Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Batuan 1 (klasifikasi sederhana)

Ditulis oleh wahyuancol di/pada November22, 2008

Batuan adalah material padat yang tersusun oleh kristal-kristal dari berbagai jenis mineral, atau pecahan kristal mineral-mineral, pecahan batuan, dan dapat juga mengandung fragmen cangkang organisme.

Klasifikasi batuan yang paling sederhana dan mendasar adalah klasifikasi batuan berdasarkan pada genesanya atau asal-usulnya atau cara kejadiannya. Berdasarkan asal usulnya, batuan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Batuan beku, yaitu batuan yang berasal dari pembekuan dan kristalisasi magma.
  2. Batuan sedimen, yaitu batuan yang berasal dari rombakan batuan lain yang telah ada sebelumnya baik itu batuan beku, sedimen atau metamorfik.
  3. Batuan metamorfik, yaitu batuan berasal dari batuan lain yang telah ada sebelumnya (batuan beku, sedimen atau metamorfik) yang mengalami proses metamorfosa, yaitu perubahan dalam kondisi padat karena temperatur dan tekanan yang tinggi, atau karena cairan hidrotermal.

Batuan beku selanjutnya dapat diklasifikasinya berdasarkan berdasarkan berbagai macam komposisi kimianya, salah satunya yang sederhana adalah berdasarkan pada kandungan silika atau SiO2 menjadi:

  1. Batuan beku asam. Batuan ini berwarna cerah, kandungan silika tinggi, 65 – 75 % SiO2, yang dicirikan terutama oleh kehadiran mineral berwarna cerah: kuarsa dan K-feldspar, dan mineral berwarna gelap:biotit. Termasuk kategori ini antara lain adalah Granit dan Riolit.
  2. Batuan beku menengah. Batuan ini berwarna abu-abu sampai abu-abu gelap, mengandung silika menengah, 52 – 65 %, yang dicirikan oleh kehadiran mineral-mineral cerahnya plagioklas menengah (Ca-Na plagioklas) yang dominan, dan mineral berwarna gelap yang utama adalah hornblende. Termasuk kategori ini antara lain adalah Andesit dan Diorit.
  3. Batuan beku basa. Batuan ini berwarna gelap, hitam, kandungan silikanya rendah, 45 – 52 %, yang dicirikan oleh kehadiran mineral cerah plagioklas basa (Ca-plagioklas), dan mineral berwarna gelap yang dominan piroksen. Termasuk kategori ini antara lain adalah Gabro dan Basalt.
  4. Batuan beku ultrabasa. Batuan ini berwarna gelap, hijau gelap, kandungan silikanya sangat rendah, < 45 %, yang dicirikan terutama oleh kehadiran mineral berwarna gelap olivin dan piroksin, dan tanpa mineral berwarna cerah. Termasuk kategoti ini adalah Peridotit, Dunite, Piroksenit.

Batuan sedimen selajutnya juga dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Cara yang paling sederhana adalah berdasarkan pada cara terbentuknya menjadi:

  1. Batuan sedimen klastik, yaitu yang terbentuk melalui proses perombakan batuan lain yang telah ada sebelumnya. Hasil rombakan itu kemudian mengalami transportasi oleh media air, angin atau es dan diendapkan di tempat lain. Endapan tersebut disebut sebagai sedimen. Dengan berjalannya waktu, endapan sedimen mengalami pembatuan atau litifikasi menjadi batuan sedimen.
  2. Batuan sedimen non-klastik, yaitu yang terbentuk melalui proses kimiawi atau biologis di dalam kolom air.

Batuan metamorfik, seperti dua jenis batuan sebelumnya juga dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara berdasarkan pada struktur, tekstur maupun komposisi mineralnya. Klasifikasi yang paling sederhana adalah berdasar tingkatannya yang menggambarkan tingkat perubahan yang terjadi pada batuan asalnya, yaitu mengklasifikasikannya menjadi:

  1. Batuan metamorf tingkat rendah, seperti slate (batu sabak)
  2. Batuan metamorf tingkat menengah, seperti filit
  3. Batuan metamorf tingkat tinggi, seperti skis

Tinggi atau rendahnya tingkat metamorfosa yang dialami suatu batuan tercermin pada perubahan tektur, struktur dan komposisi mineralnya. Selain itu, jenis batuan metamorf yang terbentuk ditentukan juga oleh batuan asalnya. Misalnya, batulempung dan batupasir mengalami metamorfosa dengan tingkat yang sama, maka akan menghasilkan batuan metamorfik yang berbeda.

16 Tanggapan ke “Batuan 1 (klasifikasi sederhana)”

  1. Zulfikar Basyuni berkata

    thanks

    geologi 07 UNSOED

  2. taqi` berkata

    makacih….

    tugas geografi ku sukses….

  3. rao putra berkata

    bisa dikaitkan dengan mineral pada batuannya? kebetulan banyak yang menanyakan tentang banyakhya penggalian liar dan pertambangan,makasih

    • wahyuancol berkata

      Yth. Sdr Rao Putra, berbicara tentang batuan itu, khususnya bila kita berbicara tentang komposisinya, sebenarnya kita juga berbicara tentang mineral-mineral penyusunnya. Namun, apabila dikaitkan dengan pertambangan maka pembicaraan kita meningkat kepada pembicaraan tentang mineral-mineral yang bernilai ekonomi.
      Sebenarnya, batuan itu sendiri juga bernilai ekonomi. Dalam dunia pertambangan, berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan, bahan tambang atau bahan galian dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu bahan galian Golongan A: bahan galian yang strategis, Golongan B: bahan galian yang vital, dan Golongan C: bahan galian yang tidak termasuk A dan B. Nah, kelompok batu, kerikil atau pasir termasuk bahan galian Golongan C.

      Bila ingin tahu lebih jauh, silahkan kunjungi alamat berikut ini:
      http://nurhakim.zoomshare.com/files/bgi/bahankuliah_bgi-04.pdf
      http://nooradinugroho.wordpress.com/2008/10/15/golongan-bahan-galian/

      Semoga bermanfaat.

      Salam,
      Wahyu

  4. Seoreva berkata

    ?????????!!!!!!!!!!

    Saya ga Punya buat Ngomentarin

  5. browntox berkata

    mas saya bisa minta data tentang batuan piroksenit
    terima kasih…

    • wahyuancol berkata

      Dear Man,

      Piroksenit adalah batuan beku plutonik, berkomposisi mineral-mineral dari keluarga piroksin, seperti augit, bronzit, diallag, diopsid, enstatit, hipersten. Ukuran butir mineral-mineralnya sangat kasar, bahkan individu mineralnya dapat mencapai ukuran inci.
      Hubungan kekerabatan komposisi piroksenit sangat dekat dengan gabro (piroksin + plagioklas) dan peridotit (piroksin + olivin).

      Semoga bermanfaat.

      Salam,
      Wahyu

  6. mutiara berkata

    makasih, mas…

    saya juga nyari mineralnya penyusunnya…dimana ya bisa dapet datanya yang lengkap?

  7. Isti N berkata

    1. Mas Wahyu, saya mau nanya nih. Dalam literatur mengenai teori tektonik lempeng seringkali saya jumpai adanya istilah batuan “melange” (bancuh) dan olitostrom. Menurut pemahaman saya (mungkin bisa jadi salah) keduanya kayaknya sama-2 terbentuk di bawah air (laut). Mohon penjelasan persamaan/perbedaan dari kedua batuan tersebut
    2. Dlm geomorfologi,saya pernah menjumpai istilah hummock. Apa sih yg dimaksud dng Hummock itu ?
    3. Apakah Mineral Assemblage dan shard itu?
    Terima kasih dan matur nuwun atas penjelasannya.
    Isti Nzr

    • wahyuancol berkata

      Ibu Isti, mohon maaf bila saya terlambat menjawab pertanyaan ibu. Di akhir bulan ini ada beberapa deadline tugas yang harus saya selesaikan.

      Salam,
      Wahyu

  8. A.Nugroho berkata

    Isi Blog-nya lumayan bagus dan bisa untuk nambah pengetahuan dibidang ilmu kebumian pada umumnya dan petrografi pada khususnya. Lewat surat ini, saya ingin menanyakan kepada Mas Wahyu mengenai masalah batuan sbb :
    1. Mohon untuk dijelaskan mengenai alkali basalt, alkali gabbro dan alkali dolerite.
    2. Mohon dijelaskan mengenai Mantle Sedimentary, palingenesis dan clastic dyke.
    Trim”s atas bantuan dan penjelasannya.

    • wahyuancol berkata

      Mas Amin, terima kasih atas kunjungannya dan juga pertanyaannya. Saya masih ingat, masih ada pertanyaan anda dan juga pertanyaan dari beberapa lainnya yang belum sempat terjawab. Kembali, keterlambatan itu karena alasan klasik, keterbatasan waktu. Mohon maaf untuk keterlambatan ini.

      Salam,
      Wahyu

  9. A.Nugroho berkata

    Mas Wahyu, saya sudah memperoleh beberapa jawaban dr seorang teman terhadap sejumlah pertanyaan yg saya ajukan kepada Mas Wahyu diatas. Diantaranya yg telah saya peroleh jawabannya adalah alkali basal, alkali gabbro, alkali dolerit, sedimentary mantle dan palingenesis. Sbg contoh unt uraian jawaban alkali gabbro dpt saya kutipkan sebagai berikut: alkali gabbro = batuan beku dalam (plutonik) dari alkali basalt, sebagai tambahannya batuan ini punya plagioklas dan alkali felspar, analcime; yang lainnya mirip alkali basalt. Sebagai batuan dalam yang lamban membeku maka kristalnya lebih besar2 dibandingkan dengan kristal alkali basalt.
    Karena itu untuk pertanyaan-2 saya yg telah dijawab rekan saya tsb tidak usah mas Wahyu jawab. Tapi untuk clastic dyke silahkan Mas Wahyu jawab. Dan sebagai gantinya, saya ajukan pertanyaan baru sbb : Stratigraphic Break, Mineral assemblage, echelon, shoshonite dan spatter rampart.
    Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan terima kasih and matur nuwun.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>