Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Jembatan Suramadu

Posted by wahyuancol pada Juni21, 2009

Ini kisah tentang Jembatan Suramadu (Gambar 1), jembatan yang hari Rabu tanggal 10 Juni 2009 diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan Suramadu dimulai pembangunannya pada tanggal 20 Agustus 2003, secara resmi dicanangkan pembangunannya oleh MEGAWATI SOEKARNOPUTRI Presiden RI saat itu. Tujuan pembangunan jembatan ini antara lain adalah dengan Jembatan Suramadu, yang akan menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura melalui jalan darat, diharapkan ketimpangan sosial dapat segera direduksi. Arus transportasi yang cepat dan efektif akan membuat perkembangan Madura segera melejit, bersaing dengan daerah-daerah lain.

Suramadu

Gambar 1. Jembatan Suramadu. Dikutip dari Kompas.Com, Selasa 16 Juni 2009.

Data Fisik

Menurut Suarasurabaya.net, Konstruksinya terdiri dari 3 bagian yaitu causeway, approach bridge dan main bridge. Dari total panjang jembatan sejauh 5.438 m terdiri dari causeway sisi Surabaya 1.458 m, causeway sisi Madura 1.818 m. Bentang tengah panjang keseluruhan mencapai 2.162 m terdiri dari dua approach bridge masing-masing 672 m dan main bridge sepanjang 818 m. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km dan di sisi Madura 11,50 km.

Penghubung pulau yang memakan biaya hingga Rp4,5 triliun ini menyediakan akses khusus sepeda motor. Letaknya di sisi kanan dan kiri jembatan dengan lebar masing-masing 3,05 meter. Total lebar jembatan mencapai 30 meter (2 x 15 meter). Di tiap jalur (arah Surabaya maupun arah Madura) akan ada jalur lambat masing-masing berukuran 2,2 meter. Kemudian, di tiap jalur akan ada dua jalur cepat yang masing-masing selebar 3,5 meter.

Pencetus Ide

Dari penelusuran Suarasurabaya.net, ide awal pembangunan jembatan ini berawal pada tahun 1960-an. Ada beberapa versi tentang siapa pencetus awal pembangunan jembatan ini. Diantaranya adalah Prof. Dr. SEDYATMO (alm) yang mengusulkan sebuah ide mengenai hubungan langsung antara pulau Sumatera dan Jawa. Sebuah ide dan teroboson ‘berani’ di masanya. Ide itu ternyata mendapat respon.

Versi lainnya menyebut MOHAMMAD NOER mantan Gubernur Jawa Timur sebagai pencetusnya yang kemudian ditindaklanjuti oleh Prof. Dr. SEDYATMO (alm) dengan konsep hubungan langsung antar pulau.

Percikan Saat Peresmian

Warga Madura merasa dilecehkan Presiden dan Gubernur Jatim dalam peresmian Jembatan Suramadu. Ini terjadi karena dalam sambutan Presiden dan Gubernur sama sekali tidak menyebut nama M. NOER mantan Gubernur Jatim yang jadi satu diantara sesepuh dan tokoh Madura sekaligus pencetus gagasan Jembatan Suramadu.

AHMAD ZAINI Ketua Umum Dewan Pembangunan Madura pada TEGUH reporter Suara Surabaya, Rabu (10/06) mengatakan dengan tidak disebutnya M. NOER sebagai tokoh pencetus gagasan Jembatan Suramadu merupakan upaya penghilangan sejarah dalam momen yang sangat bersejarah untuk bangsa Indonesia ini.

Antusiasme Masyarakat

Dibuka menjelang pukul 13.00 WIB, Sabtu 13 Juni 2009, PT Jasa Marga bersama PJR kewalahan mengatasi membludaknya pengunjung Jembatan Suramadu.

Ir. AGUS PURNOMO Kepala Cabang PT Jasa Marga Surabaya mengakui kewalahan di uji coba pertama pembukaan Jembatan Suramadu ini, Sabtu (13/06). Dilaporkan para pendengar Suara Surabaya, Sabtu (13/06), banyak kendaraan roda empat dan roda dua yang berhenti di bentang jembatan.

Bahkan tidak sedikit roda dua yang berboncengan 2 dan 3. Padahal, sudah ada rambu-rambu larangan berhenti dan berboncengan lebih dari 2.

Pada Suara Surabaya, Sabtu (13/06), AGUS mengatakan antusias warga untuk mencoba akses Jembatan Suramadu sudah terlihat sebelum jembatan dibuka. Panjang antrian kendaraan mencapai 0,5 km.

“Kalau dikeluarkan, petugas kewalahan. Waktu dibuka, mereka saling serobot. Terus terang kita kecolongan. Tapi, kita terus lakukan penertiban. Mudah-mudahan ke depan, masyarakat lebih tertib dan patuh pada rambu-rambu,” ujar AGUS.

Sebenarnya, kata AGUS, kondisi ini sudah diantisipasi dengan mengerahkan petugas polisi, satpam dan dari PJR maupun PT Jasa Marga sendiri. Namun, ternyata tidak bisa mengendalikan para pengunjung yang terlalu banyak.

Pencurian

Baru satu minggu diresmikan, sebanyak 46 lampu penerangan Jembatan Suramadu di bagian bentang utama atau main span telah hilang. Sebelumnya, beberapa mur pagar besi di pinggir jembatan yang berfungsi sebagai pelindung motor juga hilang. Parahnya, ditemukan beberapa goresan pisau di cable stayed yang berfungsi menahan dua pilar utama Jembatan Suramadu.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional V Departemen Pekerjaan Umum AG Ismail, Selasa (16/6) di Surabaya. Ada laporan resmi dari pekerja proyek China tentang hilangnya beberapa lampu penerangan, mur, dan goresan di beberapa cable stayed.

Semula, peristiwa pencurian tersebut disangkal, seperti kutipan berika berikut ini.

Polres Bangkalan pastikan tidak ada kasus pencurian mur dan lampu di sekitar Jembatan Nasional Surabaya-Madura (Suramadu), seperti kabar yang sudah beredar di masyarakat.
    
“Kabar pencurian mur dan lampu itu hanya isu. Di Jembatan Suramadu tidak ada kasus tersebut. Ini setelah kami bersama Jasa Marga dan Polsek Kenjeran (Surabaya) melakukan pengecekan di lokasi,” kata Kapolsek Sukolilo AKP Sutadji, Kamis (18/6).
    
Ia menjelaskan, kabar tersebut merupakan informasi yang menyesatkan. Pasalnya, setelah dilakukan pengecekan secara seksama, tidak ada yang namanya mur dan lampu hilang di jembatan terpanjang di Asia Tenggara (5.438 meter) itu.
    
“Saya imbau kepada pengguna jalan atau masyarakat tidak perlu khawatir atas isu yang berkembang ini karena tidak betul,” katanya.

Tetapi kemudian Pemerintah akhirnya mengakui terjadinya pencurian tersebut.

Pemerintah akhirnya mengakui sudah terjadi pencurian besi dan komponen seperti baut dan mur di Jembatan Suramadu. Akan tetapi saat ini sudah dapat dikendalikan setelah uji coba berakhir pada Rabu (17/6).

“Memang ada laporan pencurian dan sebagainya, tetapi sekarang sudah dapat dikendalikan, serta kejadian itu sudah dilaporkan ke Kepolisian,” kata Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak di Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut Hermanto, sejak beroperasi penuh Rabu lalu, PT Jasa Marga sudah menyiapkan petugas Patroli Jalan Raya (PJR), sehingga tidak ada lagi kendaraan yang berhenti di tengah jalan.

Sampai hari Jum’at 19 Juni 2009, Besi-besi berupa mur dan baut serta puluhan lampu penerangan pada Jembatan Suramadu terus dicuri orang. Sebagian mur dan baut ditemukan dalam keadaan kendur atau patah, padahal mur dan baut pada pagar besi pembatas lajur motor dan mobil itu berfungsi melindungi pengendara motor agar tak terjatuh ke laut.

Sedikitnya 75 mur di pagar pelindung motor arah Surabaya-Madura hilang, 25 mur kendur, dan 6 baut patah. Dari sisi Madura-Surabaya, 8 mur kendur, puluhan baut hilang, dan beberapa baut serta mur rambu-rambu putar arah (U-turn) hilang. Sedangkan lampu yang hilang pada Selasa lalu ada 42 lampu penerangan box girder (balok baja di bentang tengah jembatan). Lampu tersebut berfungsi sebagai penerangan pada saat petugas menginspeksi rangka jembata

Kriminalitas Pertama

I Made Adi Wirawan (42), warga asal Kabupaten Tabanan, yang juga anggota dewan di Bali, menjadi korban  perampokan di pintu masuk/keluar Jembatan Suramadu, Dusun Sekar Bungoh, Desa Labang, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
    
Akibatnya, telepon seluler milik Wirawan lenyap dirampas perampok. Korban mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta. Kini, kasus perampokan tersebut ditangani Polsek Sukolilo. Kapolsek Sukolilo AKP Sutadji, Kamis (18/6), membenarkan kabar itu. Ia mengatakan, kasus perampokan itu terjadi ketika korban menikmati jembatan Suramadu (5.438 meter) yang berada di atas Selat Madura.
    
“Saat korban asyik mengambil gambar (berfoto) di Suramadu, korban didatangi seorang pelaku, sementara pelaku lainnya berada di atas sepeda motor. Kemudian, pelaku merampas HP korban dan langsung kabur ke arah Utara (Surabaya),” kata Sutadji.

Keamanan Jembatan

Pengamanan Jembatan Suramadu tidak hanya dilakukan dari atas jembatan saja. Untuk mengantisipasi sabotase terhadap jembatan sepanjang 5,4 km itu, Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Jatim untuk melakukan patroli di sekitar bawah jembatan.Rencananya Ditpolair akan didirikan 3 pos yang terletak di bawah jembatan sisi Surabaya, tiang pancang tengah dan sisi Bangkalan Madura.

“Kita akan mengamankan wilayah Jembatan Suramadu khususnya di perairan di sekitar bawah jembatan,” kata Dirpolair Polda Jatim AKBP Anang S Hidayat, Senin (15/6/2009).

Anang mengatakan, rencananya petugas dari Polair akan melakukan pengamanan di bentang sisi Surabaya, bentang tengah dan sisi Bangkalan Madura. “Kita akan melakukan patroli untuk melakukan pengawasan dan pengamanan di sekitar bawah jembatan selama 24 jam dengan dukungan tiga alat utama yakni 2 speedboat dan 1 unit jetski. Petugas yang berpatroli sebanyak kurang lebih 10 personil,” tuturnya.

“Untuk pendirian pos itu masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak pengelola jembatan, Jasa Marga maupun Polda Jatim,” terangnya.

Demikian sekilas kisah tentang Jembatan Suramadu.

Salam dari Ancol

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: