Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Pulau Kolepon

Posted by wahyuancol pada November14, 2014

Pulau Kolepon

Koordinat: 08° 12′ 49″ LS, 137° 41′ 24″ BT

Titik Referensi: No. TR.088

Titik Dasar: No. TD.088E

Letak Administrasi: Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Propinsi Papua.

Catatan:

  • Pulau ini dikenal dengan banyak nama. Selain memiliki nama resmi yang diakui sekarang yaitu: Pulau Kolepon, pulau ini juga dikenal dengan empat nama yang lain, yaitu Pulau Kimaam atau Kimaan, Pulau Dolok atau Dolak, Pulau Yos Sudarso, dan Pulau Frederik Hendrik (lihat Atlas Pulau-pulau Kecil halaman 105; JPL CIT Photojournal).
  • Pulau ini berhadapan dengan Australia.
  • Pulau ini berbentuk seperti daun (Gambar 1). Panjangnya sekitar 165 km. Luas pulau ini 11.691, 07 km². Pulau ini dipisahkan dari daratan Papua oleh Selat Muli. Sebagian kawasan pulau ini adalah rawa mangrove. Di sekeliling pulau terdapat rataan lumpur yang lebar terutama di bagian utara hingga barat laut.
Pulau Kolepon 20090812-indonesia-full copy

Gambar 1. Citra Pulau Kolepon, 29 Agustus 2009. Titik kotak kuning: Distrik Kimaam. Sumber Citra: Earth Snapshot, Frederik Hendrik Island. (Nopember 2014).

 

  • Penduduk pulau ini terutama terdapat di Distrik Kimaam. Terdapat landasan udara dengan panjang sekitar 650 meter (diukur pada Citra Satelit Google Earth) (Gambar 2) di distrik tersebut. Dermaga di tepi sungai dijumpai di Kiworo di bagian timur pulau. Lokasi pemukiman penduduk lainnya dijumpai di bagian utara pulau seperti di Tabonji di bagian utara pulau (Gambar 3). Bahasa asli penduduk setempat adalah Ndom dan Riantana (JPL CIT Photojournal)
Distrik Kimaam

Gambar 2. Distrik Kimaam di Pulau Kolepon dengan landasan pesawat terbang sepanjang sekitar 650 meter. Tanggal pencitraan 5 April 2012.  Sumber Citra: Google Earth (Nopember 2014).

Tabonji Kolepon Papua

Gambar 3. Daerah Tabonji di bagian utara Pulau Kolepon 5 April 2012. Sumber Citra: Google Earth (Nopember 2014).

 

  • Posisi koordinat yang tertera di atas dikutip dari Atlas Pupau-pulau Kecil halaman 105. Ketika posisi itu di plot pada Google Earth, jatuhnya di perairan pantai sebelah barat pulau.
  • Kenampakan visual kondisi lingkungan di sekitar pulau ini berada dari citra satelit dan pengamatan detil terhadap citra pulau ini dari Google Earth, bisa disimpulkan bahwa Pulau Kolepon adalah pulau yang berelevasi rendah. Pulau ini terbentuk sebagai hasil dari pengendapan sedimen yang tinggi di perairan pesisir sebelah selatan Pulau Papua di Laut Arafura (Gambar 1). Pulau ini adalah perkembangan dari suatu gosong pasir yang kemudian ditumbuhi vegetasi mangrove (mangrove cay). Mangrove dijumpai sampai jauh di pedalaman pulau. Di tengah pulau juga banyak danau-danau kecil. Bekas-bekas alur sungai sangat banyak dijumpai hingga di bagian tengah pulau (Gambar 4).
Danau-danau Kolepon

Gambar 4. Danau-danau di Pulau Kolepon. Sumber Citra: Google Earth, pencitraan 10 April 2013 (Nopember 2014)

 

  • Menurut direktori mercusuar di pulau ini terdapat mercusuar di dua lokasi. Pertama, letaknya tidak diketahui dengan pasti karena masih baru sehingga belum sempat terekam oleh citra satelit yang disajikan, tetapi diperkirakan berada di ujung barat daya pulau ini, yaitu di Cape Valsch atau Tanjung Vals atau Ujung Salah (Gambar 5). Tanjung ini adalah ujung paling selatan Pulau Kolepon. Kemudian, lokasi Titik Referensi dan Titik Dasar yang ada di pulau ini diperkirakan juga berada di tanjung ini. Kedua, letaknya di kawasan Pelabuhan Kimaam (Gambar 6).
Ujung Salah Kolepon

Gambar 5. Ujung Salah di bagian baratdaya Pulau Kelopen. Sumber Citra: Google Earth (Nopember 2014)

Pelabuhan Kimaan Pulau Kolepon GetMap

Gambar 6. Pelabuhan Kimaam Pulau Kolepon. Mercusuar terlihat di tepi pantai di pangkal dermaga. Sumber Citra: Bing (Nopember 2014).

Prediksi Respon terhadap Kenaikan Muka Laut Global: Pulau ini dikelilingi oleh pantai mangrove. Vegetasi mangrove menyebar hingga ke pedalaman pulau ini dan sebagaian besar masih berada dalam kondisi alamiahnya. Dengan demikian, bila terjadi kenaikan muka laut yang sesuai dengan skenario IPCC, mangrove di pulau ini diperkirakan masih dapat beradaptasi dengan baik sehingga keberadaan pulau ini tidak akan terganggu secara signifikan. Kemampuan adaptasi dari mangrove tersebut didukung oleh tingginya suplai muatan sedimen dari daratan Pulau Papua ke kawasan tersebut seperti terlihat pada Gambar 1.

Pulau Kolepon ini berada di Paparan Sahul yang stabil. Dalam sejarah geologi, dimasa lalu muka laut pernah turun hingga sekitar 100 meter lebih rendah dari posisi muka laut sekarang. Dengan demikian, pulau ini diperkirakan pada saat itu ukurannya lebih besar. Jejak-jejak alur sungai purba yang berada di bawah laut sekarang dapat terlihat di perairan dekat pantai di sekitar Cape Valsch (Gambar 7).

Ujung Salah Kolepon under water GetMap

Gambar 7. Morfologi bawah laut purba di kawasan Ujung Salah, Pulau Kolepon. Sumber Citra: Bing Map (Nopember 2014)

Informasi lain:

  • Kawasan ini adalah kawasan dengan tingkat sedimentasi yang tinggi (Earth Snapshot).
  • Perubahan garis pantai yang besar (progradasi) terjadi di pantai barat pulau ini (Bird and Ongkosongo, 1980)
  • Di sebelah utara pulau ini terdapat muara Sungai Digul dan Sungai Odammun. Di kawasan muara kedua sungai tersebut sering terjadi fenomena tidal bor atau tidal wave atau Kepala Arus (bahasa lokal). Fenomena itu muncul 2 hari sebelum dan 2 hari setelah bulan baru dan bulan purnama. Fenomena ini hadir dalam bentuk gelombang tunggal dengan ketinggian 1,8 sampai 4 meter yang bergerak cepat masuk ke sungai (Sumber: National Geospacial Intelligence Agency, Pub. 164, Sailing Directions, New Guinea, 2004, 9th Ed., halaman 118) . Informasi tentang kondisi arus, gelombang dan pasang-surut di sekitar pulau ini juga dapat diperoleh dari referensi tersebut.

 

Kembali

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: