Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Kisah Dari Lereng Merapi 2 (Bunuh Diri: Haruskah ini terjadi?)

Posted by wahyuancol pada November8, 2010

Kisah ini terjadi di lokasi pengungsian pada hari Minggu 7 Nopember 2010 ketika Gunung Merapi sedang aktif bererupsi.

Kisah ini tentang rakyat kecil yang kehilangan harapan akan masa depan hidupnya setelah sapi-sapi miliknya mati semuanya terkena awan panas dari Gunung Merapi.

Di tengah-tengah kondisi yang kalau balau itu Pemerintah mengeluarkan janji akan membeli semua sapi milik masyarakat lereng Merapi yang mati kena awan panas. Tetapi, apakah berita itu dapat dipercaya? Bagi sebagian masyarakat yang mengungsi itu mungkin kabar itu meragukan.

Oleh karena itu, mungkin, peristiwa tragis di bawah ini terjadi.

Inilah kisah itu

———————————-

Seorang pengungsi bencana letusan Gunung Merapi di Stadion Maguwoharjo, Sokiran (46) warga Dusun Manggong, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Minggu (7/11/2010) nekat bunuh diri dengan menceburkan diri ke selokan yang ada di sisi barat stadion.

“Korban ini kemungkinan stres sejak mengungsi di Stadion Maguwoharjo,” kata Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Heri Suprapto. Menurut dia, korban diduga stres karena teringat akan ternaknya yang mati semua akibat terjangan lahar panas Gunung Merapi pada Jumat lalu. “Korban sudah menunjukkan gejala stres sejak tiga hari lalu, sesaat setelah tiba di Stadion Maguwoharjo, korban selalu bilang ingin pulang dan juga ingin mati saja,” katanya.

Ia mengatakan, dirinya bersama dengan para pengungsi dari Kepuharjo sudah berusaha menenangkannya dan membujukknya agar tidak melakukan perbuatan nekat tersebut.
“Namun tadi rupanya kami sedikit lengah, saat korban pamit untuk mandi ternyata dimanfaatkan untuk bunuh diri dengan mencebur di dalam selokan yang dan langsung terseret hingga puluhan meter dan tewas,” katanya.

Heri mengatakan, selama ini Sokiran mengandalkan hidup keluarganya dari ternak sapi perah miliknya.”Korban kehilangan empat sapi yang mati akibat terkena lahar panas, kami sudah berupaya membujuk dan memberitahu bahwa sapi-sapinya yang mati akan diganti pemerintah, namun rupanyan ia tidak mudah untuk menerima musibah ini dan memilih mengambil jalan pintas,” katanya.

Ia mengatakan, atas kejadian tersebut dirinya saat ini terus berupaya mendampingi para pengungsi dari Desa Kepuharjo agar mereka tidak stres dan bisa menerima musibah ini.
“Kami terus memberikan keyakinan kepada warga yang mengungsi bahwa ini adalah ujian dari Tuhan dan semua harus tabah dalam menghadapinya, kami tidak ingin warga terlalu larut dalam keputusasaan,” katanya.

Sumber:

http://regional.kompas.com/read/2010/11/08/04493431/Astaga..Satu.Pengungsi.Nekad.Bunuh.Diri-5

————————–

Setelah membaca cerita di atas mungkin pantas bila kita bertanya:

“Apakah sudah sedemikian rendah tingkat kepercayaan sebagian masyarakat kepada Pemerintah?” atau,

“Apakah keputus asaan itu terjadi karena janji itu terlalu terlambat realisasinya sehingga menimbulkan keraguan yang menyebabkan putus asa?”

Semoga bermanfaat.

Salam,

WBS

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: