Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

SB: Siklus Batuan

Posted by wahyuancol pada Juni21, 2008

Siklus batuan menggambarkan seluruh proses yang dengannya batuan dibentuk, dimodifikasi, ditransportasikan, mengalami dekomposisi, dan dibentuk kembali sebagai hasil dari proses internal dan eksternal Bumi. Siklus batuan ini berjalan secara kontinyu dan tidak pernah berakhir. Siklus ini adalah fenomena yang terjadi di kerak benua (geosfer) yang berinteraksi dengan atmosfer, hidrosfer, dan biosfer dan digerakkan oleh energi panas internal Bumi dan energi panas yang datang dari Matahari.

Kerak bumi yang tersingkap ke udara akan mengalami pelapukan dan mengalami transformasi menjadi regolit melalui proses yang melibatkan atmosfer, hidrosfer dan biosfer. Selanjutnya, proses erosi mentansportasikan regolit dan kemudian mengendapkannya sebagai sedimen. Setelah mengalami deposisi, sedimen tertimbun dan mengalami kompaksi dan kemudian menjadi batuan sedimen. Kemudian, proses-proses tektonik yang menggerakkan lempeng dan pengangkatan kerak Bumi menyebabkan batuan sedimen mengalami deformasi. Penimbunan yang lebih dalam membuat batuan sedimen menjadi batuan metamorik, dan penimbunan yang lebih dalam lagi membuat batuan metamorfik meleleh membentuk magma yang dari magma ini kemudian terbentuk batuan beku yang baru. Pada berbagai tahap siklus batuan ini, tektonik dapat mengangkat kerak bumi dan menyingkapkan batuan sehingga batuan tersebut mengalami pelapukan dan erosi. Dengan demikian, siklus batuan ini akan terus berlanjut tanpa henti (Gambar 5).

Gambar 5. Siklus batuan. Menggambarkan proses yang menyebabkan batuan berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain dan ditransportasikan. Sumber: Skinner dan Porter (2000)

Kembali Terus

About these ads

7 Tanggapan to “SB: Siklus Batuan”

  1. Sanijo said

    Kepada Yth. Mas Wahyu
    Wah, saya mengucapkan terima kasih atas kebaikan Mas Wahyu menjawab mas wahyu dalam pertanyaan saya yang saya kirimkan. Sekarang saya mau menanyakan lagi, boleh kan mas ? Adapun pertanyaan yang saya ajukan ini ada kaitannya dengan batuan/mineral serta geologi struktur.
    1. Apa sih yang dimaksud dengan dengan fenokris itu ?
    2. Mohon dijelaskan mengenai masalah geantiklin ?
    Atas perhatian dan penjelasan yang Mas wahyu berikan saya ucapkan terima kasih. Matur Nuwun Mas.

    Horma saya,
    Sanijo

    NB; Mohon jawaban dikirim ke e-mail saya: sanijoraf@gmail.com

  2. [...] http://wahyuancol.wordpress.com/2008/06/21/siklus-batuan/ [...]

  3. [...] The busiest day of the year was January 18th with 751 views. The most popular post that day was SB: Siklus Batuan. [...]

  4. iwan said

    mas mau txa ni,
    1. mengapa batuan yang terbentuk isa mempunyai komposisi mineral maupun kimiawi berbeda-beda?
    2. mengapa teksturnya ada yang fanerk,afanitik,ada yang porifiritik?
    mhon jwabanx ya mas
    thx

    • wahyuancol said

      Terima kasih atas kunjungan anda.
      Karena saya tidak tahu apa latarbelakang anda, maka pertanyaan akan saya jawab secara sederhana.

      Menjawab pertanyaan anda yang pertama, untuk memahami mengapa demikian diperlukan latar belakang ilmu kimia, khususnya mengenai karakter dari unsur kimia.
      Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa setiap unsur kimia memiliki karakter yang unik yang antara lain berkaitan erat dengan konfigurasi elektron, dan ukuran atomnya. Salah satu sifat yang perlu dipahami adalah ada kecenderungan suatu unsur untuk berikatan dengan unsur tertentu, atau memasuki struktur kimia tertentu yang sesuai dengan sifat-sifatnya. Kecederungan itulah yang mengontrol pembentukan sebagai macam mineral dengan berbagai komposisi kimia yang berbeda. Selanjutnya, karena batuan itu sesungguhnya adalah kumpulan dari mineral-mineral, maka batuan juga akan memiliki komposisi mineral dan kimia yang berbeda.

      Untuk pertanyaan kedua, perlu pemahaman lebih lanjut tentang kimia, yaitu tentang termodinamika. Pembentukan tekstur batuan beku terjadi ketika proses pembekuan magma berlangsung. Dari magma, ketika terjadi penurunan suhu akan terjadi pembekuan sebagian magma membentuk mineral. Mineral mana yang lebih dahulu terbentuk tergantung pada komposisi kimianya dan berkaitan dengan sifat-sifat senyawa kimia tersebut. Proses pembekuan yang terjadi berkaitan erat dengan laju turunnya suhu magma. Apabila suhu magma turun sanyat perlahan, maka ada kesempatan bagi kristal-kristal mineral untuk tumbuh sehingga ukurannya akan besar dan bentuknya sempurna. Sebaliknya, apabila suhu magma turun sangat cepat seperti ketika terjadi semburan magma dalam proses erupsi gunungapi, maka kristal-kristal mineral tidak sempat terbentuk; yang terbentuk adalah gelas volkanik. Kita tahu bahwa kondisi alam sangat dinamis. Turunya suhu magma berkaitan dengan proses naiknya magma ke permukaan bumi. Karena berbagai faktor penyebab, laju naiknya magma bisa cepat dan bisa lambat. Perbedaan suhu pendinginan magma itulah mengontrol perbedaan tekstur-tektur tersebut.

      Semoga bermanfaat.
      Salam,
      Wahyu

  5. fitri said

    salam
    mengapa proses tektonik mampu mengangkat kerak bumi dan menyingkap batuan sehingga batuan tersebut mengalami pelapukan atau erosi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: