Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Sungai 2 (hulu dan hilir)

Posted by wahyuancol pada Januari22, 2011

Pembagian Daerah Aliran Sungai

Aliran sungai dimulai dari daerah yang lebih tinggi di kawasan pegunungan atau perbukitan dan berakhir di kawasan pesisir atau tepi pantai. Daerah tempat aliran sungai berawal disebut sebagai daerah hulu sungai, dan daerah tempat aliran sungai berakhir disebut sebagai daerah hilir. Di antara kedua daerah tersebut terdapat daerah pertengahan yang merupakan daerah transisi. Jadi, dalam kondisi ideal, daerah aliran sungai dapat dibedakan menjadi kawasan hulu, kawasan hilir dan daerah pertengahan.

Sungai di Daerah Hulu

Daerah hulu adalah daerah awal aliran sungai, dan berada di daerah pegunungan atau perbukitan. Sungai-sungai di daerah hulu dapat memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

  1. Memiliki lembah sungai berbentuk “V”. (Gambar)
  2. Debit airnya relatif kecil dan sangat dipengaruhi oleh curah hujan.
  3. Kondisi dasar sungai berbatu-batu, sering ada air terjun.
  4. Erosi oleh aliran air sungai terutama terjadi ke arah vertikal (aliran air sungai mengerosi dasar sungai).
  5. Aliran sungai mengalir di atas batuan induk (country rocks).
  6. Aliran sungai mengerosi batuan induk.
  7. Aliran sungai cenderung relatif lurus.
  8. Tidak pernah terjadi banjir (air sungai yang meluap) karena air segera mengalir ke hilir.

Sungai di Daerah Hilir

Daerah hilir adalah daerah akhir aliran sungai, dan di dataran rendah tepi pantai. Sungai-sungai di daerah hilir dapat memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

  1. Memiliki lembah sungai berbentuk “U”.
  2. Aliran air permanen meskipun debit aliran sungai dapat dipengaruhi oleh curah hujan (musim).
  3. Di dalam alur sungai cenderung terjadi pengendapan, dan aliran air sungai mengalir di atas endapannya sendiri.
  4. Mendapat air dari alur yang berasal dari daerah hulu, dan kondisi debit dipengaruhi oleh kondisi daerah hulu.
  5. Dapat terjadi banjir bila debit air yang datang dari daerah hulu melebihi daya tampung saluran sungai yang ada di daerah hilir.
  6. Daerah genangan air sungai ketika banjir dikenal sebagai daerah dataran banjir, dan di dataran ini muatan yang dibawa oleh air sungai ketika banjir sebagian diendapkan. (Gambar)
  7. Aliran sungai cenderung berkelok-kelok membentuk pola aliran sungai yang dikenal sebagai meander. (Gambar)
  8. Sungai cenderung mengerosi ke arah lateral (mengerosi tebing sungai).

Semoga bermanfaat.

Terus, kembali ke Sungai-1

About these ads

21 Tanggapan to “Sungai 2 (hulu dan hilir)”

  1. Nandha said

    makasih informasinya

  2. Meida said

    Thank you!

  3. elfrida said

    kurang lengkap

  4. nabila said

    makasih atas infonya

  5. Tunzira Abrar said

    Materinya sangat bermanfaat, terima kasih :)

  6. Griselda said

    Makasih infonya :) Ini berguna banget.

  7. Kiandra Cita Prabowo said

    trims infonya

  8. Yuni said

    kalo tanda-tanda nya apa ?

  9. rahma yanti said

    makasih :)

  10. Lela Rochmah said

    Bisa cantumin daftar pustakanya ga?

  11. Dian said

    knpa kurang lengkap pngertiannya

  12. Ober.lallo@yahoo.com said

    Terima kasih Infonya, kalau bolh tambah gambarnya dong biar lebih jelas gitu

  13. diva said

    jika ada pertanyaan ” apa hubungan huludan hilir dengan terjadinya banjir?”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: