Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Bumi’

Memahami Proses Penciptaan 2: Dari Partikel Elementer menuju ke Alam Semesta

Ditulis oleh wahyuancol di/pada September1, 2009

Pada pembicaraan sebelumnya, kita telah sampai pada pembentukan atom unsur dari partikel-partikel elementer. Sekarang kita lanjutkan lagi dengan bagaimana atom membentuk Bumi.

—————————

Mineral

Di dalam ilmu geologi, mineral didefinisikan sebagai suatu unsur atau senyawa yang umumnya kristalin yang terbentuk oleh proses geologi. Demikian definisi tentang mineral dari International Mineralogical Assosiation tahun 1995. Dari definisi ini jelas bahwa apa yang disebut sebagai mineral dapat terbentuk oleh satu unsur tunggal, atau oleh senyawa kimia. Contoh-contoh mineral dari satu unsur tunggal adalah Emas (Au), Intan (C), Grafit (C), Perak (Ag), tembaga (Cu). Kemudian, contoh-contoh mineral yang tersusun oleh senyawa kimia adalah Kuarsa (SiO2), Albit (NaAl Si3O8), Kalsit (CaCO3), Pirit (FeS). Saat ini dikenal sebanyak 4714 mineral.

Batuan

Batuan adalah kumpulan atau agregat dari satu atau lebih mineral. Berdasarkan genesanya, kita dapat membedakan batuan di Bumi ini menjadi Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan metamorfik.

Apabila kita mencermati sejarah pembentukan Bumi, jelas bagi kita bahwa awal pembentukan batuan adalah pembekuan magma. Magma membeku menghasilkan batuan beku. Batuan beku tererosi dan mengalami pengendapan dan kemusian litifikasi menghasilkan batuan sedimen. Batuan beku dan sedimen yang terkena temperatur dan tekanan yang tinggi dapat menjadi batuan metamorfik, dan dapat terus belanjut kembali menjadi magma.

Menurut para ahli, benda-benda padat yang ada di ruang angkasa juga berasal dari magma yang membeku. Kejadiannya seperti yang yang terjadi di Bumi. Contoh-contoh batuanĀ  beku dari Bulan membuktikan hal tersebut. Misalnya, basalt yang berasal dari Bulan, sama dengan basalt yang ada di Bumi.

———————————

Demikian gambaran ringkas tentang atom unsur, mineral yang tersusun oleh atom unsur, dan batuan yang tersusun oleh mineral-mineral, dan benda ruang angkasa yang tersusun oleh batuan.

Serangkaian pertanyaan berikut dapat kita ajukan:

  1. Siapa yang mengendalikan atom-atom unsur sehingga memiliki sifat-sifat tertentu?
  2. Siapa yang mengendalikan unsur-unsur sehingga cenderung menyatu dengan unsur-unsur tertentu untuk membentuk mineral?
  3. Siapa yang memberikan takaran sehingga kombinasi unsur yang sama dapat menyatu membentuk mineral-mineral yang berbeda seperti mineral dari keluarakan feldspar atau piroksin?
  4. Siapa yang mengendalikan mineral-mineral membentuk batuan?

Apabila kita mempelajari ilmu mineralogi dan ilmu petrologi, maka kita akan tahu bahwa semuanya itu serba teratur. Semua keteraturan itu dapat dijelaskan. Tidak ada yang kebetulan.

Karakter batuan ditentukan oleh mineral. Mineral ditentukan oleh unsur atau senyawa unsur. Senyawa atau unsur ditentukan oleh konfigutasi proton, neutron dan elektron. Dan, karakter konfigutasi ketiganya ditentukan oleh karakter-karakter partikel-partikel elementer. Tuhan yang Maha Menciptakan cukup menciptakan partikel(-partikel) elementer dengan segala potensinya, lalu mengawasi bagaimana semua ciptaan itu mematuhi ketentuannya sehingga terbentuklah Bumi dan benda-benda ruang angkasa lain seisi alam ini.

Dengan mengamati magma dan proses pembentukan batuan, kita dapat katakan bahwa magma adonan Tuhan yang semua unsur di alam ini dimasukkan ke dalamnya.

Sampai di sini tentang partikel elementer dan alam semesta.

Semoga bermanfaat.

Salam dan selamat berpuasa.

Wahyu

Ditulis dalam Alam Semesta | Bertanda: , , , , , , , | Leave a Comment »

Untung Tuhan Tidak Mengikuti Kehendak Manusia

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Februari22, 2009

Bumi ini diciptakan relatif bulat. Memiliki satelit bernama Bulan. Keduanya diberi putaran yang berselisih sedikit, 50 menit.

Bumi dan Bulan bersama-sama mengelilingi matahari dalam lintasan berbentuk elip. Sumbu rotasi Bumi dibuat sedikit menyudut terhadap bidang orbit Bumi.

Semua itu dibuat agar di Bumi terjadi pergantian musim dan pergeseran serta variasi pasang surut. Agar air dan panas tersebar bergantian. Agar terjadi perubahan musim angin yang dengannya hujan ditebarkan. Agar arus laut bersirkulasi. Dengan angin dan arus benih-benih kehidupan di tebarkan di Bumi

Musim panas, dingin, semi dan gugur; Pasang dan surut; Hujan dan kering; Bulan purnama dan bulan mati; semuanya adalah cara rezeki ditebarkan di Bumi ini.

Tetapi inilah manusia.

Tanyakanlah arti empat musim pada penduduk Inggris atau Belanda atau Jepang atau China; Tanyakanlah arti pasang surut, purnama dan bulan mati pada Suku Bajo dan nelayan; Tanyakanlah arti hujan dan kekeringan kepada penduduk daerah tropis. Tanya arti panas pada petani tembakau; tanya arti hujan pada pak Tani di sawah.

Ketika kedinginan di musim dingin, kita menginkan panas; Ketika banjir di musim hujan kita mendambakan panas.

Sebaliknya, ketika panas kita merindukan dingin; ketika kering kerontang kita merindukan hujan yang lebat.

Untung Tuhan tidak mengikuti kehendak manusia.

Ditulis dalam Alam Semesta, Cara Bumi di Hidupkan | Bertanda: , , , , , , , , | 1 Komentar »

SB: Keistimewaan Bumi

Ditulis oleh wahyuancol di/pada September20, 2008

Ada dua hal utama yang membedakan antara Bumi dengan planet-planet yang lain di dalam Sistem Tata Surya, yaitu:

1) Bumi memiliki air dalam jumlah besar dan membentuk sub-sistem hidrosfer sedang planet-planet yang lain tidak memiliki air. Dengan kata lain, hidrosfer hanya dijumpai di Bumi dan tidak dijumpai di planet-planet yang lain.

2) Di Bumi terdapat fenomena tektonik lempeng sedang di planet-planet yang lain tidak ada. Fenomena tektonik lempeng mengindikasikan bagian internal Bumi yang cair dan memiliki energi panas yang tinggi.

Berlangsungnya siklus hidrologi, siklus batuan dan siklus tektonik di Bumi berkaitan erat dengan keberadaan dua hal tersebut. Siklus hidrologi tidak dapat berlangsung bila di Bumi tidak ada hidrosfer, sedang siklus batuan dan tektonik tidak dapat berlangsung bila tidak ada tektonik lempeng. Dengan demikian, bila keberadaan hidrosfer dan tektonik lempeng hanya ada di Bumi, maka ketiga siklus tersebut hanya berlangsung di Bumi dan tidak dapat berlangsung di planet-planet yang lain.

Kembali Terus

Ditulis dalam Cara Bumi di Hidupkan | Bertanda: , , , , , , | Leave a Comment »

SB: Siklus Hidrologi, Batuan dan Tektonik

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Juni21, 2008

Keterkaitan antar Siklus

Gambaran hubungan antara siklus hidrologi, siklus batuan dan siklus tektonik dapat dilihat pada Gambar 7. Interaksi semacam itu telah berlangsung secara terus menerus sejak di Bumi terdapat air laut sekitar 4 milyar tahun yang lalu.

Gambar 7. Keterkaitan antara siklus hidrologi, siklus batuan dan siklus tektonik. Sumber: Skinner dan Porter (2000).

Hal yang penting dari interaksi ketiga siklus tersebut adalah gambaran tentang bagaimana material bergerak dari satu reservoir ke reservoir yang lain dan proses-proses yang menggerakkannya. Selain itu, ketiga siklus tersebut juga memperlihatkan bagaimana peranan energi panas yang berasal dari bagian dalam Bumi dan dari Matahari berperanan dalam menggerakkan suatu proses dan memindahkan material dari satu reservoir ke reservoir yang lain.

Kembali Terus

Ditulis dalam Cara Bumi di Hidupkan | Bertanda: , , , , , , | Leave a Comment »

SB: Siklus Tektonik

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Juni21, 2008

Berbeda dari sikus batuan yang terutama merupakan fenomena yang terjadi di kerak benua, maka siklus tektonik terutama melibatkan kerak samudera, dan prosesnya didominasi oleh proses-proses di bagian dalam Bumi yang digerakkan oleh energi geotermal Bumi.

Gambaran siklus tektonik dapat dilihat pada Gambar 6A dan B. Ketika magma yang datang dari mantle muncul di tempat pemekaran lantai samudera, maka ditempat itu akan terbentuk kerak samudera baru. Kerak samudera yang tua akan kembali ke dalam mantle di zona penunjaman. Dengan demikian, masa hidup kerak samudera lebih pendek daripada masa hidup kerak benua.

Gambar 6A. Siklus tektonik. Kontak antara magma dengan air laut di zona pemekaran samudera menunjukkan interaksi antara geosfer dan hidrosfer yang mempengaruhi komposisi air laut, sementara itu volkanisme menunjukkan kontak antara geosfer dan atmosfer yang mempengaruhi komposisi udara. Sumber: Skinner dan Porter (2000).

Gambar 6B. Siklus tektonik. Menggambarkan aliran proses dan pergerakan material. Sumber: Skinner dan Porter (2000).

Fenomena volkanisme dapat terjadi berkaitan dengan mekanisme penunjaman. Ketika kerak samudera masuk kembali ke dalam mantel dan meleleh kembali, unsur-unsur volatil dari kerak samudera itu menyebabkan kerak benua di atasnya meleleh. Magma yang terbentuk muncul ke permukaan sebagai gunungapi. Dengan demikian terjadi penambahan material baru ke kerak benua. Di pihak lain, aktifitas gunungapi yang mengeluarkan debu dan gas dari dalam Bumi mempengaruhi komposisi udara. Kondisi ini menunjukkan interaksi antara geosfer dan atmosfer.

Selain di zona penunjaman, magma dapat muncul di daerah pemekar lantai samudera. Di daerah pemekaran lantai samudera, interaksi antara kerak samudera dengan samudera di atasnya mempengaruhi komposisi air laut disekitarnya. Magma yang muncul di zona pemekaran dan membentuk kerak samudera baru membentuk batuan beku yang panas dan bereaksi dengan air laut. Unsur-unsur dari dalam batuan yang panas bereaksi dengan unsur-unsur yang ada di dalam air laut. Ini adalah salah satu cara mantle mempengaruhi komposisi air laut, dan juga cara yang penting bagaimana material dan proses dari siklus tektonik berinteraksi dengan siklus hidrologi.

Kembali Terus

Ditulis dalam Batuan, Cara Bumi di Hidupkan, Volkanisme | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »