Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Arsip untuk September 20th, 2008

NEGARA PARA KORUPTOR (3): 18 Modus Korupsi di Daerah

Ditulis oleh wahyuancol di/pada September20, 2008

Di dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta yang dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 22 Agustus 2008, Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) memberikan bahan tertulis kepada para peserta sidang. Di dalam bahan yang dibagikan itu KPK membeberkan adanya 18 modus operandi penyalahgunaan anggaran  (Modus Korupsi) di daerah.

Ke-18 modus tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pengusaha menggunakan pengaruh pejabat pusat untuk “membujuk” kepala daerah/pejabat daerah mengintervensi proses pengadaan dalam rangka memenangkan pengusaha/rekanan tertentu dan meninggikan harga atau nilai kontrak dan pengusaha/rekanan dimaksud memberikan sejumlah uang kepada pejabat pusat maupun daerah.
  2. Pengusaha mempengaruhi kepala daerah/pejabat daerah untuk mengintervensi proses pengadaan agar rekanan tertentu dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung dan harga barang/jasa dinaikkan (mark-up), kemudian selisihnya dibagi-bagikan.
  3. Panitia pengadaan membuat spesifikasi barang yang mengarah ke merek atau produk tertentu dalam rangka memenangkan rekanan tertentu dan melakukan mark-up harga atau nilai kontrak.
  4. Kepala daerah/pejabat daerah memerintahkan bawahannya untuk mencairkan dan menggunakan dana/anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya kemudian mempertanggungjawabkan pengeluaran-pengeluaran dimaksud dengan menggunakan bukti-bukti yang tidak benar atau fiktif.
  5. Kepala daerah/pejabat daerah memerintahkan bawahannya menggunakan dana/uang daerah untuk kepentingan pribadi koleganya, atau untuk kepentingan pribadi kepala daerah/pejabat daerah yang bersangkutan atau kelompok tertentu, kemudian mempertanggungjawabkan pengeluaran-pengeluaran dimaksud dengan menggunakan bukti-bukti fiktif.
  6. Kepala daerah menerbitkan peraturan daerah sebagai dasar pemberian upah pungut atau honor dengan menggunakan dasar peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yang tidak berlaku lagi.
  7. Pengusaha, pejabat eksekutif, dan pejabat legislatif daerah sepakat melakukan tukar guling (ruislag) atas aset pemda dan melakukan mark-down atas aset pemda serta mark-up atas aset pengganti dari pengusaha/rekanan.
  8. Para kepala daerah meminta uang jasa (dibayar di muka) keada pemenang tender sebelum melaksanakan proyek.
  9. Kepala daerah menerika sejumlah uang dari rekanan dengan menjanjikan akan diberikan proyek pengadaan.
  10. Kepala daerah membuka rekening atas nama kas daerah dengan spesimen pribadi (bukan pejabat dan bendahara yang ditunjuk), dimaksudkan untuk mempermudah pencairan dana tanpa melalui prosedur.
  11. Kepala daerah meminta atau menerima jasa giro/tabungan dana pemerintah yang ditempatkan di bank.
  12. Kepala daerah memberikan izin pengelolaan sumberdaya alam kepada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan teknis dan finansial untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
  13. Kepala daerah menerima uang/barang yang berhubungan dengan proses perizinan yang dikeluarkannya.
  14. Kepala daerah/keluarga/kelompoknya membeli lebih dahulu barang dengan harga yang sudah murah kemudian dijual kembali kepada instansinya dengan harga yang sudah di-mark-up.
  15. Kepala daerah meminta bawahannya untuk mencicilkan barang pibadinya dengan menggunakn anggaran daerah.
  16. Kepala daerah memberikan dana kepada pejabat tertentu dengan beban pada anggaran dengan alasan pengurusan DAU/DAK.
  17. Kepala daerah memberikan dana kepada  DPRD dalam proses penyusunan APBD.
  18. Kepala daerah mengeluarkan dana untuk perkara pribadi dengan beban anggaran daerah.

Sumber: Harian KOMPAS, Sabtu, 23 Agustus 2008; halaman muka.

Ditulis dalam Ah... Indonesia ku | Bertanda: , | Leave a Comment »

SB: Sistem Bumi dan Matahari dan Sirkulasi Atmosfer

Ditulis oleh wahyuancol di/pada September20, 2008

Bumi berbentuk oblate spheroid, yang berarti diameter ekuator lebih panjang daripada diameter kutub. Bumi berrotasi pada sumbunya dari barat ke timur, dan Bumi berrevolusi mengelilingi Matahari dengan orbit yang berbentuk ellips. Pada titik terdekat – yang disebut perihelion, jarak Bumi dan Matahari 147.000.000 km dan terjadi pada bulan Juli, sedang pada titik terjauh – yang disebut aphelion, berjarak 150.000.000 km dan terjadi pada bulan Januari. Fakta lain adalah bahwa sumbu rotasi Bumi membentuk sudur 23,5o terhadap bidang orbit Bumi.

Bentuk bumi bulat menyebabkan penyerapan radiasi sinar Matahari oleh Bumi berkurang sesuai dengan perubahan posisi lintang dari ekuator ke kutub (Gambar 8). Selanjutnya, posisi sumbu rotasi Bumi yang menyudut 23,5o terhadap bidang orbit Bumi menyebabkan terjadinya variasi penyinaran tahunan di permukaan Bumi (Gambar 9). Variasi pemanasan Bumi ini mengendalikan sirkulasi samudera dan atmosfer, dan juga siklus hidrologi.

Gambar 8. Variasi intersitas penyinaran Matahari terhadap permukaan Bumi sebagai akibat dari perbedaan posisi lintang. Perbedaan intersitas penyinaran itu menyebabkan perbedaan energi panas dari Matahari yang diterima oleh Bumi sesuai dengan posisi lintang suatu tempat di permukaan Bumi. Sumber: Berner dan Berner (1987).

Gambar 9. Gerak revolusi Bumi terhadap matahari dan posisi sumbu rotasi Bumi yang membentuk sudut 23,5o terhadap bidang orbit Bumi menyebabkan perubahan musim sepanjang tahun. Sumber: Berner dan Berner (1987).

Sirkulasi atmosfer adalah konsekuensi dari ketidakseimbangan panas di permukaan Bumi yang terjadi karena perbedaan intensitas penyinaran yang telah dibicarakan di atas, dan gerak rotasi Bumi. Gambaran umum sirkulasi atmosfer yang menunjukkan angin rata-rata tahunan disajikan dalam Gambar 10.

Gambar 10. Gambaran umum sirkulasi atmosfer. Sumber: Berner dan Berner (1987).

Kembali Terus

Ditulis dalam Cara Bumi di Hidupkan | Bertanda: , , , , , , | 3 Komentar »

SB: Keistimewaan Bumi

Ditulis oleh wahyuancol di/pada September20, 2008

Ada dua hal utama yang membedakan antara Bumi dengan planet-planet yang lain di dalam Sistem Tata Surya, yaitu:

1) Bumi memiliki air dalam jumlah besar dan membentuk sub-sistem hidrosfer sedang planet-planet yang lain tidak memiliki air. Dengan kata lain, hidrosfer hanya dijumpai di Bumi dan tidak dijumpai di planet-planet yang lain.

2) Di Bumi terdapat fenomena tektonik lempeng sedang di planet-planet yang lain tidak ada. Fenomena tektonik lempeng mengindikasikan bagian internal Bumi yang cair dan memiliki energi panas yang tinggi.

Berlangsungnya siklus hidrologi, siklus batuan dan siklus tektonik di Bumi berkaitan erat dengan keberadaan dua hal tersebut. Siklus hidrologi tidak dapat berlangsung bila di Bumi tidak ada hidrosfer, sedang siklus batuan dan tektonik tidak dapat berlangsung bila tidak ada tektonik lempeng. Dengan demikian, bila keberadaan hidrosfer dan tektonik lempeng hanya ada di Bumi, maka ketiga siklus tersebut hanya berlangsung di Bumi dan tidak dapat berlangsung di planet-planet yang lain.

Kembali Terus

Ditulis dalam Cara Bumi di Hidupkan | Bertanda: , , , , , , | Leave a Comment »

Ironi Pulau Kelapa

Ditulis oleh wahyuancol di/pada September20, 2008

Indonesia memiliki belasan ribu pulau yang kawasan pesisirnya banyak ditumbuhi kelapa. Dan, kita juga tahu bahwa kelapa sangat akrab dengan kehidupan penduduk Indonesia pada umumnya. Namun ternyata selama ini kita telah lalai dengan apa yang kita miliki itu. Tulisan seorang teman – Awang Harun Satyana,  tentang ironi itu di bawah ini rasanya perlu kita cermati.

————-

Minggu lalu sebuah harian ibu kota (Bisnis Jakarta, 26 Agustus 2008) membuat saya termenung.

Dengan panjang garis pantai lebih dari dua kali keliling Bumi, Indonesia memiliki areal kelapa terluas di dunia, yaitu sekitar 3,9 juta hektare. Produksi tahunannya 3,3 juta ton setara kopra.

Meskipun demikian, Indonesia bukan produsen kelapa terbesar di dunia sehingga Indonesia bukan pula penguasa pasar kelapa dunia. Adalah Filipina produsen kelapa terbesar di dunia yang menguasai 40,5 %  pangsa pasar kelapa dunia, sementara Indonesia hanya menguasai 19,2 %. Lalu, Indonesia baru mampu menghasilkan 22 jenis produk turunan kelapa, sementarta Filipina sudah mampu menghasilkan 100 jenis produk turunan kelapa.

Dengan garis pantai terpanjang di dunia, lahan kelapa terluas di dunia, mengapa Indonesia hanya mampu memasok tak sampai seperlima konsumsi dunia, sementara Filipina yang garis pantai dan lahannya lebih pendek dan lebih sempit, mampu mengungguli Indonesia ? Jelas produktivitas kelapa kita rendah, tak sampai 1 ton per hektare per tahun. Apa penyebabnya ? Banyak kebun kelapa yang pohon-pohonnya telah tua dan sakit, tetapi tak diremajakan atau dirawat. Nah, terlena lagi lalu kita terkesiap saat sebuah negara kecil mengungguli kita. Sudah terlambat jelas, tetapi kalau tetap tak peduli ya sungguh keterlaluan.

Indonesia punya 18.110 pulau (data 2003, sebelumnya 17.508, sebelumnya lagi 13.667 pulau); Filipina punya 7107 pulau. Semakin banyak pulaunya tentu semakin panjang garis pantainya. Karena kelapa banyak tumbuh di pantai-pantai pulau tropis, maka semakin banyak pulaunya semakin banyak pohon kelapanya. Sayang, Indonesia kalah oleh Filipina soal produktivitas kelapa.

Padahal kelapa dalam kehidupan orang Indonesia punya akar yang sangat panjang dalam sejarah. Bahkan sesungguhnya Merah Putih kita diturunkan dari tradisi sejarah purba nenek moyang Indonesia yang gemar menyantap kelapa dan gula merah. Sang Saka Merah Putih adalah Gula Merah dan Kelapa Putih. Misalnya, pada zaman Kerajaan Mataram, warna merah putih dikenal sebagai Gula Kelapa (Gula=merah, Kelapa=putih). Salah satu bentuknya masih tersimpan sebagai pusaka dalam Keraton Surakarta, yaitu bendera Kyai Ageng Tarub, putra Raden Wijaya, yang dasarnya berwarna putih dengan tulisan Arab Jawa dan atasnya bergaris merah. Dalam babad tanah Jawa yang bernama Babad Mentawis disebutkan bahwa ketika Sultan Ageng berperang melawan negri Pati. Tentaranya bernaung di bawah bendera Merah Putih “Gula Kelapa”. Sultan Ageng memerintah tahun 1613-1645.

Bacalah buku Mohammad Yamin (1958 : 6000 Tahun Sang Saka Merah Putih), di dalamnya kita akan tahu betapa kelapa telah mengurat dan mengakar di kehidupan orang Indonesia sejak masa purba.

Ismail Marzuki, mungkin akan menangis melihat kenayataan bahwa Indonesia bukan pulau kelapa yang jaya (lagi). Sang komponis besar kita itu menganggit  sebuah lagu yang selalu dinyanyikan sampai sekarang – tetapi tinggal kenangan. Inilah sebuah tragis Rayuan Pulau Kelapa.

”Tanah airku Indonesia

Negeri elok amat kucinta

Tanah tumpah darahku yang mulia

yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur

Pulau kelapa yang amat subur

Pulau melati pujaan bangsa

Sejak dulu kala

Melambai-lambai

Nyiur di pantai

Berbisik-bisik

Raja Kelana

Memuja pulau

Nan indah permai

Tanah airku, Indonesia”

Kelapa, Cocos nucifera, Linn memang belum diketahui asal-muasalnya; tetapi nama Cocos berasal dari bahasa Arab : “gauzoz Indi”, artinya “biji dari Indonesia”. Sejak dulu kala Indonesia adalah Pulau Kelapa. Mari kita jayakan lagi !

Salam,

awang

———-

Tulisan ini sebelumnya dipublikasikan di dalam [iagi-net-I] (OOT), pada tanggal 1 September 2008 dengan judul: “Tragis Rayuan Pulau Kelapa”. Dikutip dengan izin tertulis dari penulisnya.

Ditulis dalam Ah... Indonesia ku | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »