Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Belajar dari banjir Jakarta 2007: mencegah atau memperbaiki, pilih mana?

Posted by wahyuancol pada Februari19, 2007

“Mencegah lebih baik daripada mengobati”.
Kata pepatah ini sudah sering kita dengar dan diamini orang bila mendengarnya. Tetapi, ternyata sulit sekali untuk dilaksanakan.

Sore ini detik.com memberitakan bahwa banjir di awal Febuari 2007 yang lalu menyebabkan kerugian sebesar kira-kira Rp. 8,8 Triliun.
http://www.detikfinance.com/index.php/kanal.read/tahun/2007/-bulan/02/tgl/19/time/155940/idnews/744049/idkanal/4

Angka itu bukan angka yang kecil. Dan, banyak yang dapat bisa kita perbuat dengan uang sebesar itu.

Sekarang coba kita ingat lagi, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk program penanggulangan banjir dari Pemda DKI?

Pada tanggal 10 Febuari 2007 yang lalu, setelah banjir, Tempo Interaktif mengabarkan bahwa pemerintah menambah dana sebesar Rp. 2,7 Triliun untuk menyelesaikan Proyek Banjir Kanal Timur, dengan harapan proyek itu dapat selesai dalam 2 tahun.
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/02/10/brk,20070210-92915,id.html

Denagn kondisi seperti itu, boleh kan bila kita bertanya, “Mengapa uang sebanyak itu tidak diberikan sejak awal Proyek BKT dicetuskan?”

Secara sederhana, kalau uang sebanyak itu diberikan pada tahun 2003, setelah banjir tahun 2002. Sangat mungkin Jakarta tidak kebanjiran seperi di awal Febuari 2007 lalu. Katakanlah, bila kala itu diberikan sebesar 3 triliun, tentu masih “tidak kehilangan” sebesar 5 triliun.

Adakah yang salah dalam cara “kita” berpikir? Bukankah itu berarti kita memilih “rugi” daripada “tidak rugi”?

Entah sampai kapan pola berpikir seperti itu masih terus dianut oleh pengambil keputusan.

Memang, dalam kondisi “tidak ada bencana” nilai 3 triliun “terasa sangat tinggi”. Apalagi bila hanya untuk membuat kanal yang akan dilalui air setahun sekali. Tidak ada keuntungan materi yang langsung dari kanal-kanal itu. Hal ini berbeda dengan membangun pusat-pusat perdagangan dan bisnis.

Semoga Banjir Jakarta 2007 dapat menjadi pelajaran, sehingga kita bisa memilih “tidak rugi”.

Salam dari Ancol, 19 Febuari 2007

Wahyu

Ada yang berbisik di belakang kepala saya. Bisiknya:

“Eh…, tapikan yang 8,8 trilun itu ditanggung rame-rame, sedang kalau 3 triliun itu diberikan kan hanya ditanggung pemerintah?”

He… he…. he….

Satu Tanggapan to “Belajar dari banjir Jakarta 2007: mencegah atau memperbaiki, pilih mana?”

  1. Nurika,dinda,dan lely said

    Tolong kami mengerjakan tugas pengetahuan lingkungan.Topik yang disampaikan adalah suatu contoh/kasus spesifik lingkungan yang berkaitan dengan bidang studi kami yaitu teknik sipil dan ligkungan.thx b4.kami tunggu up-datean terbaru skarang.mendesak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: