Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Transportasi Sekoci Sungai Musi Meredup

Posted by wahyuancol pada Desember1, 2014

Dahulu, sebelum transportasi darat berkembang seperti sekarang di kawasan aliran Sungai Musi, Sungai Musi adalah jalur transportasi utama di kawasan tersebut yang menghubungkan Kota Palembang dengan desa-desa di tepi sungai itu maupun antar desa tepi sungai. Sekoci (perahu) adalah alat transportasi utama. Seiring dengan berjalannya waktu, pembangunan berlangsung. Banyak jalan dan jembatan dibangun di kawasan aliran Sungai Musi oleh Pemerintah untuk memudahkan masyarakat. Keadaan tersebut juga merubah kebiasaan transportasi masyarakat setempat dari moda transportasi air ke transportasi darat. Kejayaan transportasi sekocipun meredup.

Apa yang disampaikan oleh pemilik Romzy (32) dan Andri (35), dan warga Desa Mandi Aur, Muara Kelingi, Toni (36), memberikan gambaran yang baik tentang perubahan itu.

Andri menyebutkan, sekitar tahun 2005, dalam sehari dia mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp 500.000,- dari pekerjaan mengantar penumpang ke sejumlah desda tujuan di tepi Sungai Musi. Kini seharinya dia hanya memperoleh sekitar Rp 100.000,-.

Toni menyebutkan, sekoci telah lenyap dari desanya sejak tahun 2005 setelah jalan menuju desa-desa di tepi Sungai Musi dibangun.

Romi menceritakan, harga bahan bakar minyak yang semakin tinggi menyebabkan biaya operasional angkutan sekoci meningkat, sehingga tarif angkutan dinaikkan. Keadaan tersebut membuat pengguna jasa angkutan sekoci berkurang.

Salah satu tujuan pembangunan adalah untuk memberikan kemudahan bagi kehidupan masyarakat umum, termasuk kemudahan bertransportasi. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat umum. Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri, menyebutkan “jika jalan dan jembatan tidak cepat dibangun, kasihan masyarakat karena biaya untuk transportasi air tinggi”.

Kini, seiring dengan peningkatan pembangunan transportasi darat, penggunaan sekoci yang dahulu menjadi budaya masyarakat bantara sungai kini lambat laun ditinggalkan. Pemanfaatan sekoci kini hanya untuk acara-acara pariwisata.

Itulah perubahan.

Salam,

WBS

Sumber: Sekoci Kian Tersisih di Musi, Kompas.com, Travel/News, 28 Nopember 2014.

Kisah serupa:

Sungai Mahakam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: