Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Tuhan Bekerja dengan Proses

Posted by wahyuancol pada Mei11, 2008

Kebebasan Berfikir

Di dalam Qur’an disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dari tanah (Surat Al-Hijr ayat 28; Fatir ayat 11). Kita hanya diberi tahu bahwa manusia diciptakan dari tanah, dan kita tidak diberitahu bagaimana prosesnya dari tanah sampai menjadi bentuknya yang sempurna menjadi manusia, dan juga tidak diberitahu secara mendetil bagaimana manusia pertama berkembang menjadi manusia sekarang yang beraneka ragam. Kita hanya dibertahu bahwa manusia dicipakan bermacam-macam (Surat Fatir ayat 28). Di lapangan antara yang tidak disebutkan di dalam agama itu saya kira kita boleh memikirkan bagaimana manusia diciptakan dengan ilmu dan pengetahuan kita. Tidak ada larangan untuk memikirkan ciptaan Tuhan. Yang ada adalah sebaliknya, kita dianjurkan untuk memikirkan ciptaan Tuhan.

Campur Tangan Manusia

Memang, Tuhan adalah Maha Kuasa dan Maha Menciptakan. Sementara itu, dalam kehidupan sehari-hari kita melihat bahwa manusia dilahirkan dari rahim seorang ibu. Hal itu menunjukkan bahwa ada campur tangan manusia dalam proses penciptaan manusia. Dengan kata lain, bahwa Allah menciptakan manusia melalui manusia itu sendiri. Campur tangan manusia itu dapat kita lihat mulai dari ketika seorang anak dibesarkan dengan makanan dan minuman bergizi, pendidikan yang diberikan, lingkungan tempat tinggal, sampai pada pemilihan jodoh ketika akan dikawinkan.

Manusia Awal dan Proses Evolusi

Banyak pertanyaan disekitar penciptaan manusia ini. Kita dapat mencoba membuat serangkaian pertanyaan sebagai berikut:

1) Apakah manusia diciptakan dengan cara dibentuk dari tanah seperti tanah yang kita kenal pada umumnya (tanah liat atau tanah untuk yang biasa untuk bercocok tanam)? Atau dari unsur-unsur kimia yang ada di bumi (tanah)?

2) Apabila dari tanah atau tanah liat, bagaimana bentuk awal manusia? Apakah calon manusia itu dibuat bentuknya seperti boneka yang berbentuk manusia dan lalu dihidupkan?

3) Apabila dari unsur-unsur kimia, bagaimana bentuk awal manusia? Apakah bentuk awal manusia diawali dari senyawa organik?

4) Apabila manusia berasal dari senyawa organik, apakah manusia adalah hasil dari suatu proses evolusi?

Kenyataan yang kita lihat sekarang di bumi adalah bahwa banyak ras manusia. Setiap ras manusia dapat dikatakan secara umum menempati benua-benua tertentu atau kawasan-kawasan tertentu. Kita melihat secara nyata dan tegas adanya perbedaan antara manusia dari benua Afrika, Eropa, Cina, Melanesia, Eskimo, Melayu, dan sebagainya. Perbedaan ras manusia itu dapat kita lihat mulai dari warna kulit sampai bentuk fisik. Pertanyaan yang dapat timbul terkait dengan kenyataan itu adalah:

1) Apakah manusia awal itu satu? Atau lebih dari satu?

2) Apabila manusia berasal dari satu orang, apakah kemudian manusia mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh tempat tinggalnya?

3) Apabila manusia awal lebih dari satu, apakah di setiap tempat yang berbeda diciptakan manusia dengan ras yang berbeda?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak mudah untuk dijawab dan dapat memancing perdebatan yang berkepanjangan. Namun hal itu tidak berarti kita tidak dapat menguraikan jawabannya. Kita dapat melihat apa yang terjadi di sekitar kita untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Proses di dalam Penciptaan

Dalam upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada satu pertanyaan kunci yang perlu kita jawab terlebih dahulu sebelum memulai menjawab pertanyaan yang lain. Pertanyaan itu adalah “Apakah Allah menciptakan segala sesuatu melalui suatu proses?”

Pertanyaan ini tidak sulit untuk dijawab asalkan kita mau memperhatikan apa-apa yang terjai di sekitar kita, seperti proses pembentukan manusia yang dimulai dari perkawinan sepasang laki-laki dan perempuan, pembuahan dan pertumbuhan janin di dalam rahim, kelahiran bayi dan perkembangannya sampai menjadi manusia dewasa yang siap melanjutkan sikus kehidupan manusia.

Mari kita lihat bagamana Qur’an menerangkan penciptaan manusia yang melalui sustu proses (Surat Al-Mukminum ayat 12 – 14). Secara rinci dijelaskan proses itu sebagai berikut: Manusia diciptakan dari saripati tanah dalam bentuk mani yang disimpan dalam rahim, kemudian dijadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu menjadi segumpal daging, kemudian dijadikan tulang belulang yang dibungkus daging. Kemudian tulang yang terbungkus daging itu dijadikan suatu makhluk. Kita mengatahui bahwa proses itu berlangsung di dalam rahim dn membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan. Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa penciptaan manusia melalui suatu proses yang berlangsung dalam suatu jangka waktu tertentu.

Analogi penciptaan manusia itu juga dapat kita lihat pada pertumbuhan sebatang pohon yang berbiji. Dimulai dari sebutir biji yang tumbuh di tanah menjadi sebatang anakan pohon. Kemudian anakan pohon itu tumbuh dan berkembang sehingga berbungan dan berbuah, dan lalu buah itu menjadi tua, masak dan kemudian jatuh ketanah. Buah yang tahun itu kemudian membusuk dan tinggallah bijinya menjadi benih yang siap tumbuh melanjutkan siklus pertumbuhan pohon.

Dua contoh kasus di atas menunjukkan dengan tegas kepada kita bahwa Allah bekerja dengan suatu proses dalam suatu jangka waktu tertentu. Segala sesuatu terjadi dan terbentuk melalui suatu proses dalam jangka waktu tertentu, dan tidak ada yang hadir begitu saja tanpa melalui suatu proses.

————–

(Bersambung)

1. Tuhan menciptakan pesawat terbang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: