Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Menghentikan Semburan Lumpur Sidoarjo dengan Bola-bola Beton: bisakah?

Posted by wahyuancol pada Maret4, 2007

Berkaitan dengan upaya penanggulangan semburan lumpur Sidoarjo, mari kita simak kutipan berita Kompas Cyber Media hari ini Minggu 4 Maret 2007 di bawah ini:

Terkait dengan penanggulangan lumpur panas, kemarin sebanyak 33 rangkaian bola beton dimasukkan ke dalam pusat semburan. Rangkaian bola beton yang masuk ke pusat semburan ini terbanyak dibandingkan hari-hari sebelumnya. Dengan masuknya 33 rangkaian bola beton, berarti sudah 78 rangkaian bola beton telah masuk ke dalam pusat semburan.

Alat detektor tekanan yang dimasukkan ke pusat semburan, Kamis lalu, telah keluar. Dengan keluarnya alat detektor ini, berarti kedalaman lubang semburan itu mencapai 300 meter.

Selain dengan alat detektor, anggota Tim Supervisi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung Satriya Bijaksana mengatakan, tim mencoba menalikan benang ukur ke salah satu rangkaian bola beton untuk mengetahui kedalaman semburan lumpur. “Ternyata sampai benang habis, yakni sekitar 1.000 meter, bola beton itu terus masuk ke dalam lubang. Berarti bisa diartikan bola beton masuk sampai lebih dari kedalaman 1.000 meter,” ujar Satriya. (APA)

*************

Saya membayangkan, bila lubang saluran semburan lumpur jauh melebihi besarnya diamater bola-bola beton itu, maka bola-bola beton yang berat itu dapat jatuh bebas sampai ke dasar “kantong” lumpur. (Karena bola-bola itu dirancang agar tidak dapat disemburkan keluar oleh daya dorong semburan lumpur) — ini berarti bola-bola beton tidak dapat menghambat semburan lumpur.

(Pada awal kejadian, mungkin lubang saluran semburan lumpur kecil, sebesar lubang bor. Tetapi setelah dilalui oleh sumpur bertekanan sedemikian banyak, maka sangat mungkin terjadi penggerusan dinding saluran sehingga saluran membesar).

Kemudian, bila “kantong” lumpur yang ada jauh di dalam bumi ternyata memiliki ruang yang sangat luas untuk dapat menampung bola-bola beton yang jatuh itu, maka bola-bola beton itu akan tersebar di dasar “kantong” lumpur. Benar bahwa bola-bola beton itu diikat satu sama lain dengan tali, tetapi ikatannya berbentuk rentengan dan tali antara bola satu dengan berikutnya cukup panjang (ini seperti kita memasukkan kelereng ke dalam sumur) — ini juga berarti lumpur akan tetap bebas untuk disemburkan ke permukaan.

(Lumpur dan air yang disembukan sedemikian banyak dan sampai sekaran belum ada indikasi akan berhenti, keadaan itu membayangkan adanya suatu ruang yang sangat besar yang membuat bola-bola beton yang masuk ke dalamnya menjadi tidak berarti)

Pertanyaan selanjutnya, bila apa yang saya bayangkan itu benar, maka berapa banyak bola beton yang harus kita masukkan ke dalam bumi agar dapat menghentikan semburan lumpur?

Salam dari Ancol, 4 Febuari 2007

Wahyu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: