Kepulauan Indonesia

Cerita dari, untuk dan tentang Kepulauan Indonesia beserta Penghuni dan Penduduknya

Arsip untuk Juni 10th, 2008

SISTEM BUMI (SB)

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Juni10, 2008

Mungkin tidak banyak diantara kita yang mengetahui bahwa pada tahun 2008 yang lalu kontingen siswa SMA dari Indonesia berhasil meraih medali perunggu dalam Olimpiade Ilmu Kebumian (1st International Earth Science Olympiad – IESO 2007 ) di Seoul, Korea Selatan. Berbeda dengan Fiska, Kimia, Biologi dan Matematika, di Indonesia Ilmu Kebumian belum dipandang sebagai ilmu yang penting. Hal itu terbukti dengan tidak didukungnya pengiriman kontingen pada tahun 2008 ini oleh Depdiknas. Pada hal, kita kan hidup di Bum. Persoalan yang banyak kita hadapi sekarang sebagian besar berkaitan dengan Ilmu Kebumian, mulai dari persoalan bencana alam sampai masalah energi dan kerusakan lingkungan.

Ingat Tsunami, Banjir, Kekeringan, Gempa Bumi, Letusan Gunungapi, Erosi Pantai, Tanah Longsong, Subsiden dan masalah energi panas bumi yang belum banyak kita manfaatkan, energi gelombang, arus dan pasang-surut yang terabaikan, hingga terakhir masalah Indonesia sampai keluar dari OPEC karena tidak dapat lagi memproduksi minyak bumi melebihi kebutuhan. Termasuk juga masalah Jalan Tol ke Bandara Sukarno-Hatta yang mengalami subsiden dan kebanjiran. Itu semua berkaitan dengan Ilmu Kebumian.

Ketika dilakukan persiapan kontingan pada tahun 2007 yang lalu, salah satu materinya adalah berkaitan dengan Sistem Bumi. Apa yang saya sampaikan kali ini adalah materi pembekalan bagi kontingen Olimpiade Kebumian Pertama Tahun 2007 tersebut.

Dengan memahami Bumi sebagai suatu sistem, selain mendapat manfaat yang berkaitan dengan persoalan sumberdaya dan sumber bencana, kita juga akan mendapat pemahaman bagaimana Bumi yang merupakan bagian dari alam semesta ini dihidupkan.

Semoga bermanfaat.

————————–

Daftar Isi:

1. Pendahuluan

2. Konsep Sistem Bumi

3. Pergerakan Material dan Energi di Bumi

3.1. Siklus Hidrologi

3.2. Siklus Batuan

3.3. Siklus Tektonik

3.4. Keterkaitan Antar Siklus

4. Sistem Bumi dan Sistem Planet pada Umumnya

4.1. Keistimewaan Bumi

4.2. Sistem Bumi dan Matahari dan Sirkulasi Atmosfer

4.3. Sistem Bumi dan Bulan

5. Sistem Iklim Bumi

5.1. Efek Rumah Kaca

5.2. Perubahan Iklim Global

6. Siklus Biogeokimia

——————————-

1. PENDAHULUAN

Sekarang, para ilmuwan cenderung mempelajari Bumi dengan pendekatan yang menyeluruh atau holistik. Pendekatan yang holistik ini memandang Bumi sebagai suatu sistem alam yang terdiri dari Geosfer, Hidrosfer, Atmosfer dan Biosfer. Manusia termasuk bagian yang integral dari Sistem Bumi. Pendekatan ini di dasarkan pada kombinasi kedalaman pengetahuan dan pengamatan yang luas meliputi banyak hal (komprehensif), dan mengarahkan kita pada solusi masalah-masalah lingkungan yang dihadapi Bumi.

Disiplin ilmu yang mempelajari Sistem Bumi adalah Earth Sciences (Ilmu Kebumian). Disiplin ini memiliki berbagai aspek lingkungan yang luas, seperti:

1) Saling mempengaruhi di antara dua sistem alam (tidak termasuk manusia).

2) Pengaruh intervensi manusia terhadap alam seperti merubah komposisi atmosfer yang menyebabkan polusi udara, pemakaian sumber alam yang berlebihan atau intervensi terhadap proses pantai yang menyebabkan terjadinya perubahan keseimbangan.

3) Kemampuan melakukan peramalan terhadap kejadian berbagai fenomena alam seperti banjir, badai, gempa bumi, erupsi gunungapi, dan gerakan tanah..

4) Mempergunakan lingkungan fisik untuk memproduksi energi dari berbagai sumber konvensional seperti bahan bakar fosil dan material organik, dan sumber-sumber energi alternatif seperti energi matahari, angin, gelombang, arus, nuklir dan kimia.

5) Pengembangan berbagai sumberdaya alam secara berkelanjutan.

6) Perubahan iklim global.

Selanjutnya, pengembangan pengetahuan yang dalam (insight) tentang lingkungan memerlukan tiga pemahaman utama, yaitu:

1) Kita hidup di dalam suatu dunia yang bersiklus yang tersusun dari berbagai sub-sistem (Geosfer, Hidrosfer, Atmosfer dan Biosfer) yang hadir bersama sebagai hasil dari pergerakan material dan energi yang melaluinya.

2) Manusia adalah bagian yang integral dari sistem alam dan dengan demikian harus bertindak mengikuti hukum alam yang bersiklus.

—————-

(Bersambung)

Hadirin sekalian, dengan permintaan maaf, mohon bersabar menanti kelanjutan tulisan ini.

Salam,

Wahyu

Ditulis dalam Alam Semesta, Cara Bumi di Hidupkan | Bertanda: , , , , , , | Leave a Comment »

(Ini Biangnya) Pertamina Enggan Bikin Tabung Gas 12 Kilogram

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Juni10, 2008

Tahukah anda berapa harga tabung gas ukuran 12 kilogram sekarang? Saya pada seorang pedagang di Ancol, harganya Rp. 800.000,-; pernah juga saya tanyakan di Indramayu, Rp. 600.000,-; dan juga di Semarang saya tanya, harganya Rp. 700.000,-. Kira-kira 3 bulan sebelumnya, saya beli tabung gas 12 kilogram, harganya hanya Rp. 325.000,- sudah dengan isinya. Lalu, meskipun harganya tinggi, ternyata jarang ada pedangang yang mau menjual gas dengan tabungnya sekalian. Katanya, “sulit mendapat tabung.” Luar biasa, kan?

Berkaitan dengan program pemerintah untuk mengkonversi minyak tanah dengan gas sebagai bahan bakar rumah tangga, seharusnya masyarakat makin mudah mendapatkan gas. Eeeee…….., ternyata bukannya makin mudah mendapatkan gas, malahan….., harga tabung gas melambung.

Tahu apa penyebabnya?

Ternyata Pertamina enggan bikin tabung gas 12 kilogram. Bukan kah ini suatu pengkhianatan?

Seharusnya, sebagai perusahaan negara, Pertamina mendukung penuh program pemerintah. Apapun alasanya.

Di bawah ini adalah kutipan berita tentang keengganan Pertamina tersebut.

———-

Pertamina Enggan Bikin Tabung Gas 12 Kilogram

Koran Tempo, Senin, 9 Juni 2008, Bisnis/Industri, Halaman A18, Kilas.

PT Pertamina (Persero) enggan berinvestasi pada pengadaan tabung gas 12 kilogram karena tidak ada subsidi pemerintah. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Achmad Faisal mengatakan, meski permintaan tabung gas 12 kilogram terus meningkat, harga jual gas ini tidak kompetitif sehingga tidak menguntungkan.

Karena alasan ini pula, kata Faisal, infrastruktur Pertamina dalam pengadaan dan distribusi tabung 12 kilogram masih lemah. Akibatnya, pada saat terjadi kelangkaan gas 12 kilogram beberapa waktu lalu, Pertamina tidak dapat berbuat banyak. Padahal Pertamina telah mendistribusikan tabung 12 kilogram melebihi kebutuhan.

“Soalnya, banyak konsumen beralih dar tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram,” ujar Faisal. Sebab, penggunaan tabung gas 12 kilogram lebih hemat dibanding 3 kilogram. Sementara itu, saat ini Pertamina hanya berfokus pada pengadaan tabung gas 3 kilogram untuk menyelesaikan program pemerintah. (Amirullah)

Ditulis dalam Ah... Indonesia ku | Bertanda: , , , | Leave a Comment »