Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Sungai 2 (hulu dan hilir)

Posted by wahyuancol pada Januari22, 2011

Pembagian Daerah Aliran Sungai

Aliran sungai dimulai dari daerah yang lebih tinggi di kawasan pegunungan atau perbukitan dan berakhir di kawasan pesisir atau tepi pantai. Daerah tempat aliran sungai berawal disebut sebagai daerah hulu sungai, dan daerah tempat aliran sungai berakhir disebut sebagai daerah hilir. Di antara kedua daerah tersebut terdapat daerah pertengahan yang merupakan daerah transisi. Jadi, dalam kondisi ideal, daerah aliran sungai dapat dibedakan menjadi daerah hulu, daerah pertengahan atau transisi, dan daerah hilir.

Profil memanjang aliran sistem aliran sungai. Sumber: Fitzpatrick et al (2006)

Bagaimana perbedaan karakter antara daerah hulu, pertengahan, dan hilir berkaitan dengan aspek-aspek berikut ini?

  • Elevasi
  • Gravitasi
  • Kecepatan aliran
  • Volume air
  • Volume muatan sedimen
  • Proses erosi
  • Proses deposisi
  • Ukuran butir muatan sedimen
  • Transportasi muatan sedimen
  • Sifat erosi (vertikal, ke samping, ke hulu)
  • Bentuk aliran sungai (lurus, berkelok)
  • Profil melintang lembah sungai

 

Karakter Daerah Hulu

Bentuk lembah: Berbentuk huruf “V”.

Alur sungai: Lembah sungai tidak dapat dibedakan dari alur sungai. Cenderung relatif lurus. Alur-alur cabang sungai bertemu membentuk alur utama.

Kondisi dasar sungai: Berbatu, sering ada air terjun atau riam (rapids), potholes, dasar sungai tidak teratur.

Bentang alam: Air terjun, riam, potholes, boulder-boulder di dasar sungai.

Debit sungai: Relatif kecil dan sangat dipengaruhi oleh curah hujan. Tidak pernah banjir (air sungai meluap).

Proses Erosi: Aksi hidrolik dan attrisi. Sebagian besar erosi vertikal, mengerosi batuan induk.

Proses Transportasi: Sebagian besar muatan dasar. Sedikit muatan suspensi dan terlarut.

Proses Deposisi: Terbatas untuk boulder, di dasar sungai.

Sedimen: Sebagian besar berukuran boulder.

 

Karakter Daerah Transisi

Bentuk lembah: Berbentuk huruf “U”.

Alur sungai: Lembah sungai lebih lebar daripada alur sungai. Cenderung berkelok membentuk meander.

Kondisi dasar sungai: Dasar sungai teratur, berendapan pasir. Boulder berkurang dan menghilang.

Bentang alam: Riam, meander kecil, dataran banjir sempit.

Proses Erosi: Sebagian besar attrisi dengan sedikit aksi hidrolik; erosi vertikal sedikit, erosi lateral dimulai.

Proses Transportasi: Muatan dasar berukuran kecil digerakkan secara traksi, muatan suspensi meningkat, dan sedikit muatan terlarut.

Proses Deposisi: Pengendapan material kasar (pasir kasar dan gravek halus), pengendapan di slip-off slope, pengendapan di dataran banjir.

Sedimen: Dominan pasir

Karakter Daerah Hilir

Bentuk lembah: Berbentuk huruf “U” yang melebar.

Alur sungai: Lembah sungai jauh lebih lebar daripada alur sungai. Aliran sungai mengalir di atas endapannya sendiri. Apabila terbentuk delta, alur sungai cenderung lurus dan terbagi menjadi beberapa cabang sungai yang menyebar.

Kondisi dasar sungai: Halus berlumpur. Aliran air permanen meskipun debit airnya dipengaruhi oleh musim.

Bentang alam: Meander besar, tanggul alam, dataran banjir luas (Gambar). Di daerah muara sungai dapat terbentuk delta.

Proses Erosi: Erosi berkurang, beberapa erosi lateral terjadi di sisi luar kelokan meander (cut-off slope.)

Proses Transportasi: Mendapat air dan muatan sedimen dari alur di hulu. Kondisi debit air diopengaruhi oleh kondisi di daerah hulu. Sebagian besar muatan tertransport dalam bentuk suspensi. Banjir terjadi bila debit air dari hulu melebihi daya tampung alur.

Proses Deposisi: Sebagian besar partikel halus, membentuk slip-off slope, tanggul alam dan dataran banjir. Pengendapan di dataran banjir dan tanggul alam terjadi ketika banjir.

Sedimen: Dominan lanau dan lempung.

 

 

Semoga bermanfaat.

 

Terus, kembali ke Sungai-1

About these ads

21 Tanggapan to “Sungai 2 (hulu dan hilir)”

  1. Nandha said

    makasih informasinya

  2. Meida said

    Thank you!

  3. elfrida said

    kurang lengkap

  4. nabila said

    makasih atas infonya

  5. Tunzira Abrar said

    Materinya sangat bermanfaat, terima kasih :)

  6. Griselda said

    Makasih infonya :) Ini berguna banget.

  7. Kiandra Cita Prabowo said

    trims infonya

  8. Yuni said

    kalo tanda-tanda nya apa ?

  9. rahma yanti said

    makasih :)

  10. Lela Rochmah said

    Bisa cantumin daftar pustakanya ga?

  11. Dian said

    knpa kurang lengkap pngertiannya

  12. Ober.lallo@yahoo.com said

    Terima kasih Infonya, kalau bolh tambah gambarnya dong biar lebih jelas gitu

  13. diva said

    jika ada pertanyaan ” apa hubungan huludan hilir dengan terjadinya banjir?”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: