Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Posts Tagged ‘kehidupan manusia’

KALENDER MATAHARI DAN KALENDER BULAN: Selamat Tahun Baru!

Posted by wahyuancol pada Januari7, 2011

Hari ini, tanggal 7 Januari 2011 tepat 7 hari kita memasuki tahun baru 2011 dari Kalender Matahari (KM). Sebelumnya, 7 Desember 2010 yang lalu kita telah memasuki tahun baru 1432 H dari Kalender Bulan (KB).

KM adalah kalender yang perhitungannya dilakukan berdasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari; adapun KB dibuat berdasarkan perhitungan peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Apakah arti dari perhitungan kalender yang berbeda itu?

Mari kita lihat arti dari kedua cara perhitungan kalender tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kalender Matahari

Dengan perhitungan waktu berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari (KM), kita mengenal adanya empat musim di Bumi dan datang silih berganti di belahan Bumi bagian utara dan bagian selatan. Bila di belahan Bumi utara mengalami musim dingin, maka dibelahan Bumi selatan mengalami musim panas; demikian pula sebaliknya.

Di Indonesia, dengan perhitungan waktu berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari ini kita mengenal adanya Angin Musim, yaitu Angin Musim Timur dan Angin Musim Barat yang bertiup silih berganti. Ketika Matahari berada di atas belahan Bumi bagian utara, di belahan Bumi utara terjadi Musim Panas dan di Kepulauan Indonesia terjadi Angin Musim Timur. Sebaliknya, ketika Matahari berada di atas belahan Bumi bagian selatan, di belahan Bumi utara terjadi Musim Dingin dan di Kepulauan Indonesia terjadi Musim Angin Barat.

Bagi Kepulauan Indonesia, perubahan musim angin juga berarti perubahan curah hujan yang turun di berbagai kawasan. Ketika berlangsung musim angin barat, umumnya di kawasan Kepulauan Indonesia terjadi musim hujan. Sebaliknya, ketika berlangsung musim angin timur, terjadi musim kering.

Pola perubahan musim itu menentukan kegiatan para petani dalam bercocok tanam, kegiatan para nelayan mencari ikan di laut yang tidak dapat dilakukan ketika gelombang laut tinggi, kegiatan transportasi laut atau penyeberangan antar pulau yang akan terganggu oleh kondisi angin yang kencang dan gelombang laut yang tinggi. Selain itu kejadian berbagai macam bencana alam juga berkaitan dengan perubahan musim ini seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, gelombang tinggi dan erosi pantai.

Kalender Bulan

Dengan perhitungan waktu berdasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi ini kita mengenal adanya Bulan Purnama ketika bulan tampak terlihat bulat di angkasa, dan Bulan Gelap ketika bulan hanya tampak sebagai bulan sabit ufuk timur atau barat.

Peredaran Bulan mengelilingi Bumi ini mempengaruhi tinggi atau rendahnya permukaan laut, atau mempengaruhi kondisi pasang-surut. Waktu pemunculan atau terbenamnya Bulan menentukan waktu terjadinya air laut pasang dan waktu terjadinya air laut surut. Ketika bulan bergerak naik, air laut juga bergerak naik atau pasang; sebaliknya, ketika bulan bergerak turun. air laut juga bererak turun atau surut.

Perubahan pasang surut itu mempengaruhi aktifitas masyarakat pesisir. Salah satu yang perlu diperhatikan berkaitan dengan masalah banjir pasang-surut. Kondisi banjir pasang-surut yang terjadi berkaitan erat dengan posisi bulan terhadap suatu tempat di Bumi. Ketika bulan Purnama atau Bulan Gelap, banjir pasang-surut akan memiliki genangan yang tinggi dibandingkat waktu-waktu yang lain. Kondisi gelombang laut yang memukul ke pantai juga ditentukan oleh kondisi pasang surut ini.

Kehidupan Beragama

Bagi para pemeluk Islam, KB dipergunakan dalam perhitungan tahun yang dikenal dengan Tahun Hijrah. Penentuan awal bulan sangat penting bagi pelaksanaan ibadah Puasa. Mengawali dan mengakhiri Puasa Ramadhan dilakukan berdasarkan perhitungan pemunculan bulan di awal bulan Ramadhan dan pemunculan bulan di awal bulan Syawal. Demikian pula dengan pelaksanaan Ibadah Haji di bulan Dzulhijjah. Sementara itu, perhitungan waktu berdasarkan perhitungan peredaran Matahari dipergunakan oleh umat Islam untuk menentukan waktu-waktu shalat wajib lima waktu sehari semalam.

Penutup

Bumi, Bulan dan Matahari adalah sebagian benda langit yang dengannya kita dapat melakukan perhitungan waktu dan musim. Dengan memperhatikan waktu dan musim tersebut, kita dapat mengatur aktifitas kehidupan kita sehari-hari, baik itu aktifitas membina kehidupan seperti bercocok tanam atau perpergian (transportasi) atau beribadah, maupun aktifitas menghindar dari terkena bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, gelombang tinggi.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu

Iklan

Posted in Alam Semesta, FILSAFAT, Memahami Pengaturan, TUHAN | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Volkanisme 3 (hakekat, kerugian dan manfaat)

Posted by wahyuancol pada November6, 2010

Hakekat Volkanisme

Apabila kita memandang volkanisme sebagai suatu proses alam, maka kita akan dapat melihat bahwa:

  1. Volkanisme sesungguhnya adalah pergerakan material dari dalam bumi ke permukaan bumi. Melalui volkanisme magma yang berada di dalam bumi keluar ke permukaan bumi.
  2. Melalui volkanisme, terjadi suplai material (batuan) ke permukaan bumi. Hal ini terlihat dari munculnya material baru dari dalam bumi yang menyertai volkanisme. Dengan demikian, volkanisme dapat dikatakan sebagai salah satu mekanisme untuk menyeimbangkan keberadaan batuan di permukaan bumi. Apabila tidak ada volkanisme, maka batuan yang tererosi oleh proses erosi tidak dapat terbarukan.
  3. Melalui volkanisme, tidak hanya terjadi suplai batuan, tetapi juga terjadi suplai mineral-mineral dari dalam bumi ke permukaan bumi. Perlu disadari bahwa deposit mineral di dalam bumi yang primer terjadi melalui aktifitas magma yang naik ke permukaan bumi ini.

Demikian hakekat volkanisme.

Kerugian karena Volkanisme

Dari sudut pandang manusia, volkanisme dapat menimbulkan kerugian bagi manusia apabila berbagai fenomena yang timbul yang berkaitan dengan volkanisme ini menimpa manusia. Kerugian dapat terjadi dalam bentuk kehilangan nyawa dan harta benda.

Tulisan ini dibuat ketika Gunung Merapi di perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bererupsi (Sabtu, 6 Nopember 2010). Drama erupsi Merapi itu memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kerugian volkanisme bagi manusia. Telah lebih dari 100 orang meninggal dunia, ribuan orang menjadi pengungsi. Tidak terhitung berapa jumlah  hewan ternak yang mati dan berapa luas areal perkebunan dan pertanian yang rusak. Juga belum terhitung berapa rumah yang rusak dan harta benda bergerak yang rusak atau hilang. Debu tersebar ke mana-mana menebarkan ancaman masalah kesehatan. Sementara itu endapan pasir di lereng gunung tesedia dan siap meluncur ke bawah sebagai banjir lahar yang dalam meratakan apapun yang dilaluinya. Belum terhitung berapa panjang jalan yang rusak dan jembatan yang putus. Pelabuhan udara di Yogyakarta dan Solo ditutup sehingga banyak orang yang tidak dapan datang atau pergi memaluinya.

Demikian gambaran kerugian karena volkanisme.

Manfaat Volkanisme

Sekarang mari kita lihat gunung yang menjulang tinggi dengan lereng yang menghijau karena tanaman yang menumbuhinya. Siapapun akan mengatakan itu pemandangan yang indah (Pemandangan Indah). Kemudian, morfologi yang menjulang tinggi dari gunungapi memberikan hawa yang sejuk, sehingga banyak lokasi wisata berada di lingkungan aktifitas volkanisme ini (Tempat berhawa sejuk).

Volkanisme menghasilkan endapan debu dan pasir serta batu (Bahan Galian Golongan C, Bahan Bangunan). Sebelum mengalami pelapukan, semua material itu adalah bahan bangunan yang baik dan diidamkan manusia. Banyak orang menggantungkan hidupnya dengan menambang batu dan pasir di lingkungan gunungapi. Kemudian, apabila semua material itu lapuk, maka akan menghasilkan lahan pertanian yang subur (Lahan yang Subur). Kita banyak melihat sawah, ladang, kebun dan hutang berada di lereng gunungapi. Banyak pemukiman berkembang di lereng gunungapi karena kehidupan yang dijanjikannya melalui tanah yang subur dan air yang melimpah (Sumber air tawar).

Dari sisi yang lain, volkanisme menyebabkan mineral-mineral dari magma terendapkan ke dekat atau di permukaan bumi sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia (Bahan Galian Mineral, Bahan Tambang). Tanpa volkanisme, manusia tidak akan bisa mendapatkan mineral-mineral yang ada di dalam magma. Manusia tidak akan mendapatkan besi, emas, perak, tembaga, nikel, timah dan sebagainya yang ada di dalam magma apabila tanpa volkanisme. Tanpa logam-logam itu, tidak terbayangkan manusia bisa membuat pesawat terbang seperti sekarang ini.

Volkanisme juga memberikan energi bagi manusia (Energi Panas Bumi, Energi Geothermal). Banyak pembangkit listrik yang digerakkan oleh energi dari panas bumi di lingkungan volkanisme. Selain itu, ada pula sumber air panas atau mata air panas di lingkungan volkanisme (Air Panas).

Demikianlah gambaran manfaat volkanisme.

Penutup

Setelah mengatahui hakekat, kerugian dan manfaat volkanisme, satu hal utama yang patut dipahami adalah bahwa volkanisme adalah salah satu cara Tuhan menghidupkan bumi ini. Dengan volkanisme, Tuhan memberikan bahan-bahan atau perangkat untuk kehidupan manusia. Kepada manusia, Tuhan memberikan akal sehingga manusia dapat memanfaatkan sumber-sumber kehidupan itu, dan menghindar dari bahaya yang mengancamnya.

Perlu juga diketahui bahwa dalam jangka panjang, Jangka Waktu Geologi, volkanisme juga mendaur ulang Lithosfer, Hidrosfer dan Atmosfer. Dengan sistem bersiklus inilah Tuhan menghidupkan Bumi kita ini.

Artikel terkait: Magma

Volkanisme 1 (Volkanisme: pengertian dan fenomena)

Volkanisme 2 (Erupsi Gunungapi: proses geologi berdampak global)

Posted in Cara Bumi di Hidupkan, FILSAFAT, PROSES (BENCANA) ALAM, V, Volkanisme | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »