Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

BG: Gelombang Badai / Gelombang Tinggi

Posted by wahyuancol pada Juli1, 2008

Gelombang badai adalah sebutan untuk fenomena gelombang laut yang terjadi karena itupan angin badai, yang ukurannya di atas ukuran gelombang normal, yang melanda ke daratan. Di Indonesia, secara umum masyarakat menyebut fenomena gelombang ini dengan Gelombang Pasang. Gelombang badai dapat menyebabkan air laut masuk ke daratan dan mencapat jarak 200 meter ke dalam daratan dari tepi pantai. Berbeda dengan tsunami yang terjadi karena gempa, longsoran bawah laut atau letusan gunungapi bawah laut, fenomena gelombang badai ini terjadi menyusul terjadinya badai atau tiupan angn yang sangat kencang di lautan (fenomena meteorologi), tinggi gelombangnya dapat mencapai belasan meter di daerah dekat sumber angin, dan gelombang terus berlangsung selama angin bertiup dan reda bersama dengan redanya tiupan angin. Berkaitan dengan mekanisme pencetusannya, fenomena gelombang badai ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu yang berkaitan dengan musim angin tertentu, dan hanya akan melanda lokasi-lokasi tertentu pula.

Peristiwa gelombang badai yang terbaru terjadi di Indonesia terjadi pada pertengahan bulan Mei 2007 yang melanda kawasan pesisir Pulau Sumatera, Jawa, Bali dan pulau-pulau Nusa Tenggara Barat dan Timur (BBC Indonesia, 2007; Antara, 2007), yang menghadap ke Samudera Hindia; dan gelombang badai yang melanda kawasan pesisir utara Pulau Jawa di daerah Inderamayu – Cirebon (Kompas, 2007) (Gambar 2).

Pada Gambar 2 terlihat bahwa terdapat dua setting lingkungan pesisir yang berbeda yang dilanda oleh gelombang badai. Pertama, kawasan pesisir yang menghadap ke Samudera Hindia mulai dari Sumatera sampai Nusa Tenggara Timur, dan ke-dua, kawasan pesisir yang berada di “lingkungan dalam” (Laut Jawa) perairan Kepulauan Indonesia yaitu wilayah pesisir Inderamayu – Cirebon, yang menghadap ke arah timur. Hal itu menunjukkan bahwa kedua peristiwa gelombang bagai itu terjadi secara terpisah dengan dua pencetus yang berbeda.

Pertama, gelombang badai yang melanda kawasan pesisir pulau-pulau yang menghadap ke Samudera Hindia adalah gelombang bagai yang merupakan bagian dari fenomena yang dikenal dengan “Southern Swell” yang muncul karena badai di Afrika Selatan pada posisi 40oS (AVISO, 2007 dan ESA, 2007) (Gambar 3). Kedua, gelombang badai yang melanda pesisir Inderamayu – Cirebon yang menghadap ke arah timur itu adalah gelombang badai yang timbul karena tiupan angin dari arah timur yang bertepatan dengan Musim Timur.

Gambar 3. Hasil animasi perambatan gelombang “Southern Swell” yang memperlihatkan perambatan gelombang dari Afrika Selatan ke seluruh bagian Samudera Hindia dan menjangkau Kepulauan Indonesia (AVISO, 2007 dengan modifikasi). Gambar menunjukkan kondisi pada tanggal 17 Mei 2007.

Dari dua peristiwa fenomena gelombang badai tersebut dapat disimpulkan bahwa:

1) Kawasan pesisir dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali dan pulau-pulau Nusa Tenggara yang menghadap ke Samudera Hindia merupakan kawasan pesisir yang berpotensi untuk terkena gelombang badai yang datang dari Samudera Hindia. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan terjadinya angin siklon di Samudera Hindia. Memperhatikan kejadian terbaru dari gelombang badai yang terjadi, maka gelombang badai di masa datang mungkin terjadi dalam bulan Mei.

2) Segmen pantai kawasan pesisir utara Pulau Jawa yang menghadap ke arah timur adalah kawasan pesisir yang sangat berpotensi untuk terkena gelombang badai yang terjadi pada saat Musim Timur berlangsung di bulan Mei.

Fenomena gelombang badai muncul berkaitan dengan fenomena meteorologi berupa tiupan angin yang kemungkinan waktu terjadinya relatif teratur sepanjang tahun sesuai dengan perubahan musim. Dengan demikian, prediksi atau peringatan dini akan terjadinya gelombang badai lebih mudah dilakukan dari pada prediksi atau peringatan dini tsunami.

Mengenai sifat merusak dari gelombang badai ini, kemampuan merusak dari gelombang badai memang kecil bila dibandingkan dengan tsunami seperti yang melanda Propinsi Nagroe Aceh Darussalam pada 26 Desember 2004. Meskipun demikian, untuk kondisi tertentu di suatu tempat tertentu, gelombang badi bisa cukup kuat, seperti yang terjadi pada 11 Juni 2007 di Pantai Nobbys, Newcastle, Australia. Gelombang badai yang terjadi di kawasan pesisir itu mampu mengkandaskan kapal yang memuat batubara seberat 30.000 ton ke pantai (Media Indonesia, 2007).

Kembali Terus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: