Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Posts Tagged ‘Longsor’

Angin Barat 1: Bencana Alam di Musim Angin Barat di Indonesia

Posted by wahyuancol pada November18, 2009

Sekarang bulan Nopember 2009, angin barat mulai bertiup dan hujan yang intensif sudah dimulai sejak minggu yang lalu. Musim Angin Barat atau Musim Hujan telah dimulai. Perlu dicatat bahwa musim ini dapat berlangsung sampai bulan Maret. Di awal musim ini saya mencoba menguraikan bencana alam apa saja yang mungkin terjadi.

Bencana terkait Curah Hujuan Tinggi

Bencana alam yang dapat terjadi berkaitan dengan kondisi curah hujan yang tinggi adalah:

  1. Banjir. Daerah-daerah yang sudah biasa mengalami banjir di musim hujan seyogyanya agar mulai berwaspada menghadapi keatangan banjir ini. Meskipun demikian, kawasan-kawasan yang dalam kegiatan pembangunan menyebabkan perubahan drainase perlu juga waspada. Terkait masalah banjir ini, prediksi curah hujan dari BMKG penting untuk dicermati. Pada tingkat nasional atau daerah, seyogyanya instansi yang bertanggungjawab menangani masalah bencana alam memiliki peta daerah banjir untuk seluruh kawasan di Indonesia dan mengatahui kapan biasanya banjir itu terjadi di kawasan-kawasan yang dipetakan itu.
  2. Tanah longsor atau gerakan tanah. Bencana ini selain berkaitan dengan curah hujan yang tinggi juga berkaitan dengan kondisi geologi atau geomorfologi suatu kawasan. Daerah-daerah yang sudah dikenal sebagai daerah yang rawan terhadap bencana alam ini sudah harus berwaspada. Selain itu, daerah-daerah yang berlereng terjal lain juga perlu berwaspada. Beberapa waktu yang lalu di kawasan Kepulauan Indonesia sering terjadi gempa bumi. Gempa bumi bila terjadi di musim hujan dapat memicu terjadinya tanah longsor di kawasan yang rawan bencana tanah longsor. Penduduk yang berada di daerah yang telah dipetakan sebagai daerah rawan bencana longsor perlu berwaspada. Pada tingkat nasional atau daerah, instansi yang terkait seyogyanya telah memiliki peta daerah rawan bencana ini, dan sekarang berwaspada. Tentang bencana ini patut diingat bahwa skalanya bisa besar beberapa hektar luas areal yang longsor, tetapi bisa pula hanya kecil seperti tebing atau lereng curan di tepi jalan atau di belakang rumah.
  3. Banjir pasang surut. Curah hujan yang tinggi di musim hujan ini atau kondisi banjir yang terjadi karena curah hujan yang tinggi dapat memperparah atau memperluas daerah-daerah yang terpengaruh oleh banjir pasang surut. Daerah-daerah yang menjadi langganan banjir ini dan daerah yang berbatasan dengannhnya perlu berwaspada. Institusi di tingkat daerah seyogyanya memiliki peta daerah rawan bencana ini.
  4. Erosi dan Banjir Bandang. Erosi akan meningkat di musim hujan ini, terutama di daerah perbukitan atau pegunungan. Daerah-daerah berbukitan atau pegunungan yang ada kegiatan pembukaan hutan atau lahan di dalamnya perlu berwaspada. Erosi yang terjadi di daerah-daerah tersebut dapat memicu terjadinya banjir bandang. Kemudian, erosi dapat terjadi di tebing-tebing sungai karena meningkatnya debit aliran sungai.

Bencana terkait Angin Kencang

Bencana alam yang dapat terjadi berkaitan dengan tiupan angin musim barat adalah:

  1. Gelombang tinggi. Daerah-daerah atau segmen-segmen pantai yang terbuka dari arah barat atau dari arah datangnya angin perlu berwaspada. Tiupan angin yang kencang dapat menimbulkan gelombang tinggi, apalagi bila terjadi bersamaan waktunya dengan kondisi laut yang sedang pasang.
  2. Erosi pantai. Erosi pantai berkaitan dengan kondisi gelombang, dengan demikian erosi pantai terjadi musiman. Segmen-segmen pantai yang terbuka dari arah barat perlu waspada terhadap erosi pantai karena sekarang ini adalah saatnya erosi itu terjadi.
  3. Angin puting beliung. Angin ini adalah angin lokal yang bersifat merusak. Di daerah-daerah tertentu karena kondisi lingkungannya bisa terbentuk angin-angin lokal yang terjadi pada musim-musim tertentu.

Di perairan, kawasan-kawasan yang kuat terpengaruh oleh angin musim barat ini agar diwaspada, terutama bila kita melintasinya. Prediksi angin dari BMKG perlu dicermati. Daerah-daerah yang secara umum terpengaruh adalah kawasan pantai barat Sumatera, kawasan Selat Karimata, kawasan Laut Jawa dan kawasan Selat Sunda.

Demikian gambaran bencana yang mungkin terjadi berkaitan dengan masuknya musim angin barat atau musim hujan.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu

Iklan

Posted in Banjir, Erosi, Gelombang, Gempa, Pasang surut, PROSES (BENCANA) ALAM | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 8 Comments »

Erosi 1 (macam, agen penyebab)

Posted by wahyuancol pada November27, 2008

Erosi adalah lepasnya material padat (sedimen, tanah, batuan dan tertikel lain) dari batuan induknya oleh air, angin, es, gaya gravitasi atau organisme.

Erosi oleh Air

Erosi ini dapat terjadi dalam beberapa bentuk:

  1. Splash erosion: erosi oleh butiran air hujan yang jatuh ke tanah. Karena benturan butiran air hujan, partikel-partikel tanah yang halus terlepas dan terlempar ke udara.
  2. Sheet erosion: erosi oleh air yang jatuh dan mengalir di permukaan tanah secara merata sehingga partikel-partikel tanah yang hilang merata di permukaan tanah. Permukaan tanah menjadi lebih rendah secara merata. Erosi ini terjadi bila permukaan tanah memiliki ketahanan terhadap erosi yang relatif seragam.
  3. Riil erosion: erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah dengan membentuk alur-alur kecil dengan kedalaman beberapa senti meter. Erosi ini terjadi pada permukaan tanah yang landai dan memiliki daya tahan yang seragam terhadap erosi.
  4. Gully erosion: erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah yang miring atau di lereng perbukitan yang membentuk alur-alur yang dalam dan lebarnya mencapai beberapa meter, dan berbentuk “V”.
  5. Valley erosion: erosi oleh air yang mengalir di daerah perbukitan yang membentuk lembah-lembah sungai atau lereng-lereng perbukitan. Alur atau lembah berbentuk berbentuk “V”. Erosi dominan secara vertikal.
  6. Stream erosion: erosi oleh air dalam bentuk aliran sungai. Lembah sungai berbentuk “U”. Terjadi erosi lateral yang makin ke hilir makin dominan dan dapat membentuk aliran sungai bermeander.
  7. Erosi oleh gelombang: erosi terjadi oleh gelombang laut yang memukul ke pantai. Erosi dapat dibedakan menjadi:
  • Erosi oleh pukulan gelombang yang memukul ke tebing pantai. Pukulan gelombang menyebabkan batuan pecah berkeping-keping.
  • Abrasi atau corrasi (abrasion / corrasion): erosi oleh material yang diangkut gelombang ketika gelombang memukul ke tebing pantai.

Erosi oleh Angin

Erosi ini terjadi oleh angin yang bertiup. Erosi ini terjadi di daerah yang tidak bervegetasi atau bervegetasi sangat jarang di daerah gurun atau pesisir. Erosi ini dapat dibedakan menjadi:

  1. Deflasi: erosi oleh angin yang bertiup dan menyebabkan material lepas yang haalus terangkut.
  2. Abrasi: erosi oleh material-material halus yang diangkut oleh angin ketika angin menerpa suatu batuan.

Erosi oleh Es

Erosi ini terjadi oleh gerakan massa es dalam bentuk gletser. Gletser dapat menyebabkan abrasi atau penggerusan oleh material-material yang diangkutnya; dapat menyebabkan retakan pada batuan karena terurut ketika gletser bergerak.

Erosi karena Gravitasi

Erosi karena gravitasi terjadi dalam bentuk gerakan tanah atau tanah longsor, yaitu gerakan massa tanah dan atau batuan menuruni lereng karena gaya gravitasi bumi. Gerakan tanah dapat terjadi dalam bentuk, antara lain: rayapan tanah, tanah longsor, atau jatuhan.

Erosi oleh Organisme

Erosi ini terjadi karena aktifitas organisme yang melakukan pemboran, penggerusan atau penghancuran terhadap batuan. Erosi ini disebut juga bioerosion.

Tentang dampak positif dan dampak negatif dari erosi, silahkan ke Erosi 2.

Posted in E, Erosi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 5 Comments »