Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Batuan 5 (Batuan Piroklastik)

Posted by wahyuancol pada Januari9, 2011

Apabila terjadi erupsi letusan dari suatu gunungapi, seperti yang belum lama ini ditunjukkan oleh Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, selain mengeluarkan gas-gas volkanik juga ikut keluar  magma. Magma dilontarkan ke udara melalui kawah gunungapi itu. Magma yang dilontarkan itu membeku dengan cepat membentuk material padat dengan berbagai ukuran, mulai dari yang berukuran debu sampai berukuran bongkah. Selain magma, dapat pula tubuh gunungapi itu ikut hancur dan materialnya juga ikut terlempar. Semua material itu disebut sebagai material piroklastik. Batuan yang terbentuk oleh material piroklastik itu disebut sebagai batuan piroklastik. Tephra adalah sebutan untuk semua fragmen batuan volkanik atau lava tanpa memperhatikan ukurannya yang dolontarkan ke udara ketika terjadi erupsi letusan gunungapi atau oleh semburan gas panas dalam kolom erupsi atau oleh semburan lava (lava fountain).

Komponen penyusun batuan piroklastik yang utama adalah material yang berasal dari magma yang dilontarkan ketiak erupsi letusan gunungapi terjadi. Komponen penyusun lainnya dapat berasal dari batuan tubuh gunungapi yang ikut hancur dan terlempar ke udara, dari sumbat lava, atau dari batuan yang lebih tua yang diterobos oleh magma seperti batuan volkanik, batuan plutonik;  kadang-kadang juga bisa ada batuan sedimen atau batuan metamorfik.

Magma yang dilontarkan ke udara ketika terjadi erupsi letusan segera membeku. Material yang terbentuk bisa berupa gelas volkanik, kristal mineral atau batuan beku. Ukuran butirannya dapat bervariasi mulai dari berukuran debu, pasir, kerikil maupun bongkah.

Material piroklastik disebut sebagai debu volkanik bila berukuran < 2 mm. Komponen penyusunnya dapat berupa gelas volkanik maupun kristal mineral. Debu volnaik ini apabila menjadi batuan disebut sebagai tuff.

Apabila butiran material piroklastik itu memiliki diameter butiran berukuran 2 – 64 mm, maka disebut sebagai lapilli.

Breksi piroklastik (pyroclastic breccia) adalah breksi yang tersusun oleh frakmen piroklastik yang berukuran butir > 2 mm dan bentuk butirannya menyudut (Free Dictionary).

Ketika terjadi erupsi letusan, lava yang mengalir sering juga ikut terlempar ke udara dalam kondisi yang belum sepenuhnya memadat. Lava yang terlempar itu dapat membentuk butiran batuan yang membulat, seperti kotak (blocky), atau meruncing. Material yang terbentuk dari lava yang terlempar ini disebut sebagai agglomerat.

Selanjutnya, berdasarkan karakteristiknya agglomerat dapat dibedakan menjadi bom (bomb), blok (block) atau breksi (breccia). Bom atau blok biasanya lebih besar dari 32 mm (Encyclodia Britanica).

Apabila batuan piroklastik itu berbentuk membulat maka disebut bom volkanik (volcanic bomb). Bentuk bom volkanik ini aneka macam (Gambar 1, Gambar 2) namun bentuk dasarnya tetap membulat. Bom volkanik ini menunjukkan material yang dilontarkan dalam bentuk cair.

Apabila batuan piroklastik itu berbentuk seperti kotak (blocky) maka disebut volcanic block. Volcanic block ini menunjukkan material dilontarkan dalam bentuk padat, biasanya merupakan lava yang telah membeku sebelumnya yang merupakan bagian dari tubuh gunungapi (Gambar 1, Gambar 2). Kumpulan material volcanic block ini akan membentuk volcanic breccia.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: