Di awal tahun 2007, Jakarta kembali mengalami banjir. Ada yang percaya bahwa banjir kali ini adalah siklus 5 tahunan dan ada pula yang tidak (banjir besar terakhir tahun 2002). Dari sidut pandang geologi, Kota Pesisir Megapolitan Jakarta ini memang salah letak (Gambar 1). Kota ini dibangun dan dikembangka di atas dataran banjir. Konsekuensinya adalah banjir pasti akan terjadi sebagai konsekuensi dari karakter dari dataran banjir (namanya saja Dataran Banjir, dataran yang terbentuk karena banjir).
Ketika populasi penduduk Jakarta / Batavia dan kawasan sekitarnya masih rendah, kesalahan-letak tersebut nampaknya tidak begitu disadari. Mungkin hanya beberapa gelintir orang saja yang menyadari hal itu, sehingga pembangunan yang dilakukan di Kota Jakarta dilakukan dengan tidak memperhatikan karakter lingkungan lokasinya. Konsekuensinya adalah berbagai persoalan lingkungan muncul ke permukaan (Gambar 2). Banjir menjadi persoalan lingkungan yang utama di daratan pesisir Jakarta.
Dari peta masalah lingkungan tersebut, jelas bahwa banjir dapat terjadi melalaui berbagai sebab. Sebab-sebab tersebut bisa berkaitan dengan faktor alam (sebab-sebab alamiah) maupun yang berkaitan dengan aktifitas manusia.
Salam,
Wahyu

