MBG: Banjir Luapan Sungai
Ditulis oleh wahyuancol di/pada Juni6, 2008
Banjir luapan sungai adalah banjir yang terjadi karena aliran sunga memiliki debit di atas normal sehingga air sungai melimpah keluar dari saluran sungai. Aliran sungai dikatakan normal apabila aliran sungai itu terbatas di bawah tebing saluran sungai. Daerah di sekitar aliran sungai besar umumnya adalah dataran banjir yang terbentuk oleh sistem fluvial yang mengakomodasi debit aliran sungai yang besar dan jarang terjadi (Cooke dan Doornkamp, 1977). Di daerah hilir dari suatu sistem aliran sungai, dataran banjir dapat juga berupa dataran pantai.
4.5.1. Pencetus
Banjir tipe ini disebabkan oleh debit liran sungai di atas normal akibat curah hujan yang tinggi di Daerah Aliran Sungai (DAS).
4.5.2. Karakter kedatangan atau kejadian
Menurut Cooke dan Doornkamp (1977), karakteristik banjir tipe ini ditentukan oleh tiga hal, yaitu fenomena transien (misalnya curah hujan atau es yang mencair), karakter cekungan DAS, dan tataguna lahan. Disebutkan pula bahwa hal yang penting dari banjir tipe ini adalah sifatnya yang berulang (episodik) dan karakter “discharge”.
Curah hujan yang tinggi adalah faktor penyebab yang utama. Oleh karena itu, banjir ini hanya datang di musim hujan. Kejadiannya diawali oleh curah hujan yang tinggi dalam waktu yang cukup lama.
4.5.3. Prediktabilitas
Kejadian banjir ini dapat diprediksi berdasarkan pada karakter curah hujan dalam setahun dan karakter DAS. Secara kasar dapat dikatakan bahwa banjir ini akan terjadi di musim hujan. Cepatnya kedatangan dan lamanya genangan dapat diprediksi dari karakter DAS dan sejarah banjir yang pernah terjadi. Dalam rangka memprediksi kejadian banjir ini, informasi prediksi curah hujan dari BMG perlu diperhatikan. BMG sedang membangun website tentang klimatologi yang berisi prediksi curah hujan dan banjir (Gambar 10).
4.5.4. Durasi
Lamanya banjir ditentukan oleh tingginya curah hujan dan lamanya hujan, serta karakter cekungan DAS. Karakter DAS menentukan lamanya genangan banjir.
4.5.5. Areal terganggu
Areal yang tergenang oleh banjir ini adalah dataran banjir di sekitar muara sungai. Luasnya areal genangan ditentukan oleh karakter aliran sungai atau luas dataran banjirnya dan besarnya debit banjir. Selain itu, untuk daerah-daerah dekat pantai, kondisi pasang-surut yang ada pada waktu banjir terjadi mempengaruhi hebatnya banjir ini.
4.5.6. Aktifitas mitigasi
Selain informasi peringatan dini, memetakan daerah rawan banjir adalah upaya mitigasi bencana yang penting. Dengan peringatan dini penduduk dapat mengungsi sebelum banjir melanda, sedang dengan peta daerah rawan banjir diharapkan penduduk dapat memilih lokasi pemukiman yang aman dan pemerintah dapat merencanakan pengembangan wilayah dengan baik dan membangun di lokasi-lokasi yang aman.
Di depan disebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi karakter banjir adalah tataguna lahan di dalam cekungan DAS. Oleh karena itu, perubahan-perubahan kondisi lingkungan fisik yang berupa perubahan tataguna lahan di dalam suatu DAS perlu dipantau terus menerus, karena perubahan lingkungan itu dapat mempengaruhi kondisi banjir. Karena perubahan kondisi tataguna lahan di dalam suatu DAS, daerah yang semula bebas banjir dapat berubah menjadi daerah banjir.
Untuk daerah-daerah dekat pantai, kondisi pasang surut perlu diperhatikan karena meningkatnya debit banjir yang bertepatan dengan kondisi laut pasang dapat memperhebat banjir yang terjadi.


Singal berkata
Iya pak, “Areal terganggu” di muara sungai yang terjadi di negeri tercinta, dan “Aktifitas mitigasi” belum diperhatikan.