbulkan aliran Lahar, baik lahar panas maupun lahar dingin. Contohnya seperti yang terjadi Gunung  MerapiYoguyakarta.

Proses eksogen terdiri dari:

  1. Pelapukan batuan – menyebabkan gerakan tanah atau longsor. Longsong yang terjadi pada batuan yang lapuk dapat terjadi karena dipicu oleh guncangan gempa (proses endogen), atau oleh curah hujan (proses di atmosfer) yang tinggi.
  2. Banjir – terjadi karena curah hujan yang tinggi. Aliran air yang terjadi dapat menimbulkan erosi di tebing-tebing sungai. Muatan sedimen yang masuk ke laut karena aliran sungai akan menimbulkan sedimentasi di laut.

Bencana terkait Proses di Atmosfer

Berikut ini adalah bencana yang terjadi dengan proses-proses di atmosfer sebagai proses utama.

  1. Angin – terjadi karena proses-proses yang terjadi di atmosfer. Tiupan angin terjadi karena perbedaan tekanan udara. Di Indonesia, pola angin musiman secara umum dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara di Benua Asia dan Benua Australia (Kepulauan Indonesia terletak di antara kedua benua itu). Kita mengenal adanya Musim Angin Barat dan Musim Angin Timur. Untuk daerah pesisir, daerah yang terbuka dari arah barat akan terkena pukulan gelombang yang timbul karena angin barat; sedang untuk daerah pesisir yang terbuka dari arah timur akan terkena pukulan gelombang yang timbul karena angin yang bertiup dari arah timur. Di daerah-daerah tertentu, karena kondisi morfologi daratannya yang bergunung-gunung, dapat terjadi tiupan angin lokal yang merusak. Kita di Kepulauan Indonesia tidak mengalami Badai Tropis. Tetapi, badai yang terjadi di Samudera Hindia dapat menimbulkan gelombang tinggi di pantai-pantai dari pulau-pulau di Kepulauan Indonesia yang menghadap ke Samudera Hindia. Pukulan gelombang di pantai dapat menyebabkan erosi pantai.
  2. Kekeringan (dan Banjir) – terjadi di Indonesia berkaitan dengan perubahan musim angin yang berkaitan dengan posisi Kepulauan Indonesia yang diapit oleh dua benua itu. Atau karena pengaruh dari proses atmosfer yang terjadi di Samudera Pasifik (El Nino atau La Nina). Karena pengaruh proses Samudera Pasifik, musim kering dapat berlangsung lebih panjang durasinya, musim hujan datang terlambat, atau curah hujan sangat tinggi. Kekeringan dapat menimbulkan kebakaran hutan (seperti terjadi di Sumatera dan Kalimantan)  atau kelaparan (atau kekurangan stok pangan nasional) karena kehabisan bahan pangan.

Demikian gambaran tentang berbgai bencana alam yang dapat terjadi di Kepulauan Indonesia.

Dengan memahami bagaimana suatu bencana alam dapat terjadi dan faktor-faktor yang mencetuskan atau mempengaruhi kejadiannya, maka kita dapat memperkirakan tempat kejadian atau yang akan terlanda bencana, dan waktu kedatangan atau kejadian suatu bencana.

Khusus untuk gempa, memang kita belum dapat memperkirakan waktu kejadiannya, tetapi kita dapat menentukan daerah-daerah yang berbahaya bila terjadi gempa.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu

Artikel terkait:

Manusia dan Bencana Alam,

Bencana Alam di Indonesia 2

Bencana Alam di Indonesia 3

Bencana Alam di Indonesia 4

Posted in Banjir, Erosi, Gelombang, Gempa, HIDROSFER, LITOSFER, PROSES (BENCANA) ALAM, Tsunami, Volkanisme | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 8 Comments »