Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

MBG: Siklus Manajemen Bencana

Posted by wahyuancol pada Juni3, 2008

Menurut Warfield (tanpa tahun), manajemen bencana mempunyai tujuan: (1) mengurangi, atau mencegah, kerugian karena bencana, (2) menjamin terlaksananya bantuan yang segera dan memadai terhadap korban bencana, dan (3) mencapai pemulihan yang cepat dan efektif. Dengan demikian, siklus manajemen bencana memberikan gambaran bagaimana rencana dibuat untuk mengurangi atau mencegah kerugian karena bencana, bagaimana reaksi dilakukan selama dan segera setelah bencana berlangsung, dan bagaimana langkah-langkah diambil untuk pemulihan setelah bencana terjadi.

Secara garis besar terdapat empat fase manajemen bencana, yaitu:

1) Fase Mitigasi: upaya memperkecil dampak negatif bencana. Contoh: zonasi dan pengaturan bangunan (building codes), analisis kerentanan; pembelajaran publik.

2) Fase Preparadness: merencanakan bagaimana menanggapi bencana. Contoh: merencanakan kesiagaan; latihan keadaan darurat, sistem peringatan.

3) Fase Respon: upaya memperkecil kerusakan yang disebabkan oleh bencana. Contoh: pencarian dan pertolongan; tindakan darurat.

4) Fase Recovery: mengembalikan masyarakat ke kondisi normal. Contoh: perumahan sementara, bantuan keuangan; perawatan kesehatan.

Ke-empat fase manajemen bencana tersebut tidak harus selalu ada, atau tidak terjadi secara terpisah, atau tidak harus dilaksanakan dengan urutan seperti tersebut di atas. Fase-fase sering saling overlap dan lama berlangsungnya setiap fase tergantung pada kehebatan atau besarnya kerusakan yang disebabkan oleh bencana itu. Dengan demikian, berkaitan dengan penentuan tindakan di dalam setiap fase itu, kita perlu memahami karakteristik dari setiap bencana yang mungkin terjadi.

Sebagai suatu proses alam, bahaya atau bencana geologi tidak datang begitu saja tanpa sebab atau kondisi yang memungkinkan bahaya atau bencana itu terjadi. Oleh karena itu, kahadiran bahaya atau bencana geologi tentu berkaitan erat dengan keberadaan materi atau kehadiran kondisi yang memungkinkan bahaya atau bencana itu terjadi. Dengan kata lain, potensi bahaya atau bencana geologi dapat dibaca atau dapat diketahui dari kondisi lingkungan setempat, dan fase mitigasi bencana telah dimulai sejak kehadiran ancaman bahaya geologi itu diketahui.

————–

Warfield, C., tanpa tahun, The Disaster Management Cycle. [http://www.grdc.org/uem/disaster/1-dm_cycle.html]. Akses: 22 Januari 2008.

Satu Tanggapan to “MBG: Siklus Manajemen Bencana”

  1. Muh Sanijo said

    Mas Wahyu, saya mau nanya nih : 1. Dalam ulasan mengenai gempa bumi saya sering menemukan istilah Tremor dan Mikrotremor. Makhluk apakah gerangan keduanya itu ?
    2.Apakah yang dimaksud dengan Geoteknologi itu ?
    3. Saya sering mendengar istilah Siklus Geologi (geological cycle) apakah yang dimaksud dng istilah tersebut ?
    Atas perhatian dan batuannya saya ucapkan terima kasih
    Mohon jawaban dikirimkan ke e-mail saya: sanijoraf@gmail.com.
    Matur nuwun.

    Salam,
    Muh Sanijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: