Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Jakarta’

9 Feb 2009, Senin, Banjir Pasang Surut Melanda Jakarta

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Februari9, 2009

Sebagaimana telah diprakirakan kemarin, hari ini Senin tanggal 9 Febuari 2009 banjir pasang surut kembali melanda Jakarta bagian utara. Pengamatan di Ancol menunjukkan air mulai naik ke jalan sejak jam 10. Air masuk melalui saluran air. Tidak seperti biasanya, hari ini tampak jalan masuk ke kawasan wisata Ancol ditutup. Tidak ada wisatawan yang masuk.

Sementara air bergerak naik, siang ini Jakarta tertutup awan kelabu. Berangin.

Sekarang, jam 11.15, ketinggian air telah mencapai bibir taman di sekityar jalan masuk Ancol timur. Air juga menggenangi lapangan parkir Komplek Balai Samudera Ancol.

Jam 11.45, air bergerak turun.

Jam 12.10,pintu masuk kawasan wisata Ancol dibuka kembali untuk umum.

Ditulis dalam Banjir, LAPORAN PANDANGAN MATA, PROSES (BENCANA) ALAM, Pasang surut, Wilayah Pesisir | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

8 Feb 2009, Minggu, Banjir Pasang Surut Melanda Jakarta

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Februari8, 2009

Hari ini, Minggu tanggal 8 Febuari 2009 Jakarta bagian utara kembali dilanda banjir pasang surut. Air mulai naik sejak jam 8 pagi. Jam 9 air sudah melanda jalan masuk ke Ancol bagian timur. Jam 10 air mulai menjamah lapangan parkir Komplek Balai Samudera Ancol. Jam 10.45 lapangan parkir itu sudah tergenang air laut. Air mengalir deras masuk dan naik melalui saluran-saluran air yang terhubung ke laut di pantai Ancol.

Sementara air bergerak naik, pagi ini di Ancol berawan, udara hangat. Di bagian selatan jakarta tampak mendung menebal. Pada jam 10.55, mendung kelabu mulai tampak menebal di atas langit Ancol.

Kalender hari ini mununjukkan tanggal 8 Febuari 2009 bertepatan dengan tanggal 12 hari bulan. Bulan purnama masih akan 3 hari lagi dan jatuh pada hari Rabu tanggal 11 Febuari 2009. Ini berarti bahwa akan terjadi banjir pasang surut yang lebih tinggi, yang terus meningkat ketinggiannya mulai hari ini, dan akan mencapai puncaknya pada Rabu tanggal 11 Febuari 2009.

Berkaitan dengan kemungkinan tersebut, kita berharap bahwa pada 3 hari kedepan hujan yang deras dan lama tidak turun di Bogor atau Jakarta. Apabila hujan itu terjadi, maka banjir pasang surut akan diperhebat oleh suplai air hujan.

Dengan terjadinya banjir pasang surut kali ini, berarti telah terjadi banjir pasang surut dalam dua purnama yang berurutan. Apakah ini berarti bahwa banjir pasang surut pasti terjadi di bagian utara Jakarta di setiap purnama? Kita masih perlu mengamatinya di waktu-waktu mendatang. Apabila benar bahwa setiap purnama banjir pasang surut melanda Jakarta, maka satu hal yang pasti bahwa subsiden telah terjadi di Jakarta dalam skala yang lebih hebat dari sebelumnya.

Apa yang perlu dilakukan sampai hari rabu nanti?

Untuk yang tinggal di daerah banjir, bersiap-siaplah dengan memindahkan barang-barang berharga anda ke tempat yang lebih tinggi.

Untuk yang tinggal di bagian kota yang lain, hindari berurusan ke bagian utara Jakarta, karena banjir dapat menyebabkan kemacetan dan mungkin anda terjebak di dalamnya.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu

Ditulis dalam Banjir, PROSES (BENCANA) ALAM, Pasang surut, Subsiden, Wilayah Pesisir | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

13 Jan 2009, Selasa, Banjir Pasang Surut Melanda Jakarta

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Januari13, 2009

Pagi ini, selasa 13 Januari 2007 bertepatan tanggal 16 hari bulan, banjir pasang surut kembali melanda Jakarta bagian utara dengan lebih hebar dari kemaren. Di jalan masuk Ancol timur yang dapat saya amati, air mulai naik ke jalan sekitar jam 09.00.  Air naik demikian cepat. Sekarang jam 09.50 air telah merambah kemana-mana mencapai halaman parkit di depan kantor saya dan mencapai lantai lobi depan. Di bunderan depan pintu masuk Kawasan Wisata Ancol air mencapai ketinggian setengah liungkaran roda sepeda motor. Di bagian Jakarta Utara yang lain, saya dengan di radio air telah mulai naik lebih awal dan mengganggu perjalanan kereta api ke  Stasiun Kota.

Bila kemarin air tampoak jernih, kali ini air tampak keruh. ini menunjukkan adanya campuran air hujan yang datang melalui aliran sungai.

Banjir hari ini di Ancol lebih hebat dari kemarin. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa di bagian-bagian lain dari Jakarta bagian utara yang kemaren ikut tergenang sekarang ini mengalami genangan yang lebih dalam, dan areal genangan juga lebih luas.

Pertanyaannya, sampai kapan banjir periode ini berlangsung? Saya perkirakan besok masih terjadi dengan kondisi yang lebih ringan.

Jam 10.15

Air banjir masoih terus naik. Barusan ada pengumuman melalui pengeras suara di kantor agar seluruh pegawai yang menempati lantai dasar agar mengamankan barang-barangnya.

Real parkir di sebelah timur kantor yang tinggi sudah mulai digenangi air.

Jam 11.15

Air hampir mencapai puncak . Pelataran parkir di sebelah timur kantor tergenang 10 sampai 20 cm. Teras di kantor tergenang air. Hampir masuk ke dalam kantor.

Jam 12.00

Air yang terus naik akhirnya masuk ke lantai dasar kantor. Jam 12.15 air di dalam mencapai 3 cm.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu

Ditulis dalam Banjir, PROSES (BENCANA) ALAM, Pasang surut, Wilayah Pesisir | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

12 Jan 2009, Senin, Banjir Pasang Surut Melanda Jakarta

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Januari12, 2009

Hari ini Senin tanggal 12 Januari 2009, bertepatan dengan tanggal 15 hari bulan. Saat ini adalah saat bulan purnama, nanti malam.

Siang ini, banjir pasang surut mulai melanda Jakarta bagian utara. Dari pengamatan di Ancol bagian timur, saat ini jam 12.42 air pasang terlihat masuk ke melalui jalan masuk  kawasan wisata pantai Ancol. Tampak air mengalir masuk melewati bagian jalan yang ditinggikan.

Hari ini Jakarta memang kelabu oleh mendung. sejak pagi.  Tadi pagi hujan sebentar dan tidak deras. Sampai jam 11 tadi udara di luar masih cukup hangat. Air yang masuk dan naik melalui jalan itu, yang kehadirannya tidak disertai hujan, menunjukkan bahwa air itu adalah air pasang dari laut yang naik.

Sekarang jam 12.46. Air laut masih terus meninggi. Kenderaan yang lewat di jalan masuk Ancol itu sudah mulai terganggu. Ketinggian air sudah mencapai mesin sepeda motor.

Banjir seperti ini pernah terjadi pada tahun 2007 yang lalu. Ketika itu air datang menyusul hujan yang turun lebat beberapa jam sebelumnya.

Sekarang ini, banjir pasang datang tanpa disertai hujan. Sementara itu, Jakarta tampak kelabu karena mendung yang menggantung. Bila saat ini turun hujan lebat, maka genangan air yang datang dari pasang surut akan ditambah dengan air yang datang dari hujan lelalui aliran sungai. Bila itu terjadi dalam dua tiga jam ini sebelum pasang menjadi surut, maka Jakarta bagian utara akan mengalami banjir yang cukup parah.

Tentang pasang surut, saat ini posisi bulan sedang berada di belahan bumi di seberang posisi Indonesia. Nanti malam, bulan purnama baru akan nampak di langit Indonesia dan akan berada di titik kulminasi tengah malam. Karena itu, dapat diprediksi bahwa banjir pasang surut yang terjadi seperti siang ini akan terulang lagi besok.

Jam 14.15

Genangan banjir mulai surut.

Banjir pasang surut yang saya lihat dari jendela ruang kerja tadi ternyata hanya terbatas pada bagian jalan yang sedikit agak rendah. Air menggenang hanya di sekitar bundaran di depan pintu masuk Ancol bagian timur. Belum sampai melanda perkantoran di sekitarnya. Meskipun demikian, kondisi yang tampaknya sepele itu bagi Ancol, bagi kawasan lain di Jakarta bagian utara mungkin lain. Hal itu karena di kawasan wisata Ancol saat ini sudah dibuat sedemikian rupa sistem drainase yang dilengkapi dengan tanggul dan rumah pompa untuk memompa air laut yang masuk ke kawasan Ancol kembali ke luar. Logikanya, di kawasan yang sudah dolengkapi dengan pompa saja masih bisa tergenang (meski sedikit), maka bagaimana dengan kawasan rendah lainnya yang tidak dilengkapi dengan pompa air?

Ah, iya. Pada bulan yang lalu, pada saat air laut pasang saya melintas di pinggir danau Ancol. Saya melihat air naik ke jalan masuk melalui saluran drainase. Pelataran pasir tergenang. Di danau itu ada tugu. Jalan yang menghubungkan tugu tersebut dengan daratan ketika itu sudah tergenang air laut yang pasang. Saya ingat. Dahulu di tahun 1978  saya pernah ke tugu itu. Masih ada kolong antara jembatan dan air danau. Sekarang, jalan penghubung itu tergenang. Siang tadi ketika air pasang naik, saya kira kawasan di sekitar danau Ancol itu kembali tergenang. Saya tidak melihatnya, dan hanya memperkirakan berdasarkan pengalaman bulan sebelumnya itu.

Lalu, apa arti dari semua itu? Logika sederhana adalah bahwa bila kita membangun sesuatu tentu kita berusaha untuk lebih tinggi dari kemungkinan genangan air. Sekarang, bila daerah tempat kita membangun itu telah tergenang air, tanggul terus dibangun dan rumah pompa air juga dibangun serta lantai lahan ditinggikan, maka artinya adalah daerah tempat kita itu telah mengalami subsiden atau penurunan permukaan tanah. Itulah yang sekarang ini terjadi di Ancol dan Jakarta bagian utara umumnya seperti di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Kawasan Perdagangan Mangga Dua, Kawasan Pelabuhan Muara Baru.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu

Ditulis dalam Banjir, PROSES (BENCANA) ALAM, Pasang surut, Wilayah Pesisir | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

Belajar dari banjir Jakarta 2007: mencegah atau memperbaiki, pilih mana?

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Februari19, 2007

“Mencegah lebih baik daripada mengobati”.
Kata pepatah ini sudah sering kita dengar dan diamini orang bila mendengarnya. Tetapi, ternyata sulit sekali untuk dilaksanakan.

Sore ini detik.com memberitakan bahwa banjir di awal Febuari 2007 yang lalu menyebabkan kerugian sebesar kira-kira Rp. 8,8 Triliun.
http://www.detikfinance.com/index.php/kanal.read/tahun/2007/-bulan/02/tgl/19/time/155940/idnews/744049/idkanal/4

Angka itu bukan angka yang kecil. Dan, banyak yang dapat bisa kita perbuat dengan uang sebesar itu.

Sekarang coba kita ingat lagi, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk program penanggulangan banjir dari Pemda DKI?

Pada tanggal 10 Febuari 2007 yang lalu, setelah banjir, Tempo Interaktif mengabarkan bahwa pemerintah menambah dana sebesar Rp. 2,7 Triliun untuk menyelesaikan Proyek Banjir Kanal Timur, dengan harapan proyek itu dapat selesai dalam 2 tahun.
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/02/10/brk,20070210-92915,id.html

Denagn kondisi seperti itu, boleh kan bila kita bertanya, “Mengapa uang sebanyak itu tidak diberikan sejak awal Proyek BKT dicetuskan?”

Secara sederhana, kalau uang sebanyak itu diberikan pada tahun 2003, setelah banjir tahun 2002. Sangat mungkin Jakarta tidak kebanjiran seperi di awal Febuari 2007 lalu. Katakanlah, bila kala itu diberikan sebesar 3 triliun, tentu masih “tidak kehilangan” sebesar 5 triliun.

Adakah yang salah dalam cara “kita” berpikir? Bukankah itu berarti kita memilih “rugi” daripada “tidak rugi”?

Entah sampai kapan pola berpikir seperti itu masih terus dianut oleh pengambil keputusan.

Memang, dalam kondisi “tidak ada bencana” nilai 3 triliun “terasa sangat tinggi”. Apalagi bila hanya untuk membuat kanal yang akan dilalui air setahun sekali. Tidak ada keuntungan materi yang langsung dari kanal-kanal itu. Hal ini berbeda dengan membangun pusat-pusat perdagangan dan bisnis.

Semoga Banjir Jakarta 2007 dapat menjadi pelajaran, sehingga kita bisa memilih “tidak rugi”.

Salam dari Ancol, 19 Febuari 2007

Wahyu

Ada yang berbisik di belakang kepala saya. Bisiknya:

“Eh…, tapikan yang 8,8 trilun itu ditanggung rame-rame, sedang kalau 3 triliun itu diberikan kan hanya ditanggung pemerintah?”

He… he…. he….

Ditulis dalam Banjir | Bertanda: , , | 1 Komentar »